<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-15666044</id><updated>2011-07-14T14:30:51.882-07:00</updated><title type='text'>BLOG HASIL KARYA LOMBA BLOGFAM</title><subtitle type='html'>Blog ini berisi hasil karya peserta lomba Entry Blog 17-an yang diadakan oleh Blogger Family pada bulan Agutus 2005 dalam rangka memeriahkan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 60.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://lomba-blogfam.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15666044/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lomba-blogfam.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Blogger Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16854963728946061477</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>51</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15666044.post-112539111795982444</id><published>2005-08-30T01:31:00.000-07:00</published><updated>2005-08-30T01:44:19.726-07:00</updated><title type='text'>PEMENANG LOMBA</title><content type='html'>Keluarga yang tercinta, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah melalui proses seleksi dan penjurian yang ketat, akhirnya lomba dalam rangka 17 Agustus 2005 berakhir. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah para pemenang Lomba Entry :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juara 1: entry 02 &lt;br /&gt;&lt;a href="http://lomba-blogfam.blogspot.com/2005/08/entry-02-agustus-tahun-ini.html"&gt;Agustus, Tahun Ini&lt;/a&gt; oleh bunda naila &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juara 2: entry 06 &lt;br /&gt;&lt;a href="http://lomba-blogfam.blogspot.com/2005/08/entry-06-kutitipkan-doa-pada-ibuku.html"&gt;Kutitipkan Doa Pada Ibuku&lt;/a&gt; oleh Sam &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Favorit pilihan anggota BlogFam : entry 03 &lt;br /&gt;&lt;a href="http://lomba-blogfam.blogspot.com/2005/08/entry-03-merdeka-insya-allah.html"&gt;Merdeka, Insya Allah &lt;/a&gt;oleh Yayamz &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadiah untuk para pemenang berupa banner akan dikirimkan melalu PM (private message) ke setiap pemenang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panitia Lomba 17-an mengucapkan terima kasih kepada para peserta, juri dan seluruh anggota Blogfam atas partisipasinya dalam memeriahkan kegiatan kali ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HIDUP BLOGFAM!!! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panitia Lomba 17-an &lt;br /&gt;Yna, Itha_seal, Rwidiani, Hirta&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15666044-112539111795982444?l=lomba-blogfam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15666044/posts/default/112539111795982444'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15666044/posts/default/112539111795982444'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lomba-blogfam.blogspot.com/2005/08/pemenang-lomba.html' title='PEMENANG LOMBA'/><author><name>Blogger Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16854963728946061477</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15666044.post-112507080061542729</id><published>2005-08-25T23:50:00.000-07:00</published><updated>2005-08-26T08:40:00.616-07:00</updated><title type='text'>Entry 49 - Akhirnya Saya Tahu Arti Penting dari Suatu Kemerdekaan</title><content type='html'>Ditulis oleh : Kenz&lt;br /&gt;URL : http://kenz.web.ugm.ac.id/151280/art-lihat.php?octaveerid=156&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;doh:! Jangan tanyakan saya arti kemerdekaan, apalagi disuruh memberikan renungan kemerdekaan. Saya tidak tahu. Bener. Saya tidak tahu apa artinya merdeka di jaman sekarang. Tahu-nya ya, merdeka dari penjajahan Belanda dan Jepang 60 tahun yang lalu. Itu yang biasa saya dengar dari guru Sejarah saya tempo hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pelajaran sejarah dikatakan Kemerdekaan Indonesia 60 tahun yang silam itu merupakan hasil perjuangan darah dan nyawa beribu-ribu pejuang. Makanya saya masih pasang Bendera Merah Putih dan ikut upacara bendera di sekolah, di kampung ataupun di gunung. Itulah salah satu hormat saya bagi para pejuang kemerdekaan diantara cara yang lainnya untuk mengisi kemerdekaan itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya kok malah jadi ingat kata Pak Karno bahwa kita harus mengisinya dengan berjuang, sedangkan Pak Harto bilang kita harus mengisinya dengan membangun, lalu semua presiden bilang macam-macam sampai Pak SBY, presiden idola saya itu bilang 'Stop penyalahgunaan dan kejahatan narkoba sekarang. Mari kita selamatkan dan bangun bangsa kita menjadi bangsa yang sehat, cerdas, dan maju".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa ya arti kemerdekaan di jaman sekarang? Saya bingung sekarang, apa karena saya tidak merasakan merdeka selama ini atau karena saya kurang gaul ya jadi tidak tahu arti trend dari kemerdekaan. Wah, saya benar-benar tidak tahu arti kemerdekaan di jaman sekarang selain panjat pinang, lomba-lomba 17an, ataupun parade rame-rame di jalan. Soalnya kalau semua sudah bilang merdeka, ya merdeka…. Seperti yang saya lihat dari berita-berita di tv tiap hari yaitu demo semaunya, jualan semaunya, kerja semaunya, bawa kendaraan semaunya, berpendapat semaunya… pokoknya merdeka deh !!! merdeka untuk berbuat apa saja, mumpung reformasi kali..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ah.. Ga tauk…" Sayapun keluar rumah petang ini, "Lapaaaaar !!!" Di gang-gang kampung saya masih melihat untaian bendera merah putih kecil-kecil yang direnteng dengan tali. Kampung saya jadi lebih bersih dan semarak dengan banyak hiasan-hiasan itu. Hehehe… "Baguslah kalau seperti ini terus !" pikir saya yang mengantarkan saya di depan warung Bu Min, tempat makan sehari-hari saya. Sampai disini saya masih belum menemukan arti sebuah harapan akan kemerdekaan. Apa ya?! Akhirnya saya melihat ayam, ikan dan daging sapi….. wah jadi terucap sebuah harapan dan doa untuk merdeka….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan….&lt;br /&gt;Merdekakan saya dari ayam bangkai yang digoreng…..&lt;br /&gt;Merdekakan saya dari udang dan ikan laut yang diformalin….&lt;br /&gt;Merdekakan saya dari daging sapi impor yang kedaluwarsa...&lt;br /&gt;Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya saya pun tahu betapa pentingnya arti kemerdekaan di jaman sekarang. Hahahaha.....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15666044-112507080061542729?l=lomba-blogfam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://kenz.web.ugm.ac.id/151280/art-lihat.php?octaveerid=156' title='Entry 49 - Akhirnya Saya Tahu Arti Penting dari Suatu Kemerdekaan'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15666044/posts/default/112507080061542729'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15666044/posts/default/112507080061542729'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lomba-blogfam.blogspot.com/2005/08/entry-49-akhirnya-saya-tahu-arti.html' title='Entry 49 - Akhirnya Saya Tahu Arti Penting dari Suatu Kemerdekaan'/><author><name>Blogger Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16854963728946061477</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15666044.post-112506962893924053</id><published>2005-08-25T23:49:00.000-07:00</published><updated>2005-08-26T23:10:11.296-07:00</updated><title type='text'>Entry 48 - Satu Lagi...</title><content type='html'>Ditulis oleh : Pipin&lt;br /&gt;URL : http://farizfaza.blogspot.com/2005/08/satu-lagi.html&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ibuuuk, telepon...!!" seru anak saya lantang dari ruang tengah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Halo, selamat sore..." salam saya setelah meraih gagang telepon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Halo Pipin, ini Wantanee!" sambut teman saya kursus bahasa dengan ceria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tumben sekali dia telepon sore-sore.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Begini, saya punya teman di Muenchen, dari Thailand juga seperti saya. Barusan dia telepon, katanya menemukan orang Indonesia di hotel M tempatnya bekerja. Tapi orang itu nggak bisa bicara bahasa Jerman maupun Inggris, bisanya hanya bahasa Indonesia. Teman saya tanya, barangkali saya punya teman dari Indonesia. Gimana, kamu mau membantu kan?" pintanya setelah bercerita panjang lebar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tentu saja", sahut saya cepat tanpa berpikir panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ok, tunggu sebentar ya... nanti teman saya itu akan menghubungi kamu", jawab Wantanee sebelum menutup telepon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmm, ada apa ya? Tersesat di Muenchen? Ah, nggak mungkin. Rasanya mustahil, berada di Jerman tapi tidak bisa berbahasa Jerman maupun Inggris. Belum selesai saya mereka-reka kejadian di sana, telepon kembari berdering.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kriiing!!".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Selamat sore", sambut saya cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Selamat sore, saya Sunantha, teman dari Wantanee. Saya menemukan seorang wanita terkurung di dalam kamar hotel tempat saya bekerja dalam keadaan menyedihkan. Saya kira dari Filipina atau Thailand, ternyata dari Indonesia. Dia hanya bisa berbicara bahasa Indonesia. Saya kasihan, tapi juga bingung menghadapinya. Tolong anda tanya ya, dia bagaimana dan membutuhkan apa".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya...", jawab saya pendek penuh keheranan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak lama kemudian terdengar ratapan dan tangis pilu dari seberang sana. "Mbaak... tolong saya Mbaak... Saya ini TKI, kerja di Qatar, majikan saya kejam. Saya nggak tahan lagi... huuuuhuuu... tolong saya ya Mbak, toloong...".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Uh, ah, eh...", mendadak lidah saya kelu. Aduh, bagaimana ini? Beberapa kali saya menghela napas, mencoba menenangkan diri. "Mbak... Mbak ini namanya siapa? Asalnya dari mana?" tanya saya hati-hati. Hhh... barangkali dia TKI yang menjadi korban seperti yang sering saya baca di koran-koran tanah air. Tapi berhadapan langsung dan dimintai tolong seperti ini, sungguh saya tidak siap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terbata-bata sambil sesekali terisak menahan tangis, dia mulai bercerita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bernama Julaeha, 35 tahun, berasal dari Sumedang. Bersama suaminya yang hanya buruh tani musiman dan berpenghasilan tujuh ribu rupiah sehari dikaruniai dua orang anak. Sekarang kelas 6 dan kelas 2 SD, keduanya dititpkan di tempat kakak Julaeha. Berusaha memenuhi kebutuhan keluarga, Julaeha menjadi TKI. Dua tahun kontrak pertamanya di Arab Saudi dilaluinya dengan lancar. Keluarga dengan dua orang anak yang menjadi majikannya ini sangat baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merasa kehidupannya menjadi lebih baik, Julaeha kembali menandatangi kontrak untuk dua tahun berikutnya. Ditempatkan di Qatar. Kali ini majikannya tidak sebaik sebelumnya. Sebuah keluarga dengan delapan orang anak, lima laki-laki dan tiga perempuan. Kerja terus menerus tanpa henti, caci maki, dan kadang pelecehan seksual diterimanya hampir setiap hari. Selalu dikurung di rumah dengan alasan supaya tidak kabur (5 orang TKI sebelumnya selalu kabur karena tidak tahan perlakuan keluarga itu). Badannya kian kurus, selain penderitaan batin juga karena tidak pernah diberi makan. Yang dia makan hanyalah sisa-sisa makanan majikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang dia inginkan sekarang adalah kabur. Lari dari hotel tempatnya menginap mumpung majikannya sedang keluar, kemudian mencari induk semang baru. Belakangan setelah mendengar anak saya menangis karena digoda kakaknya dia ngotot ingin ikut saya saja. Segala penjelasan saya tidak digubrisnya lagi. Juga ketika saya katakan bahwa jarak Muenchen dengan kota tempat saya tinggal sangat jauh. Lebih dari tujuh jam perjalanan menggunakan ICE, kereta paling cepat di Jerman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena Paspor ditahan majikannya, tidak mungkin dia keluar tanpa indentitas. Juga hal yang tidak mungkin untuk mencari kerja di Jerman. Menjadi pekerja gelap lebih mustahil lagi. Sekitar dua atau tiga hari lagi majikan dan keluarganya nya melanjutkan liburan mereka ke London. Julaeha sendiri akan dipulangkan di Qatar. Saya sarankan turuti saja pulang ke Qatar. Nanti di sana minta tolong majikan teman baiknya (di Qatar Jualeha punya teman baik bernama Muslimah) untuk menelpon ke KJRI Qatar. MInta perlindungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menolak keras. Pertama, kalau majikannya tahu dia bisa dihajar. Kedua, dia tidak mau pulang ke Indonesia karena semua biro jasa pemberangkatan TKI banyak yang tutup. Sedangkan dia masih ingin terus bekerja, mencari uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sulit. Saat itu dia tidak memegang uang sepeserpun. Gajinya yang 600 real sebulan itu sudah tiga bulan tidak dibayarkan. Kalau dia kabur, bagaimana hidupnya nanti?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah, hampir dua jam Julaeha dan Ibu Sunantha bergantian berbicara dengan saya. Dengan bahasa Jerman pas-pasan, saya mencoba menjadi jembatan komunikasi mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di usianya yang ke 60, Indonesia masih luput memperhatikan Julaeha dan puluhan bahkan mungkin ratusan Julaeha-Julaeha lainnya. Orang-orang yang terpaksa berpisah dengan keluarga untuk bekerja di tempat yang jauh... dan bukan di negrinya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu Sunantha yang bukan orang Indonesia saja begitu peduli menolong sesamanya. Hanya karena sama-sama perempuan, sama-sama seorang ibu. Telepon itupun atas fasilitas Ibu Sunantha. Sedangkan saya, apa yang bisa saya perbuat untuk menolong Julaeha? Rasanya sedih, kesal, dan marah karena tidak bisa berbuat apa-apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah suami pulang dan mendengar cerita saya, langsung mengabarkan berita ini ke sebuah mailing&lt;br /&gt;list yang mayoritas anggotanya mahasiswa Indonesia di Jerman. Dengan harapan, dalam dua tiga hari Julaeha akan tertolong. Minimal mendapat penghiburan. Syukur kalau bisa lebih dari itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maafkan saya Julaeha, saya tidak bisa berbuat apa-apa...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan: Sebuah kejadian nyata yang saya alami beberapa hari yang lalu..&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15666044-112506962893924053?l=lomba-blogfam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://farizfaza.blogspot.com/2005/08/satu-lagi.html' title='Entry 48 - Satu Lagi...'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15666044/posts/default/112506962893924053'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15666044/posts/default/112506962893924053'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lomba-blogfam.blogspot.com/2005/08/entry-48-satu-lagi.html' title='Entry 48 - Satu Lagi...'/><author><name>Blogger Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16854963728946061477</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15666044.post-112506938040056042</id><published>2005-08-25T23:48:00.000-07:00</published><updated>2005-08-26T08:23:01.836-07:00</updated><title type='text'>Entry 47 - Tanah Berlangit Biru</title><content type='html'>Ditulis oleh :Wendi (Jekijek)&lt;br /&gt;URL : http://jauhdarirumah.blogspot.com/2005/08/tanah-berlangit-biru-langit-di-luar.html&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/2741/119/320/langitbiru.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;br /&gt;Langit di luar jendelaku berwarna biru cerah, walaupun tidak selalu demikian. Kadang ia berwarna abu-abu ganas dengan petir yang menyambar-nyambar. Tapi itulah negeriku kini. Biru atau abu-abu, aku menerimanya sebagai anugrah yang menyapa saat aku membuka mata di pagi hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negaraku bisa berubah. Tempat tinggalku apalagi. Warna pasporku, jika tidak lagi memungkinkan secara finansial dan birokrasi, mungkin juga akan berubah. Tapi hanya satu negara yang bisa kusebut sebagai tanah airku, tempat aku dilahirkan dan dibesarkan. Tanah yang memberi nafas dan degupan hidup di urat nadiku; Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya satu tanah yang aku sebut rumah, dengan asosiasi kata pulang yang selalu merujuk padanya. Setelah 60 tahun merdeka, tanah airku masih bergolak di sana sini, namun ia tetap berdegup di bawah langit biru yang selalu cerah. Aku tahu ia sedang berkembang dan bertumbuh dalam segala sisi. Baik atau buruk, ia tetap tanah airku. Dan cintaku selalu ada padanya, karena aku orang Indonesia, dimanapun aku berada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dirgahayu Indonesiaku.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15666044-112506938040056042?l=lomba-blogfam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://jauhdarirumah.blogspot.com/2005/08/tanah-berlangit-biru-langit-di-luar.html' title='Entry 47 - Tanah Berlangit Biru'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15666044/posts/default/112506938040056042'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15666044/posts/default/112506938040056042'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lomba-blogfam.blogspot.com/2005/08/entry-47-tanah-berlangit-biru.html' title='Entry 47 - Tanah Berlangit Biru'/><author><name>Blogger Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16854963728946061477</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15666044.post-112506708348322246</id><published>2005-08-25T23:47:00.000-07:00</published><updated>2005-08-26T07:38:03.490-07:00</updated><title type='text'>Entry 46 - 6 Dekade</title><content type='html'>Ditulis oleh : Rouf&lt;br /&gt;URL : http://irwanrouf.blogspot.com/2005/08/6-dekade.html&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Tapi siapa yang tahu rahasia yang tersimpan dalam hati kecil tiap-tiap orang, kalau tidak lidah sendiri yang membilang." (Abdoe'l Xarim M.s. - Cerita dari Digul).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah 60 tahun Indonesia merdeka. Sudah 6 dekade kita lewati sebagai sebuah perjalanan bagi bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak impian dan harapan milik para pendiri bangsa yang sudah atau mungkin masih belum terwujud hingga 17 Agustus 2005 ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan awalan beberapa daerah yang terpecah-pecah, kemudian dapat menjadi satu pada akhirnya. Negara Kesatuan begitu orang menyebutnya. Perjuangan lahir batin sudah ditempuh. Deraian air mata dan darah sudah tak terhitung banyaknya untuk sekedar mewujudkan sebuah Republik Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa berganti, para penguasa pun ikut berganti. Kalau kita amati, sama apa yang diinginkan para pemimpin dengan suara hati rakyat Indonesia. Sebuah negara yang aman, makmur, tentram, subur, dan sejahtera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua orde yang lumayan panjang sudah dilewati, berganti dengan apa yang disebut dengan orde reformasi. Sebuah orde yang memberikan kesempatan lebih banyak kepada rakyat untuk menentukan sendiri apa yang terbaik untuk bangsa dan negaranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun keinginan sebagian besar komponen bangsa ternyata hanya sebatas keinginan saja. Mereka lebih banyak berada pada posisi penonton. Bahkan tidak sedikit yang menjadi korban atau pun dikorbankan untuk upaya mencapai impian-impian itu. Impian yang akhirnya tetap belum terwujud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 2004. Sebuah ritual demokrasi untuk mencari seorang sosok yang bisa jadi menjadi seorang "sang ratu adil". Sosok yang menjadi tumpuan untuk membawa kapal yang hampir karam bernama Indonesia menuju samudra kehidupan berbangsa yang lebih beradab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun kembali kita seperti dihadapkan pada sebuah situasi yang justru semakin tidak pasti dan semakin kacau balau. Semua orang yang mempunyai kuasa ingin bertindak sesuai dengan keinginan dan kepentingannya sendiri. Tidak ada kontrol dan nurani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang bakal ratu adil pun semakin lama semakin tidak kuasa untuk menanggung beban dan harapan dari apa yang disebut dengan rakyat. Situasi menjadi terombang-ambing. Lempar tanggung jawab menjadi menu keseharian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita hampir bingung, mana sekarang yang disebut dengan Negara Republik Indonesia ini? Masih kah dari ujung Pulau Weh sampai belahan Papua di ujung timur sana?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak cukup lidah yang membilang saja, sebuah tindakan dengan nurani yang tulus dan self of belonging terhadap republik, harus menjadi kunci untuk meraih kehidupan berbangsa yang lebih beradab! Semoga!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dirgahayu Republik-ku!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15666044-112506708348322246?l=lomba-blogfam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://irwanrouf.blogspot.com/2005/08/6-dekade.html' title='Entry 46 - 6 Dekade'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15666044/posts/default/112506708348322246'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15666044/posts/default/112506708348322246'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lomba-blogfam.blogspot.com/2005/08/entry-46-6-dekade.html' title='Entry 46 - 6 Dekade'/><author><name>Blogger Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16854963728946061477</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15666044.post-112498421583008305</id><published>2005-08-25T23:46:00.000-07:00</published><updated>2005-08-26T06:39:03.746-07:00</updated><title type='text'>Entry 45 - Tujuhbelasan Setahun Sekali</title><content type='html'>Ditulis oleh : Renton&lt;br /&gt;URL : http://tirarenton.blogspot.com/2005/08/tujuhbelasan-setahun-sekali.html&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini sahabat saya, Indonesia, berulang tahun. Dan kita semua diundang dalam perayaannya. Tiada kesan tanpa kehadiranmu. Begitu katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kue ulang tahun itu begitu kecil. Tak cukup besar untuk lilin sejumlah 60 buah. Apa boleh buat, mereka pun menggantinya dengan lilin merah berwujud angka enam dan nol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wah 60 tahun, usia yang sudah tidak bisa dibilang muda. Seharusnya telah mencapai tingkat kematangan yang sempurna pada usia itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia, sejauh saya mengenalnya sosok itu begitu rumit. Terlahir diantara cengkraman arogansi penjajah. Betul, kelahirannya bukan hadiah. Namun perjuangan. Dalam kemiskinan, Ibu pertiwi meronta bersimbah darah dan bercucuran air mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17 Agustus 1945. Indonesia pun lahir. Bayi sehat dengan label merdeka di pijakan kakinya. Tapi Ia tahu tak mungkin berhenti sampai disitu. Ia harus merangkak, belajar jalan lalu melangkah. Tak akan ada yang mengajarinya. Ia sekarang merdeka. Ia harus berdiri di atas kaki sendiri. Ia harus hidup. Dan menghidupi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah ah, saya harus bersiap-siap. Ini hari besar sahabat saya, Indonesia. Saya akan segera larut dalam kegembiraan ulang tahunnya. Saya pun tak sabar. Di tangan, sebuah kado mungil tergenggam erat. Kotak kecil berwarna putih tak lupa pita merah melingkarinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata orang, tak sopan pergi ke ulang tahun sahabat dengan tangan hampa. Oleh karena itu kado kecil itu ada di tanganku. Lagipula ini kan hari ulang tahun sahabatku. Setahun sekali ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pun memandangi kado kecil itu. Tak tahu harus berbangga dengan kado kecil nan indah itu, atau merasa bersalah karena hanya setahun sekali saya dapat berbuat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari 365 hari dalam setahun tanpa kita sadari mungkin hanya sehari kita benar-benar menjadi orang Indonesia. Mengibarkan bendera merah putih di rumah kita, menghias sepeda anak-anak kita dengan kertas merah dan putih untuk pergi berpawai, melakonkan aksi-aksi para pejuang yang gagah berani di panggung-panggung tujuh belasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah hari itu berakhir. Semuanya pun hilang. Bendera kembali terlipat, ditumpuk paling bawah laci untuk seterusnya diselimuti debu sampai tahun depan. Jiwa pejuang yang kita mainkan kemarin telah berganti kembali tanpa meninggalkan kesan apa-apa. Sekarang semuanya kembali hanya suatu bentuk kehidupan di negara tak bernama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesekali kita bertemu Indonesia di form-form yang harus kita isi, di sebelah kolom “nationality” atau “kewarganegaraan” Kita pun menuliskannya disitu tanpa kesan apa-apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah ah, menuliskan hal ini pun saya jadi malu sendiri. Saya sadar kalau saya pun sedang melakukan hal itu. Jadi mendingan saya sudahi saja sampai disini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat ulang tahun sahabatku, Dirgahayu Indonesia. Kami akan mencoba berbuat lebih banyak untukmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanah yang memberi kami tempat berpijak dan belajar jalan untuk menemukan hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di atasmu kami akan selalu berdiri. Dan berarti.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15666044-112498421583008305?l=lomba-blogfam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://tirarenton.blogspot.com/2005/08/tujuhbelasan-setahun-sekali.html' title='Entry 45 - Tujuhbelasan Setahun Sekali'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15666044/posts/default/112498421583008305'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15666044/posts/default/112498421583008305'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lomba-blogfam.blogspot.com/2005/08/entry-45-tujuhbelasan-setahun-sekali.html' title='Entry 45 - Tujuhbelasan Setahun Sekali'/><author><name>Blogger Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16854963728946061477</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15666044.post-112504643494170919</id><published>2005-08-25T23:45:00.000-07:00</published><updated>2005-08-26T01:53:54.943-07:00</updated><title type='text'>Entry 44 - Merdeka Indonesiaku</title><content type='html'>Ditulis oleh : Dust.&lt;br /&gt;URL : http://hendra.birumerah.com/?p=43&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17 Agustus 1945, 60 tahun lalu, bangsa ini merdeka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini makna kemerdekaan mungkin sudah luntur, banyak orang yang tidak peduli ataupun tidak mengetahui apa makna kemerdekaan itu. 17 Agustus hanya menjadi satu hari yang ada dalam satu tahun dimana hari tersebut merupakan hari libur nasional, yang artinya kantor libur, sekolah libur, pasar libur, dan libur-libur lainnya. Salah seorang temanku berkata 17 Agustus? siapa peduli? yang penting libur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku hanya bisa tersenyum simpul mendengar jawaban tersebut. Karena bagiku 17 Agustus adalah suatu hari yang penting, hari dimana pada bangsa ini merdeka, mandiri, dan mencapai suatu puncak sebagai suatu bangsa yang bertanggung jawab atas keberlangsungannya sendiri. Sedih memang, karena kemerdekaan yang diperjuangkan dengan mengorbankan banyak jiwa dan pengorbanan lainnya, tidak lagi dihargai dengan layak oleh bangsa ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Korupsi, diintegrasi bangsa, permasalahan agama, dan sejuta masalah lainnya membelit bangsa ini. Suatu hal yang pahit untuk diketahui, ditengah-tengah kemerdekaan yang telah 60 tahun, bangsa ini masih mengalami ketertinggalan dibanyak bidang. Suatu hal yang membuat bangsa ini terpuruk adalah tidak ada lagi kebanggaan sebagai orang Indonesia pada setiap orang Indonesia. Lebih banyak perasaan “Malu Aku Sebagai Orang Indonesia” atau “Apa Peduliku Sebagai Orang Indonesia”, sehingga bangsa ini lebih banyak mengurusi hal-hal yang tidak perlu daripada mengurusi keberlangsungan kemerdekaan yang telah dicapai selama ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu rasa bangga, bangga atas Indonesiaku harusnya ada dan terpatri dalam setiap insan negeri ini agar terbentuk suatu semangat untuk Memerdekakan Indonesiaku dan Memajukan Negeriku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat Ulang Tahun Indonesiaku, smoga tahun depan engkau menjadi lebih kuat, lebih maju, lebih mengayomi wargamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merdeka Indonesiaku.&lt;br /&gt;260805&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15666044-112504643494170919?l=lomba-blogfam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://hendra.birumerah.com/?p=43' title='Entry 44 - Merdeka Indonesiaku'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15666044/posts/default/112504643494170919'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15666044/posts/default/112504643494170919'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lomba-blogfam.blogspot.com/2005/08/entry-44-merdeka-indonesiaku_25.html' title='Entry 44 - Merdeka Indonesiaku'/><author><name>Blogger Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16854963728946061477</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15666044.post-112503357679950484</id><published>2005-08-25T23:40:00.000-07:00</published><updated>2005-08-25T22:36:52.953-07:00</updated><title type='text'>Entry 43 - Sepucuk Surat untuk Perawat Bangsa</title><content type='html'>Ditulis oleh : Bang Ahmad.&lt;br /&gt;URL : http://ahmad-kreatif.blogspot.com/2005/08/sepucuk-surat-untuk-perawat-bangsa.html&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seringkali ada pertanyaan (tepatnya : gugatan) atas perlakuan kita terhadap bangsa yang ditempatinya ini, Indonesia. Terlebih ketika menyambut penambahan umur. Lucu dan kadang tidak ada relevansinya antara cara mengisi tanggal bersejarah dengan nilai yang terkandung didalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tak habis fikir. Apa menyambut kemerdekaan harus dengan megah menggelar berbagai lomba yang unik dan aneh. Makan krupuk dalam waktu cepat, berlompat-lompat dengan menggunakan karung, memanjat batang pinang yang telah dilumuri pelicin untuk meraih hadiah seadanya, bahkan lomba yang tingkat keanehannya tidak kalah dari badut - itu semua adalah pemandangan biasa kita dan saudara kita bangsa Indonesia dalam menyambut kemerdekaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu apa hubungannya semua itu? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tidak dapat menjawab pertanyaan mudah itu. Atau sekalipun kita menjawab dengan kalimat ringan "setahun sekali lah...", atau "jarang kan ada moment seperti ini..". Tidak ada yang salah -sebenarnya- dengan jawaban itu. Karena kita memang sekedar mengikuti apa yang telah orangtua dan zaman sebelum kita lakukan. Ya, lomba dalam rangka menyambut kemerdekaan itu sekedar adat yang turun dan turun hingga menurun kepada kita yang terdampar kini dalam bangsa yang kebal terhadap krisis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasti ada cara yang lebih efektif dan efisien dan tak perlu menggali dana yang wah-mewah. Apa ya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intinya cuma satu, Selamatkan bangsa ini!!. Lalu kemudian kita bertanya kepada diri sendiri "Lho, kita kan bukan pahlawan?". Justru karena kita bukan pahlawan itulah, kita hanya disisakan untuk merawat hasil perjuangkan pahlawan. Ya, kita hanya generasi Perawat Bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perawat Bangsa. Sungguh istimewa gelar yang kita sandang. Kita kenal profesi perawat di Rumah Sakit yang memerlukan ketelitian, keuletan, kejujuran, dan kesiap-siagaan demi kesehatan pasien sekaligus mempertahankan nama baik profesi juga rumah sakit tempat ia bekerja. Tidak ada bedanya bagi kita para Perawat Bangsa, yang harus teliti melihat kondisi bangsa, ulet mempertahankan kesehatan bangsa, jujur ketika bangsa sedang sakit serta siap-siaga ketika kita berhasil atau gagal dalam merawat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah. "Mumpung" negara kita masih dalam keadaan sakit, maka profesi keperawatan kita masih sangat dibutuhkan. Sumber sakitnya negara kita cuma satu, gara-gara digigit tikus. Semua dokter memang sudah dikumpulkan, bahkan membentuk berbagai ikatan kerja. Tapi sama saja. Malah para dokter juga ikut-ikutan digigit tikus. Ihh... ngeri banget gitu lho!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, kalau dokternya saja ikut digigit tikus, siapa lagi yang disalahkan kalau bukan Perawat? Nah, kena lagi kan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Trus, langkah konkretnya apa dong buat kita para Perawat? Banyak yang berpendapat, kalau penyakit digigit tikus ini termasuk budaya yang sudah dibiasakan dan bukan suatu aib. Akhirnya dari hulu ke hilir, korban gigitan tikus makin banyak dan tidak dapat dilacak. Walaupun bisa, itupun dikeluarkan sedemikian rupa, sehingga tampak seperti orang yang tidak terkena gigitan tikus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada syair menarik nih, mungkin cocok buat menggugah semangat kita para Perawat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Indonesia saksikanlah&lt;br /&gt;Keadilan melahirkan kasih sayang&lt;br /&gt;Kasih sayang melahirkan persatuan&lt;br /&gt;Persatuan melahirkan kekuatan&lt;br /&gt;Kekuatan melahirkan kemenangan&lt;br /&gt;Kemenangan bagi kita semua&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang paling ujung adalah keadilan. Perawat harus memiliki jiwa adil. Menempatkan segala sesuatu sesuai tempatnya. Perawat yang adil tidak akan menyembunyikan orang yang digigit tikus sehingga tidak dimasukkan ke ruangan khusus bernama sel. Rasa adil hanya dimiliki oleh orang yang tahu nilai yang benar dan salah. Dan orang yang tahu tentang kebenaran dan kesalahan adalah yang mau belajar banyak dari apa yang ada disekitar kita atau tepatnya mengambil pelajaran (atau hikmah) dari segala sesuatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita sudah mau mengambil pelajaran dari sekitar kita, tentu kita akan hidup sebagai perawat dengan hati-hati. Biarkan korban gigitan tikus yang dulu menikmati kebahagiaannya, kita sudah sedemikian rupa mengobatinya, tapi tetap saja tidak mampu. Tinggal hukum Allah yang akan menghadangnya kelak. Tinggal sekarang bagaimana menyelamatkan generasi perawat bangsa yang hidup dimasa yang akan datang, agar tak tertular penyakit itu. Agar mereka kita berikan cermin bening yang selalu mereka butuhkan di banyak waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Dirgahayu bangsaku yang kian menua&lt;br /&gt;Semoga ketuaanmu tak melapukkan semangat pemuda&lt;br /&gt;Yang selalu diusung sebagai Perawat Bangsa&lt;br /&gt;Dan akan membawamu kembali ke dalam senyum dan canda&lt;br /&gt;Bukan lagi kedalam duka yang kian mendera&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan ini 100% karya Bang Ahmad @ 9:26 ص&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15666044-112503357679950484?l=lomba-blogfam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://ahmad-kreatif.blogspot.com/2005/08/sepucuk-surat-untuk-perawat-bangsa.html' title='Entry 43 - Sepucuk Surat untuk Perawat Bangsa'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15666044/posts/default/112503357679950484'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15666044/posts/default/112503357679950484'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lomba-blogfam.blogspot.com/2005/08/entry-43-sepucuk-surat-untuk-perawat.html' title='Entry 43 - Sepucuk Surat untuk Perawat Bangsa'/><author><name>Blogger Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16854963728946061477</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15666044.post-112503322969103920</id><published>2005-08-25T23:35:00.000-07:00</published><updated>2005-08-25T22:36:38.333-07:00</updated><title type='text'>Entry 42 - Merdeka itu Mengerikan (revised)</title><content type='html'>Ditulis oleh : Samudera Cinta.&lt;br /&gt;URL : http://samuderacinta.blogspot.com/2005/08/merdeka-itu-mengerikan-revised.html&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya. Merdeka itu mengerikan. Setidaknya bagi 200 juta lebih bangsa Indonesia. Tidak, tidak sebanyak itu. Jumlah yang menderita karena kemerdekaan adalah jumlah rakyat Indonesia dikurangi Dewan Perwakilan Rakyat, Hakim korup, Polisi preman, Jaksa pemeras, Wartawan amplop dan berbagai profesi yang dikembangkan bukan untuk tujuan profesionalitas. tetapi sebagai kedok sisi kebejatan. Profesi yang diperoleh dengan misi menjadikannya sebagai senjata pengeruk keuntungan. Parahnya, keuntungan itu justru dikeruk dari penderitaan anak bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merdeka itu memang mengerikan. Sebab musuh kita adalah para saudara sebangsa. Para penjajah berasal dari rahim Ibu pertiwi yang sama. Hanya hati yang berbeda. Meski sama-sama lahir dari Ibu pertiwi, seakan ada garis yang memisahkan. Satu sisi tempat orang yang berkembang menjadi penjajah dan di sisi satunya tempat mayoritas anak bangsa berada: menjadi kaum terjajah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merdeka itu berarti setiap orang kaya, boleh kaya. Boleh berjualan di kios mahal dalam mall. Bisa memilih kendaraan terbaru yang harganya bisa buat makan orang sekampung selama beberapa tahun. Lalu merdeka juga mengharuskan orang miskin, tetap miskin. Berjubel di atas kendaraan umum. Dan si kaya dengan lantang berteriak: Ini jaman merdeka bung! Angkutan umum harus dibatasi. Asapnya mengganggu kami. Kemacetan yang ditimbulkan, membuat kami terlambat meeting di hotel mewah ber-AC.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemerdekaan melahirkan tatapan iri dari balik kaca suram metromini dan angkot. Kemerdekaan juga menghasilkan ratusan orang kaya, yang menatap sebel dari balik jendela hitam mobil mengkilat. Kemerdekaan menyalakan ribuan lampu indah dari balik etalase butik. Dan kemerdekaan juga mematikan listrik di kawasan pinggiran atas nama penghematan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemerdekaan telah mengubah kami, anak-anak bangsa, berada dalam dua kutub yang berbeda. Menjadikan dalam hidup dalam sekat, yang justru menihilkan arti kemerdekaan sebenarnya. Tetapi, apa daya? Jaman merdeka mengharuskan kami untuk menjadi miskin, dan mereka di kutub kekayaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemerdekaan melahirkan perhitungan-perhitungan yang aneh. Seperti yang disampaikan Farid Gaban dari Pena Indonesia. Lihatlah prosentase beberapa anggaran dibanding total belanja pemerintah pusat yang ditulis penguasa dalam RAPBN 2006:&lt;br /&gt;Kesehatan - 3,1%&lt;br /&gt;Pendidikan - 8,4%&lt;br /&gt;Militer - 6,3%&lt;br /&gt;BAYAR UTANG - 43,8%&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merdeka itu mengerikan. Kemerdekaan melahirkan utang-utang menggunung.&lt;br /&gt;Sampai kapan jaman merdeka ini berakhir?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biar kita bisa kembali ke masa penjajahan yang ideal. Di mana penjajah dan saudara sebangsa mudah dibedakan. Di mana setiap profesi begitu agung dan membanggakan. Di mana setiap anak bangsa berada dalam kubu yang sama. Di mana kita semua bisa lantang berteriak menantang musuh. Di mana tidak ada anak bangsa yang berjalan pongah di atas isak tangis korban busung lapar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merdeka itu mengerikan.&lt;br /&gt;Dan hari ini, kita dengan bangga mengaku sudah merdeka 60 tahun lamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dilabuhkan Samudera Cinta pada 10:37 PM&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15666044-112503322969103920?l=lomba-blogfam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://samuderacinta.blogspot.com/2005/08/merdeka-itu-mengerikan-revised.html' title='Entry 42 - Merdeka itu Mengerikan (revised)'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15666044/posts/default/112503322969103920'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15666044/posts/default/112503322969103920'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lomba-blogfam.blogspot.com/2005/08/entry-42-merdeka-itu-mengerikan.html' title='Entry 42 - Merdeka itu Mengerikan (revised)'/><author><name>Blogger Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16854963728946061477</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15666044.post-112496921894728246</id><published>2005-08-25T23:24:00.000-07:00</published><updated>2005-08-25T04:34:59.526-07:00</updated><title type='text'>Entry 41 - Terpana Oh Terpana</title><content type='html'>Ditulis oleh : Yunisri.&lt;br /&gt;URL : http://yunisri.blogspot.com/2005/08/terpana-oh-terpana.html&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Renungan Kemerdekaan RI ke-60]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Naya membuat kejutan pada 17-an tahun ini.&lt;br /&gt;"Ma, boleh ga Nay nginep?"&lt;br /&gt;"Dimana? " tanya Ibu Naya.&lt;br /&gt;"Ditempat kost Boy."&lt;br /&gt;"Apa?! Kamu nginep sama si Boy???" seru Ibunya kaget.&lt;br /&gt;"Yee.. Mama, sekarang kan jamannya kebebasan. Lagian Nay kan udah gede, 17 tahun. Nginep dirumah pacar mah udah biasa...Gaul getoh lohh...!"&lt;br /&gt;Ibu Naya hampir semaput denger jawaban anak gadisnya itu. Untung tubuhnya langsing jadi bisa jaga keseimbangan.&lt;br /&gt;"Tidak! Kebebasan itu ada aturannya, Nay...Ada batasnya, bukan seenaknya sendiri gitu...," seru Ibu Naya parau.&lt;br /&gt;"Mama kuno!"&lt;br /&gt;Dan sedetik kemudian terdengar 'Brak' suara pintu dibanting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah, setiap orang mengartikan kemerdekaan dengan caranya sendiri. Tentu saja, kita dapat sepakat dapat pula menyangkal. Kebebasan bukan matematik. Kurang sedikit sama dengan pengekangan, lebih dari itu adalah anarkis. Kebebasan itu multidimensi. Tergantung dari apa, siapa, dimana dan bagaimana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi tukang sampah yang kemarin ambil sampah dirumah saya, kebebasan itu adalah *hmmm...*. Sebab pas saya tanya apa arti kemerdekaan, dia cuma mesem-mesem, malah mengeluh cuma dapet saputangan waktu ikut panjat pinang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang bikin saya terpana adalah Nelson Tansu. Profesor termuda diAmerika yang bukan orang Amerika (umur 25 tahun udah jadi Profesor). Dia adalah warga negara Indonesia ! Masih memegang paspor Indonesia pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya sangat cinta Indonesia. Tanah kelahiran dan negara saya. Bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar. Jika kita belajar secara keras dan bekerja dengan keras, bangsa kita akan mampu bersaing dengan bangsa-bangsa besar lain," ujar anak Medan yang masih lajang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Gile...!" batin saya. Ditengah gencarnya budaya Barat merasuki gaya hidup remaja Indonesia. Dimana sebagian warga negara kita merasa 'risih' disebut orang Indonesia karena diluar negeri kita dinilai sebagai bangsa yang korup dan miskin, ternyata masih ada generasi muda yang bangga jadi orang Indonesia. Nelson Tansu bahkan menolak menjadi warga negara Amerika meski sudah disediakan gaji besar karena ia memenuhi syarat untuk itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia merasa sudah cukup dengan gaji yang diterimanya meski untuk ukuran jabatan Profesor di Amerika terbilang kecil sebab dia adalah profesor asing yang tinggal dan bekerja di negara Paman Sam itu. Ia juga menolak tawaran menjadi Guru Besar serta fasilitas menggiurkan di Turki, Cina, Jepang dan Taiwan karena ingin memperdalam risetnya dibidang Fisika Terapan guna mewujudkan cita-citanya meraih Hadiah Nobel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari kodratnya sebagai manusia yang banyak kekurangan. Nelson Tansu termasuk 'ajaib'! Dia tidak terbelenggu oleh nafsu untuk memiliki 'lebih' sebab baginya 'anugrah' itu sudah cukup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sini saya dapat menarik suatu konklusi bahwa didalam kemerdekaan itu ada tanggung jawab. Bukan melulu 'hak' yang sering dituntut dan digembor-gemborkan saat demontrasi. Tapi ada pula kewajiban. Bukan juga melulu 'nafsu' yang kerap kali 'kebablasan'. Tapi terdapat pula ibadah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah kewajiban kita semua memberi sumbangsih kepada negara yang tercinta ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DIRGAHAYU INDONESIA YANG KE-60 ! Maju sedikit tapi pasti. Huhuyyyy...!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;☼ y u n i s r i ■ Ngeblog @ 1:21 PM ♥&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15666044-112496921894728246?l=lomba-blogfam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://yunisri.blogspot.com/2005/08/terpana-oh-terpana.html' title='Entry 41 - Terpana Oh Terpana'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15666044/posts/default/112496921894728246'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15666044/posts/default/112496921894728246'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lomba-blogfam.blogspot.com/2005/08/entry-41-terpana-oh-terpana.html' title='Entry 41 - Terpana Oh Terpana'/><author><name>Blogger Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16854963728946061477</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15666044.post-112496775169921505</id><published>2005-08-25T23:12:00.000-07:00</published><updated>2005-08-25T04:16:54.770-07:00</updated><title type='text'>Entry 40 - Cerita Ibu Omi</title><content type='html'>Ditulis oleh : Poetry&lt;br /&gt;URL : http://poetryword.blogspot.com/2005/08/cerita-ibu-omi.html&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku punya cerita. Suatu masa yang tak akan pernah aku lupa.&lt;br /&gt;Aku dan beberapa teman datang untuk membina anak-anak yang putus sekolah disebuah kampung dipinggiran Jakarta.Berbekal sebagian ilmu yang kami miliki, kami mengajarkan bahasa inggris dan metematika. Jika uang kami lebih, maka kami bisa menyekolahkan seorang anak ke sekolah negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kampung itu ada seorang wanita tua yang sangat dicintai oleh seluruh penduduk, Ibu Omi namanya. Wanita paruh baya yang tidak begitu besar perawakanya, namun dari sinar matanya kau dapat mengetahui ketegasan hatinya. Kehidupan membawanya dan beberapa kawan-kawannya kepinggir kota. Sebuah tanah kosong milik pemerintah menjadi harapan baru baginya. Sedikit demi sedikit dibangunnya rumah dari kayu disana.&lt;br /&gt;Sederhana tujuannya, hanya bertahan hidup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ingat, tiap siang selesai kami negajar, kami berkumpul di rumah salah seorang warga. Disana kami disuguhi sayur asam hangat, ikan asin, sambal, lalapan, tempe, dan nasi putih. Bukanlah makanan yang mewah, tapi rasanya melebihi kenikmatan makan di hotel bintang lima. Mungkin karena suasana yang hangat dan sela tawa yang tak henti-henti membuat kami merasakan ketulusan dalam tiap butir nasi yang termakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada satu malam, aku menginap di kampung itu, keesokan paginya aku ada interview kerja di sebuah kantor yang lokasinya tidak jauh dari sana. Niatku hanya numpang tidur, tapi yang kudapat lebih dari itu. Betapa terharu dikala pagi hari aku terbangun dan mendapati tempat tidurku sudah terselimuti olah kelambu, dengan senyumnya aku mendapat kalimat â€ Mba Putrikan kulitnya halus, nanti kalo dinyamukin kasian. Kalo kami sudah kebalâ€ . Ternyata malam itu,dikala aku lelap tertidur, kelambu dipasangkan untuk sekedar melindungiku dari nyamuk. Oh Tuhan, ternyata masih ada keindahan hati dalam kesederhanaan. Keesokan harinya aku pergi interview, dan kantor itulah yang masih menjadi kantor tempatku bekerja sampai detik ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu aku dan teman-teman masih kuliah, kami masih punya banyak waktu diluar kampus. Sekarang kami sudah bekerja, waktu semakin sempit, tak terasa beberapa tahun sudah aku tak jumpa dengan Ibu Omi dan kawan-kawan lainnya. Tapi siang itu, diluar dugaan, Tuhan mempertemukan kami di gubuk pinggiran kali ciliwung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tangan tuanya yang keriput bukannya tidak bertenaga.&lt;br /&gt;Siang itu, Ia memelukku kencang. Dapat kurasakan tenaga yang sangat besar keluar dari tulang-tulangnya.Kurasakan luka besar terdapat dihatinya.Cerita yang mengalir membuat jantungku seakan berhenti berdetak. Kampung itu musnah sudah. Penggusuran dilakukan dalam gelapnya malam. Telah dibangun rumah susun tak jauh dari tempat tinggal mereka, mereka harus mau dipindahkan karena dianggap telah menduduki tanah milik pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tinggal dirumah susun bukanlah hal yang mereka tolak, tapi harga yang dipinta untuk dibayar untuk tiap unitnya adalah sebuat jumlah yang tak pernah bisa mereka penuhi. Hnaya dengan pakaian yang menempel dibadan, Ia dan kawan-kawannya mengungsi ke KOMNAS Perempuan. Disana mereka meminta bantuan. Beralaskan tikar dan beratapkan langit mereka tidur. Tapi kenyataan tak seperti yang mereka bayangkan. Bukan bantuan yang mereka dapat, melainkan pengusiran. Mereka diminta pergi dari kantor KOMNAS, hanya karena mereka telah mengganggu estetika kantor KOMNAS. Jika mereka tidak mau pergi, supply air akan dihentikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyedihkan melihat kenyataan bahwa Ibu Omi harus berjuang melawan negrinya sendiri, terlebih mendapat perlakuan seperti itu dari lembaga macam KOMNAS.&lt;br /&gt;Kenyataan ini membuatku bingung...Aku sunggunh tidak mengerti arti KEMERDEKAAN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;posted by Poetry01 at 9:25 AM&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15666044-112496775169921505?l=lomba-blogfam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://poetryword.blogspot.com/2005/08/cerita-ibu-omi.html' title='Entry 40 - Cerita Ibu Omi'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15666044/posts/default/112496775169921505'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15666044/posts/default/112496775169921505'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lomba-blogfam.blogspot.com/2005/08/entry-40-cerita-ibu-omi.html' title='Entry 40 - Cerita Ibu Omi'/><author><name>Blogger Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16854963728946061477</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15666044.post-112495042315240124</id><published>2005-08-25T23:11:00.000-07:00</published><updated>2005-08-25T03:27:25.070-07:00</updated><title type='text'>Entry 39 - Tentang Perayaan</title><content type='html'>Ditulis oleh : Novasyurahati &lt;br /&gt;URL : http://ceritanova.blogspot.com/2005/08/tentang-perayaan.html&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangun pagi, shalat Shubuh, trus buka-buka Kompas edisi kemarin (Sabtu, 13 Agustus 2005). Hmm.. suasana ‘Agustusan’ kental banget.. segala diwarnain merah-putih. Tulisan-tulisannya juga banyak bernuansa Indonesia merdeka. Uniknya, di suplemen “Fokus-Keindonesiaan” dibahas tentang masyarakat pedalaman di daerah perbatasan Indonesia-Malaysia, Indonesia-Philipina dan Indonesia-Papua Nugini yang nasibnya jauh dari perhatian pemerintah, boro-boro dapet fasilitas yang namanya pembangunan. Masyarakat pedalaman di perbatasan itu umumnya hidup miskin, sebagian besar berpenghasilan sebagai pebalok dan penyelundup kayu. Ada juga yang kerjanya menyelundup gula, beras dan bahan lain ke negeri tetangga itu. Alasannya cuma satu: mereka butuh uang untuk tetap bisa makan. Mereka akhirnya cuma bisa ngiri ngeliat tetangganya yang berada di kawasan negara sebelah, tapi bisa lebih makmur. Contoh di Ambalat, kawasan persengketaan Indonesia-Malaysia. Saat ini gak ada nelayan Indonesia yang bisa melaut di sana karena infrastrukturnya kurang, itu pun gak dapet bantuan dari pemerintah. Nelayan Indonesia cuma punya kapal kecil yang cuma muat dua awak sementara Malaysia punya kapal besar yang dilengkapi sonar pendeteksi ikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika baca koran tadi pagi, sempet ketiduran lagi (hehe.. maklum hari libur dan gak ada agenda lain..). Dan aku terbangun kaget karena mendengar nyanyian “Halo-halo Bandung” dari sebuah megaphone. Sempat kukira, OSKM udah mulai dan long march di Cisitu. Atau jangan-jangan anak mesin yang lagi di-os itu (hari geneehhh???!) mo long march juga lewat Cisitu. Ribut banget!!! Ternyata, nyanyian tersebut disusul dengan himbauan, “Kepada seluruh warga RW 11! Diharapkan partisipasinya dalam kerja bakti dalam rangka menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia!!” Huaahhh! Kirain apaan…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus terang, aku gak ikutan kerja bakti.. deadline tugas numpuk (deuu.. alesan!!). Jadi aku nyalakan komputer, buka media player, mainkan Padi, lalu mulai nulis ni blog (rencananya abis ini mo ngerjain skripsi..). Ketika mencoba me-review yang aku baca sebelumnya di koran, teriakan-teriakan himbauan itu berubah menjadi gelak tawa remaja-remaji (maksudnya remaja putra dan remaja putri) disertai celotehan, “Sumbangannya, Pak!” “Terima kasih, Teh!” “Bu.. sumbangannya, Bu!” Lhoo??! Sejak kapan kerja bakti pake minta sumbangan juga? OO… ternyata kerja baktinya dah selesai. Pemandangan depan kamarku (dari depan kamarku langsung keliatan jalan utama Cisitu Lama) berubah, yang tadinya terlihat bapak-bapak mengeruk selokan dan mengangkut sampah, kini jadi remaja-remaji dengan pakaian trendi menyodorkan kardus minta sumbangan dari siapapun yang lewat jalan itu. Sempet terdengar, “Sumbangan, Pak! Buat kegiatan 17-an..” OO (lagi).. buat 17-an? Aku tahu maksudnya untuk kegiatan meramaikan hari kemerdekaan Indonesia, tapi kok pake minta-minta ya?? Kemudian aku mencoba untuk berprasangka baik bahwa uang sumbangan itu nantinya akan disalurkan ke orang-orang yang membutuhkan. Disalurkan ke Aceh, misalnya, atau ke daerah-daerah pedalaman itu. Tapi prasangka baik itu nampak terkalahkan dengan realita yang terjadi selama ini; bahwa uang sumbangan itu memang digunakan untuk acara-acara meramaikan 17-an dengan berbagai lomba dan pentas musik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ironis. Ketika nasionalisme CUMA dilambangkan dengan hiasan pita dan bendera merah-putih serta panggung-panggung hiburan di kota-kota besar. Sementara kita mungkin menganggap saudara-saudara kita di pedalaman dekat perbatasan sebagai ‘penjual negara’ dengan kegiatan penyelundupan yang mereka lakukan, kita sebenarnya berlaku sebagai ‘penjual saudara’. Padahal mereka yang selama ini masih bertahan mengakui Indonesia sebagai bangsa mereka seharusnya jadi contoh nasionalisme yang sesungguhnya bagi kita. Meskipun, keperihan rasa ditelantarkan pemerintah dan saudara-saudara sebangsanya semakin lama semakin memarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan aku, adakah yang telah aku lakukan untuk kebaikan negeri dan bangsaku?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15666044-112495042315240124?l=lomba-blogfam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://ceritanova.blogspot.com/2005/08/tentang-perayaan.html' title='Entry 39 - Tentang Perayaan'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15666044/posts/default/112495042315240124'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15666044/posts/default/112495042315240124'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lomba-blogfam.blogspot.com/2005/08/entry-39-tentang-perayaan.html' title='Entry 39 - Tentang Perayaan'/><author><name>Blogger Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16854963728946061477</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15666044.post-112489301850289381</id><published>2005-08-25T23:10:00.000-07:00</published><updated>2005-08-26T02:51:21.120-07:00</updated><title type='text'>Entry 38 - Merdeka</title><content type='html'>Ditulis oleh : Aulya Fadla (siUUL)&lt;br /&gt;URL : http://aulya.fadla.or.id/2005/08/24/merdeka/&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://aulya.fadla.or.id/wp-gallery/20050817_3.jpg"&gt;&lt;br /&gt;photos by Dikhy Sastra &lt;a href="http://detik.com/"&gt;(DetikCom)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;60 tahun sudah cukup jadikan satu negara menjadi besar? blom? ndak tau - ndak ngerti… mengisi kemerdekaan? me hanya berperan sebagai warga negara yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dah pada tau, seperti apa indonesia - seperti apa rakyat nya? sebaiknya masing-masing kita berusaha menjalankan peran kita di tengah masyarakat sebaik mungkin. Jadi polisi jadi lah polisi yang baik, jadi guru jadi lah pendidik yang baik, jadi ibu jadi lah ibu yang baik… me? berusaha jadi anak yang baik buat orang tua…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;so - kita merdeka? dirgahayu tanah airku Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;peringatan lebih baik dari perayaan!! dengan peringatan hari kemerdekaan mudah2an kita sadar makna penting perjuangan, kita lanjutkan meski berbeda cara dengan pejuang masa kemerdekaan! bangsa yang besar, bangsa yang menghormati jasa penjuangnya/pahlawannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://aulya.fadla.or.id/wp-gallery/20050817_2.jpg"&gt;&lt;br /&gt;photos by Ahmad Zamroni &lt;a href="http://kompas.co.id/"&gt;(KCM)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kali ini banyak diwarnai aksi protes di seatero negeri, aceh bergolak reda setelah penandatanganan kesepakatan damai RI dan GAM dengan berbagai janji pemerintah terhadap ex anggota GAM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://aulya.fadla.or.id/wp-gallery/20050817_1.jpg"&gt;&lt;br /&gt;photos by Ahmad Zamroni &lt;a href="http://kompas.co.id/"&gt;(KCM)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stabilitas sosial politik, hankam dan ekonomi? huyah deh.. masih aja banyak kasus korupsi!!! heheh.. mulai nya sih kecil.. tapi lama2 jadi GEDE - males banget kan. tanpa sadar kita terus membudayakan itu. Namun hal terpenting yang perlu kita ingat, kita wajib mensyukuri atas apa yang telah ALLAH berikan kepada kita saat ini, manusia berencana, berusaha namun ALLAH yang menentukan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15666044-112489301850289381?l=lomba-blogfam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://aulya.fadla.or.id/2005/08/24/merdeka/' title='Entry 38 - Merdeka'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15666044/posts/default/112489301850289381'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15666044/posts/default/112489301850289381'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lomba-blogfam.blogspot.com/2005/08/entry-38-merdeka.html' title='Entry 38 - Merdeka'/><author><name>Blogger Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16854963728946061477</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15666044.post-112495000168034232</id><published>2005-08-25T21:00:00.000-07:00</published><updated>2005-08-28T21:22:14.500-07:00</updated><title type='text'>Entry 37 - Bersatu Kita Teguh</title><content type='html'>Ditulis oleh : Hendra&lt;br /&gt;URL : http://klomprangkentang.com/blog/comments.php?id=58_0_1_0_C&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://img.photobucket.com/albums/v84/hendra/phpmhotpr.jpg"&gt;&lt;br /&gt;    “Merdeka!!! Merdeka!!! Merdeka!!!”&lt;br /&gt;    “Merdeka ataoe mati!!!” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://img.photobucket.com/albums/v84/hendra/bendera_animasi.gif" align="left"&gt;Begitulah pekikan para pejuang yang dengan rela mengorbankan jiwa dan raganya demi mengusir penjajah yang bercokol di negeri yang dicintainya ini. Begitu semangatnya mereka bahkan tidak memperhatikan keadaan mereka masing masing, apakah harus terluka bahkan terkapar dan lebih parah lagi mati demi membela dan memperjuangkan kepentingan banyak orang dan mempersatukan Indonesia dan sekaligus membebaskannya dari penjajahan bangsa bangsa lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Read On...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Heran karena sebenarnya Indonesia pada saat itu terdiri dari berbagai kekuasaan kekuasaan daerah (kerajaan) yang sangat membanggakan bagi para putera daerahnya. Bahkan tidak jarang antar daerah kekuasaan atau kerajaan tersebut sering berperang antar sesamanya. Akan tetapi pada waktu waktu itu mereka dapat mengesampingkan ego kerajaannya dan menomorsatukan persatuan antar semua elemen masyarakat dan membentuk suatu negara baru; Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini suatu hal yang sungguh luar biasa karena Indonesia itu bukanlah sebuah daerah yang kecil. Bahkan yang lebih membanggakan lagi Indonesia itu begitu besar bahkan masuk dalam jajaran salah satu negara terbesar di dunia. Dan bukan hanya itu, Indonesia itu terdiri dari ribuan pulau yang notabene akan menyulitkan untuk terjalinnya suatu kerjasama ataupun komunikasi yang intensif antara rakyat yang berasal dari berbagai pulau yang berbeda. Adalah sangat sulit untuk mempertemukan orang Ambon dengan orang Batak dengan orang Bugis dan Jawa, apalagi dapat menyatukan pendapat untuk membentuk suatu kesatuan dari Sabang sampai Merauke. Sungguh bukanlah suatu pekerjaan yang gampang untuk dilakukan, terutama pada jaman itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persatuan yang membanggakan tersebut hanya dapat terjadi ketika mereka memiliki tujuan yang satu; KEBEBASAN. Tanpa tujuan yang satu maka mereka akan terpecah seperti perbahasa yang sering kita dengar semasa SD dulu, “Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh”. Terbukti dengan menghidupi tujuan mereka maka tidak ada yang dapat menghentikan mereka untuk mencapai tujuannya tersebut. Tujuan itu seakan sudah menjadi suatu hal yang sensitif yang akan diperjuangkan mati matian apabila ada orang yang menentangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seiring dengan berjalannya waktu dan pembangunan yang semakin berkembang dimana mana juga dengan banyaknya perkembangan teknologi dan zaman yang semakin berubah, demikian juga semangat yang tertanam di hati rakyat Indonesia sekarang ini. Enam puluh tahun semestinya menjadikan kita semakin dewasa dalm berpikir dan bertindak. Semakin banyak kesalahan yang kita perbuat seharusnya semakin memperbanyak kesempatan bagi kita untuk menjadi pintar karena telah belajar dari kesalahan tersebut. Kita menyadari bahwa semua bangsa di dunia ini juga seringkali melakukan kesalahan dalam menjalankan pemerintahannya. Seperti Jerman, China, Jepang, dan mungkin semua bangsa lain di dunia juga melakukannya. Akan tetapi negara negara ini dapat melewati masa masa tersebut karena mereka belajar dari kesalahan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah enampuluh tahun “merdeka”, Indonesia belum sepenuhnya merdeka dan dapat membangun negaranya dengan baik. Memang baik itu adalah relatif dan banyak yang berkata bahwa apa yang kita miliki sekarang adalah baik dan patut kita syukuri. Memang benar juga, dibandingkan bebrapa negara lain kita jauh diatasnya, akan tetapi dibandingkan dengan sumberdaya yang kita miliki (sumber daya alam dan manusia) maka apa yang kita miliki sekarang ini tidak ada sepersepuluhnya dari yang sepatutnya kita seharusnya sudah punyai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah yang sebenarnya kita hadapi adalah kita tidak punya tujuan yang sama sehingga sangat sulit untuk memajukan Indonesia ini. Sebagai seorang pengusaha mungkin tujuannya adalah untuk mendapatkan keuntungan sebesar besarnya, tanpa peduli bagaimana jalannya dan apa dampaknya bagi negara, rakyat, dan hukum yang berlaku, apakah harus menyogok dan menipu yang terpenting harus jadi kaya. Sebagai politisi juga mempunyai tujuan bagaimana supaya bisa punya mobil mewah, rumah miliaran rupiah, jalan jalan ke luar negeri gratis bersama keluarga dengan dalih bermacam macam ataupun dibayar mahal untuk setiap kali rapat dan juga menuntut tunjangan tunjangan yang sebenarnya sangat tidak penting dan tidak urgent bagi mereka tanpa harus banyak berbuat untuk bangsa dan negara. Di lain pihak guru juga bekerja mati matian bahkan kalo bisa mengajar di dua atau tiga tempat sekaligus agar dapat memenuhi kebutuhannya tanpa juga memperdulikan kepentingan siswanya atau melngawasi perkembangan mereka. Atau Pak Polisi yang sibuk “mengawasi” jalan raya manatau ada “pelanggar” yang dapat ditilang atau “bekerjasama” untuk menitipkan ”tilangnya” pada Pak Polisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada yang terlalu mempedulikan apakah yang akan menjadi dampak dari semua kegiatan mereka tersebut. Tidak ada yang mau tahu apakah anaknya nantinya akan hidup dalam dunia yang telah dibuatnya menjadi neraka tersebut. Semua orang hanya berpikir tentang dirinya sendiri dan bagaimana dapat mencapai tujuan pribadi tanpa memperhatikan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah jauh lebih sulit sekarang untuk mempersatukan rakyat Indonesia daripada enampuluh tahun lalu. Jangan salahkan apabila banyak bangsa lain dengan gampangnya “menjajah” Indonesia kembali dan kita kembali tidak mempunyai identitas yang kuat selain negara terkorup di dunia. Sungguh adalah suatu ironi, terutama setelah negara negara di dunia mengakui bahwa dulu kita hanya dengan modal dengkul dan bambu runcing berani mengusir orang orang bersenjata lengkap, tank, latihan perang yang intensif dan kelihaian dalam strategi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapankah Indonesia menjadi dirinya sendiri, memikirkan semua elemen masyarakatnya dan menyatukan tujuan untuk memajukan bangsanya sehingga dapat “berbicara” lebih lagi di tingkat internasional, sehingga orang dari luar tidak akan bertanya kepada kita,”Which part of bali is Indonesia?” atau kira kira berarti “Indonesia itu bagian mananya Bali?”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marilah generasi muda, singsingkan kembali lengan bajumu untuk bahu membahu membangun Indonesia. Ingat musuh terbesar kita adalah diri kita sendiri, yaitu keinginan kita untuk memperoleh semua impian kita tanpa mempedulikan efek dan dampaknya bagi seluruh bangsa Indonesia. Apabila masing masing dari kita mengalahkan dirinya sendiri, maka itulah saatnya kita akan bisa bersatu kembali untuk membangun negara ini. Dirgahayu 60 tahun Negeriku Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merdeka!!! Merdeka!!! Merdeka!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15666044-112495000168034232?l=lomba-blogfam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://klomprangkentang.com/blog/comments.php?id=58_0_1_0_C' title='Entry 37 - Bersatu Kita Teguh'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15666044/posts/default/112495000168034232'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15666044/posts/default/112495000168034232'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lomba-blogfam.blogspot.com/2005/08/entry-37-bersatu-kita-teguh.html' title='Entry 37 - Bersatu Kita Teguh'/><author><name>Blogger Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16854963728946061477</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15666044.post-112485873447793247</id><published>2005-08-24T23:36:00.000-07:00</published><updated>2005-08-24T22:56:19.893-07:00</updated><title type='text'>Entry 36 - Bunda dan Indonesia</title><content type='html'>Ditulis oleh : Firda.&lt;br /&gt;URL : &lt;a href="http://dikanada.blogspot.com/2005/08/bunda-dan-indonesia.html"&gt;http://dikanada.blogspot.com/2005/08/bunda-dan-indonesia.html&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesudah bunda meninggal dunia dua tahun yang lalu, terus terang rasa cinta saya terhadap Indonesia jadi pudar. Bunda, semasa hidupnya, memiliki semangat patriotisme dan nasionalisme yang tinggi. Beliau percaya bahwa rakyat Indonesia tidak akan pernah bisa dibodohi oleh pemerintah. Beliau juga tidak pernah absen menonton Thomas dan Uber Cup di TV dan selalu menyemangati tim Indonesia dari depan TV meskipun mereka tidak bisa mendengarnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bunda meninggal setelah rumah sakit menolak untuk merawatnya di ICU lebih lama karena kami tak sanggup lagi membayar biaya perawatan ICU yang besarnya 3 juta per hari. Beliau meninggal di kamar kelas tiga, dimana para dokter dan perawat hanya mau datang bila tidak ada pasien di kelas lebih tinggi yang membutuhkan mereka. Bahkan sesudah bunda berhenti bernapas, butuh waktu hampir 10 menit sebelum dokter dan perawat mulai berdatangan untuk memberi pertolongan. Tapi semua sudah terlambat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesudah bunda meninggal, saya jadi benci Indonesia. Bunda warganegara yang baik. Kenapa harus diperlakukan seperti itu di akhir hidupnya? Kenapa nyawanya jadi begitu tak berharga hanya karena keluarga bunda tidak punya banyak uang? Kenapa? Tapi jawabannya tak kunjung datang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan ini genap dua tahun sejak bunda meninggal. Selama dua tahun, saya mencoba untuk menerima kematian bunda sebagai ajal dan berhenti menyalahkan sistem pelayanan kesehatan di Indonesia. Saya mencoba untuk percaya bahwa bunda sekarang berada di tempat yang jauh lebih baik dari negara manapun yang ada di dunia ini. Dan saya pun mencoba untuk mencintai Indonesia lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah lebih dari satu tahun saya tinggal di Kanada. Salah satu keinginan bunda sebelum beliau meninggal adalah supaya saya bisa pindah ke negara barat. Bukan karena bunda benci Indonesia, tapi karena bunda sangat mencintai saya, anak perempuannya yang semata wayang, yang jalan pikirannya sulit dipahami dan karenanya sering disalahpahami. Bunda pikir orang di negara barat akan lebih memahami jalan pikiran saya dan saya akan merasa lebih bahagia di sana. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bunda benar. Saya merasa bahagia di sini. Suami saya yang orang Kanada adalah orang yang paling memahami jalan pikiran saya dan saya tidak lagi selalu disalahpahami. Dan yang lebih penting lagi, saya tak lagi membenci Indonesia. Saya hanya mengharapkan yang terbaik bagi tanah kelahiran saya supaya kedua keponakan kecil saya di Indonesia bisa mendapatkan masa depan yang cerah. Saya yakin bunda mempunyai harapan yang sama. Saya juga berharap semoga sistem pelayanan kesehatan di Indonesia bisa dibenahi agar pengalaman pahit keluarga saya selama bunda berada di rumah sakit hingga akhir hayatnya tidak terulang lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya rindu Indonesia. Saya rindu masakan Indonesia. Panjang umur, Indonesia!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;posted by Firda @ 8:39 AM&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15666044-112485873447793247?l=lomba-blogfam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://dikanada.blogspot.com/2005/08/bunda-dan-indonesia.html' title='Entry 36 - Bunda dan Indonesia'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15666044/posts/default/112485873447793247'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15666044/posts/default/112485873447793247'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lomba-blogfam.blogspot.com/2005/08/entry-36-bunda-dan-indonesia.html' title='Entry 36 - Bunda dan Indonesia'/><author><name>Blogger Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16854963728946061477</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15666044.post-112485899919959162</id><published>2005-08-24T23:35:00.000-07:00</published><updated>2005-08-24T22:53:52.893-07:00</updated><title type='text'>Entry 35 - Rumah Baru Bapak</title><content type='html'>Ditulis oleh : Gredika.&lt;br /&gt;URL : &lt;a href="http://daunlontar.blogspot.com/"&gt;http://daunlontar.blogspot.com/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'bapak mau renovasi', demikian bapak memberiku kabar sebulan lalu. sebuah kabar yang lantas mengusik hati sehingga membersitkan keinginan untuk bisa segera pulang, sekalian menengok rumah baru bapak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'rumah ini sudah tua. sudah hampir tigapuluh tahun umurnya. semua gentengnya sudah lapuk. catnya apalagi. sudah pudar. temboknya juga sudah banyak yang ngelotok', demikian alasan bapak. 'lagipula mumpung sedang ada rejeki', tambahnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;akhirnya rencana bapak berjalan. setiap minggu pagi aku menelepon bapak, bertanya perkembangan apa yang sudah dicapai dalam perbaikan rumahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pada minggu pertama, -kata bapak, dia sudah membeli batu bata, minggu berikutnya satu truk genteng press dikirim langsung dari soka-kebumen. lalu berpuluh kotak lantai keramik putih, satu colt penuh sak semen. dan juga kayu-kayu balok. iseng-iseng aku bertanya, 'rumahnya nanti mau dibikin model apa?'. kata bapak, 'model spanyol'. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mendengarnya lantas membuatku tertawa. sebab rumah kami di kampung. termasuk wilayah sebuah kecamatan di kabupaten tegal. kecamatan pertama yang ditemui ketika memasuki wilayah tegal dari arah purwokerto. tempat yang masih banyak dikelilingi pohon jati. industri yang ada dan berjalan setiap hari hanyalah usaha pembakaran batu kapur, itupun milik orang-orang di seberang desa. apalagi bapak cuma seorang guru yang sebentar lagi pensiun.. lalu darimana bapak tahu rumah model spanyol?. aku menebak, mungkin dari sinetron yang ditayangkan tipi-tipi swasta. dan aku semakin ingin pulang. satu-satu karena rindu ibu dua-dua sebab rindu bapak. tiga-tiga rindu adik-kakak.. satu-dua-tiga karena penasaran pada bentuk rumah baru tempat tinggal mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;minggu berikutnya, rumah bapak sudah dibongkar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;minggu berikutnya lagi rumah bapak sudah mulai dibangun kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tiga minggu kemudian rumah bapak selesai direnovasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tepat di hari kemerdekaan republik indonesia. hari yang sudah pasti libur itu, dan kebetulan sedang jatuh di hari sabtu. kali ini aku menunda keinginan untuk berlibur ke luar kota. aku memutuskan untuk mengambil cuti di hari jum'at dan langsung pulang ke kampung. pada kamis sorenya. perjalanan malam dengan bus antar kota, dimulai rute solo-jogja kemudian jogja-purwokerto lalu purwokerto-tegal, menjadi rute yang amat melelahkan.. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lewat tengah malam, tibalah aku di rumah. peluk cium kerinduan menjadi sambutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;betul. rumah bapak memang lain dengan yang dulu. lantainya tidak lagi semen hitam. sekarang memakai keramik putih mengkilap. memang ukuran ruang tamu sekarang lebih kecil. tetapi ruang keluarga malah menjadi besar. sayang, badanku masih merasa letih. 'besok saja mengobrol dengan bapak tentang rumah barunya', kataku sembari pamit beristirahat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pagi-pagi, setelah sholat shubuh, aku kemudian mandi. wah, ternyata kamar mandinya juga lain. bak, lantai juga dinding semuanya sudah dikeramik. dapur tempat ibu memasak juga sudah bisa dibilang layak. 'he.. he.. ibu pasti semakin betah memasak. nanti masak apa ya? pasti soto sambal tauco', batinku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;selesai berbaju, aku membawa segelas kopi ke teras depan. tidak berapa lama bapak menemaniku minum kopi. seperti biasa, setiap ada kesempatan bertemu, bapak menanyaiku tentang macam-macam. mulai dari pekerjaan. tentang rencana masa depan. tentang ini tentang itu dan tentang lain sebagainya. ketika aku mengabari bahwa aku tidak lolos seleksi penerimaan pegawai negeri, bapak tertawa miris. 'mungkin kamu juga kurang berdoa', katanya. dan aku cuma tersenyum saja..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;obrolan kami menjadi semakin seru. apalagi kalau bukan soal tentang rumah baru bapak?. sebenarnya dalam hati aku bertanya darimana bapak mendapatkan dana untuk merenovasi rumah. sebab setahuku panen padi musim kemarin gagal total. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'semuanya habis berapa pak?, tanyaku. dan bapak menjawab dengan menyebutkan deretan angka. 'wah... uang darimana sebanyak itu?', sambungku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'dapat kredit di bri. lumayanlah. mudah-mudahan dua tahun juga sudah bisa lunas. insyaallah', jelasnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'eh, ini kayunya dari jati semua lho', kata bapak memamerkan jendela ruang tamunya. 'kayu usuknya juga', sambungnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'wah.. jati kan mahal pak', tukasku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'itu kalau kita beli di depot kayu. tapi ini bapak beli dari orang kampung. satu balok besar cuma tigapuluhan ribu saja. sekarang kan mereka bebas menebangi pohon di hutan seenaknya', papar bapak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'lho.. apa nggak ditangkapi petugas?', tanyaku heran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'wah, orang jaman sekarang. sekali merdeka ya maunya merdeka sekali', bapak menajutkan. 'kata orang kampung, pohon-pohon di hutan ini dulu kakek-buyut mereka yang merawatnya. apalagi sekarang jaman reformasi, jadi kita bebas berbuat sesuka hati. kalau petugas perhutani melakukan operasi dan beberapa penduduk ditangkapi, besoknya mobil dinas perhutani pasti dibakar', kata bapak panjang lebar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'nanti bapak ikut ditangkap lho', sahutku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'kalau dipakai untuk rumah sendiri itu nggak papa. lain kalau kemudian kita menjualnya lagi. apalagi satu truk. yah. itu nanti bisa ditangkap. lagipula. kayunya khan sudah dipakai. mana mungkin diusut?', tambah bapak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'tapi sekarang hutan sebelah desa jadi gundul', sesal bapak. 'tapi ya gimana lagi. musim kering begini. penduduk desa juga nggak bisa ke sawah. akhirnya ya. maling jati saja', tambah bapak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'ngomong-ngomong, ini tho pak yang disebut model spanyol?', tanyaku sembari mengamat-amati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'iya. spanyol itu khan separo nyolong', kata bapak sambil tersenyum geli. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'oh', kataku melongo paham. sejenak, kami pun tertawa bersama -benar-benar akrab, sembari menikmati segelas kopi dan sepiring pisang goreng. layaknya menikmati kemerdekaan sebuah negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;pinggiran solo, sebuah agustus tahun duaribu.&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15666044-112485899919959162?l=lomba-blogfam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://daunlontar.blogspot.com/2005/08/rumah-baru-bapak.html' title='Entry 35 - Rumah Baru Bapak'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15666044/posts/default/112485899919959162'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15666044/posts/default/112485899919959162'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lomba-blogfam.blogspot.com/2005/08/entry-35-rumah-baru-bapak.html' title='Entry 35 - Rumah Baru Bapak'/><author><name>Blogger Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16854963728946061477</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15666044.post-112488196263314789</id><published>2005-08-24T23:34:00.000-07:00</published><updated>2005-08-24T22:48:51.966-07:00</updated><title type='text'>Entry 34 - United Colours of "Merah Putih" Ditambah Gelap-gelapan</title><content type='html'>Ditulis oleh : Lili&lt;br /&gt;URL : http://mifamilia-titipan-allah.blogspot.com/2005/08/united-colours-of-merah-putih-ditambah.html&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meminjam slogan dari salah satu brand ternama, kali ini Ummi mencoba mencocokkan judul yang sudah dibuat dengan tema "Kemerdekaan Indonesia yang ke-60 tahun"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemarin tanggal 17 Agustus 2005, bangsa Indonesia merayakan Hari Kemerdekaannya yang ke-60 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beragam penjajah datang ke negeri kita, ada bangsa Belanda, Portugis dan juga Jepang. Tetapi yang menempati record terlama menjajah negara kita adalah Bangsa Belanda, yang konon katanya menjajah negara kita selama 350 tahun (3 setengah abad). Betulkah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahukah teman? Ternyata selama ini Belanda tidak mengakui Hari Kemerdekaan Indonesia yang notabene jatuh pada tanggal 17 Agustus 1945. Selama 59 tahun mereka tidak menyetujui bahwa tanggal 17 Agustus 1945 dan tahun-tahun berikutnya adalah Hari Kemerdekaan Indonesia seutuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pihak Belanda bertahun-tahun menganggap bahwa Hari Kemerdekaan Indonesia yang sesungguhnya adalah tanggal 19 November 1949.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun kenyataan yang terjadi pada tahun ini sangat berbeda, akhirnya mereka mengakui bahwa Hari Kemerdekaan Indonesia diperoleh pada tanggal 17 Agustus 1945. Hal ini ditegaskan dengan hadirnya Menteri Luar Negeri Belanda di Istana Negara kemarin untuk mengikuti Upacara Bendera. Wow, 60 tahun untuk sebuah pengakuan merupakan penantian yang panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaannya, apakah hanya Belanda saja yang sebelumnya tidak mengakui? Hal ini Ummi coba tanyakan kepada teman-teman agar teman-teman dapat urun rembuk di postingan kali ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daripada susah-susah memikirkan jawabannya, Ummi akan menceritakan pengalaman pertama Fawwaz melewatkan peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia di sekolahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manis-manis asam. Itulah kesan Fawwaz tentang pengalaman pertamanya merayakan Hari Kemerdekaan Indonesia di sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesan Manis.&lt;br /&gt;Sedari pagi Fawwaz bersemangat sekali, karena dia akan memakai baju berwarna merah dan putih sebagai seragam untuk ke sekolah. Fawwaz sudah tahu kalau semua teman-temannya juga akan memakai baju yang berwarna sama seperti warna yang ia pakai hari itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggal 17 Agustus kebetulan jatuh sebagai hari libur nasional, karena itu sekolah Fawwaz akan memperingati Hari Kemerdekaan bersama teman-teman sekolah pada esok harinya yaitu hari Kamis, tanggal 18 Agustus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar di bawah adalah suasana pagi hari menjelang kelas dimulai, semua berkumpul di kelas dan bernyayi dahulu sebelum memulai pelajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://photos23.flickr.com/35023625_8ddf26a9a8.jpg" width="460" lenght="335"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesempatan ini tidak Ummi sia-siakan, langsung Ummi foto mereka yang sedang bersiap menyanyi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, dari foto inilah muncul judul di atas. Teman-teman sekolah Fawwaz berasal dari berbagai negara, ada Alex yang berasal dari Jerman, ada Jennifer dari Australia, ada Jasmine dari Venezuela, ada Shaquille dari Kemang, dan banyak lagi. Kalau Fawwaz asalnya dari Tanjung Barat..he.he..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fawwaz kebetulan bersekolah di Australian Pre-School, Kemang Timur. Karena itu teman-teman sekolah Fawwaz beraneka suku bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seru sekali, melihat anak-anak dari belahan benua yang lain, ikut gembira merayakan Hari Kemerdekaan Bangsa Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jiwa anak-anak begitu polos, tidak ada kata tidak menyetujui atau disapproval pada tanggal 17 Agustus. Mereka begitu tulus mengikuti dan merayakan Hari Kemerdekaan Indonesia ini dengan perasaan senang dan gembira.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah pelajaran inti, pihak sekolah sepakat mengadakan perlombaan-perlombaan untuk anak-anak yang akan dimulai pada pukul 10 pagi. Perlombaan pertama, yaitu membuat bak mandi dari mangkuk plastik, lalu ditempel digabus putih dan diwarnai merah dan putih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tibalah waktunya pada perlombaan yang pertama. Fawwaz langsung menggunting mangkuk plastik yang ada di depannya, Fawwaz mahir sekali menggunakan gunting. Setelah selesai, dia langsung menempelkan mangkuk plastik itu di atas gabus putih yang telah disediakan. Dan setelah itu siap diberi warna dengan cat air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kira-kira setelah perlombaan berjalan selama 10 menit, tiba-tiba byaaarrr pet. Listrik padam. Ada beberapa anak yang lansung menangis dan ada juga yg memanggil-manggil nama ibunya, termasuk Fawwaz. "Ummi, Ummi, di mana kau?" Walaupun suasana di dalam kelas gelap gulita, namun kedengaran berisik sekali dengan suara anak-anak yang menangis dan berteriak-teriak. Ummi jadi geli sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pihak sekolah berusaha menyalakan listrik dengan menggunakan generator, tetapi nampaknya kurang berhasil, karena ternyata belt untuk generatornya putus. Ya sudah, akhirnya kegiatan perlombaan dihentikan dan dipersilahkan acara bebas dahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami menunggu cukup lama, namun listirk belum nyala juga. Akhirnya Fawwaz dan anak-anak yang lain berkumpul di area "Parent's Room", karena di sana ada kaca jendela yang cukup besar di mana sinar matahari yang masuk dapat menerangi ruangan tersebut. Di ruang kelasnya sih banyak juga jendela-jendela besar, tetapi saat itu agak mendung, dan sekolah Fawwaz agak turun kebawah, jadi sisa dari sinar matahari yang masuk tidak banyak membantu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://photos21.flickr.com/35023622_73a8b3fe30.jpg" width="460" length="202"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ummi sengaja tidak menggunakan blitz saat foto "Parent's Room" agar terlihat suasana yang temaram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arena di luar sekolah sebetulnya cukup besar, namun karena kemarin hujan besar dari sore hingga malam, maka tanah di halaman sekolah masih agak becek. Jadi tidak bisa digunakan untuk bermain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampailah pada waktu pulang yaitu jam 11.30. Listrik belum menyala juga. Akhirnya pihak sekolah menyerah dan mempersilahkan anak-anak dan orang tua yang mengantar untuk pulang. Wah, asem bangetkan? Hari yang ditunggu-tunggu oleh Fawwaz berakhir dengan kegelapan. Lucu juga kalau dijadikan bahan kenangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siaran Radio di mobil mengumumkan bahwa pada tanggal 18 Agustus 2005 telah terjadi listrik padam secara mendadak se-Jawa, Bali dan mungkin akan menyala sekitar 3 jam-an lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama jalan pulang, macet terjadi di mana-mana. Ummi putar-putar, keluar masuk jalan tikus tetap saja terjebak macet. Hal ini karena semua lampu merah ikut mati total. Karena cukup lama di jalan, Fawwaz sampai tertidur di dalam mobil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, setelah sampai di rumah ternyata listrik sudah menyala kembali. Dan perkiraan listrik akan padam selama 3 jam tidak terbukti. Syukurlah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah hasil karya Fawwaz yang belum terselesaikan. Tidak ada satupun yang keluar sebagai pemenang perlombaan, wong lombanya berhenti setengah jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://photos23.flickr.com/35023623_ea11349c35.jpg" width="460" length="150"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadian listrik padam mendadak sehari setelah Hari Kemerdekaan Indonesia yang ke-60 cukup ironis. Usia 60 tahun tidaklah muda lagi, tetapi kesadaran bangsa Indonesia yang katanya adalah Negara Besar belumlah bangkit. Roda yang berputar masih berjalan sangat lambat, kapan yah listrik bisa stabil? Kapan yah koruptor-koruptor di Negara ini akan terkikis? Kapan-kapan. Jawaban yang sangat klise.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Listrik mau stabil? Nih lihat saja, betapa semrawutnya kabel-kabel listrik yang ada di Jakarta. Urusan kabel listirk saja belum selesai-selesai, apalagi urusan yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://photos22.flickr.com/35023624_84d2e5e18e_m.jpg"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yo wis, pusing tujuh keliling kalau memikirkan bangsa kita sekarang ini. Mendingan kita berubah sejenak seperti Fawwaz dan teman-temannya. Walaupun kegembiraan mereka teraniyaya gara-gara listrik padam, namun mereka semua tetap bersemangat. Kemerdekaan bukan hanya milik bangsa Indonesia, tetapi seluruh Bangsa di dunia. Karena itu United Colours of "Merah Putih" yang dipersembahkan oleh Fawwaz dan teman-temannya akan tetap membara, "MERDEKA"!!!!, Love and Peace around the world.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://photos21.flickr.com/35023621_5ffe1295b5.jpg" width="460" length="346"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Note: Postingan ini ikut serta dalam lomba posting menyambut Hari Kemerdekaan RI yang diadakan oleh Forum BlogFam. Click banner pada sidebar. Karena itu Ummi minta doa dan dukungannya. Mohon maaf kalau ada penulisan kata yang salah. Terima kasih semua.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15666044-112488196263314789?l=lomba-blogfam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://mifamilia-titipan-allah.blogspot.com/2005/08/united-colours-of-merah-putih-ditambah.html' title='Entry 34 - United Colours of &quot;Merah Putih&quot; Ditambah Gelap-gelapan'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15666044/posts/default/112488196263314789'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15666044/posts/default/112488196263314789'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lomba-blogfam.blogspot.com/2005/08/entry-34-united-colours-of-merah-putih.html' title='Entry 34 - United Colours of &quot;Merah Putih&quot; Ditambah Gelap-gelapan'/><author><name>Blogger Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16854963728946061477</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15666044.post-112488232465036725</id><published>2005-08-24T23:33:00.000-07:00</published><updated>2005-08-24T22:57:58.643-07:00</updated><title type='text'>Entry 33 - tujuh.belas.makna</title><content type='html'>Ditulis oleh : Nara&lt;br /&gt;URL : http://pyurio.blogspot.com/2005/08/tujuhbelasmakna.html&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aduh itu gua masih sakit nih."&lt;br /&gt;"Hayo kemaren malem ngapain?" Tanya salah satu teman saya dengan nada becanda.&lt;br /&gt;"Nggak, gua ngelakuinnya siang siang koq."&lt;br /&gt;"Siang ... siang? Dimana emangnya?"&lt;br /&gt;"Di jalan? Di mana lagi?"&lt;br /&gt;"Hah ... elu di jalan ..."&lt;br /&gt;"naik sepeda." Ujar saya menyelesaikan ucapannya.&lt;br /&gt;"Oh ..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tanggal tujuh belas agustus dua ribu lima, Nara menemukan bahwa sepeda bukanlah alat transportasi yang bersahabat dengan bokong (dan pada saat yang sama pula dia melupakan bahwa Universitasnya mengadakan upacara bendera). Sakitnya masi kerasa sampai lima-enam puluh jam kedepan, cukup untuk membuatnya berjanji nggak lagi bersepedaan sampai sejauh itu lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kompleks terdapatlah lomba-lomba kecilan yang diadakan oleh rukun tetangga. Salah satu event penutup adalah pembantaian Piñata (baca: Pinyata dan jangan di kacaukan dengan Pindakas) berbentuk kembang merah putih, yang entah kenapa, saya merasa adegan ketika para bocah bocah cilik mengoyak-mengoyak barang itu untuk mengambil isinya cukup kejam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada berita lainnya (yang masih berhubungan namun), saya temukan bahwa tujuh belas Agustus nampaknya tidak se-semarak tahun-tahun lalu, gak ada lagi ikut konser konser nyanyi gebyar-gebyar pelangi jingga sampai saya nangis-nangis gak jelas, gak ada lagi lomba-lomba yang "WAH". Dapat di mengerti memang, Dengan kondisi keuangan seperti sekarang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua terasa seperti hari hari biasa, tidak ada perbedaan, jalanan lebih sepi memang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari situ saya jadi mikir, apa Tujuh belas Agustus masih mempunyai makna? Kalau iya ... apa dong jadinya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Alah Cuma, hari kemerdekaan doang” teringat oleh saya, ujaran salah satu dari teman saya, yang saya tanggapi dengan tatapan tajam. Dalam segala keseriusan, tanpa kemerdekaan kita akan masih tinggal di sebuah negara yang bernama “Ost Indie” dan apa yang saya tulis sekarang mungkin bukan dalam bahasa Indonesia, namun dalam sebuah bahasa kreol Belanda bernama "Indiaan" (yang bagi seorang pengagum bahas terkonstruksi, akan menjadi subjek yang cukup menarik namun untuk di reka-reka, tapi sekarang bukan waktunya untuk itu). Dan masyarakat kita masih berjuang melawan tirani minoritas nekolim seperti yang pernah dilakukan oleh salah satu negara di Afrika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman saya itu lalu menyatakan ketidak setiannya terhadap bangsa, dan dilanjutkan dengan keluh-kesah atas kenapa ia tidak kerasan di tanah air tentang rakyatnya, lingkungannya (salah satunya adalah perihal suhu, yang saya sendiri temukan cukup bertentangan dengan kenyataan yang ada sekarang ini dimana saya menggigil kedinginan walaupun tidak ada pendingin udara menyala di kamar saya)(pun saya setuju dengan apayang ia nyatakan tentang kurangnya kedisiplinan masyarakat Indonesia yang pada akhirnya menyebabkan rusaknya lingkungan), pemerintahannya dan segala aspek lainnya yang bisa di hujat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bohong kalau saya bilang saya nggak pernah merasa sebal dengan negara ini sama seperti masa-masa saya mempunyai prasangka negatif terhadap salah satu kelompok masyarakat di dunia (walaupun itu mungkin karena pengartian sepihak saya akan dogma yang diajarkan kepada saya sepanjang sya hidup). Saya menemukan bahwa pada dasarnya yang saya benci itu bukanlah keseluruhan kelompok masyarakat itu namun pada segelintir anggotanya (yang disetujui oleh konsensus general untuk dibenci).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula dengan Indonesia, bukan salah Indonesia kalau masih banyak masyarakatnya ga disiplin dan tak peduli lingkungan, bukan salah Indonesia kalau masih banyak masyarakatnya hidup di dalam ke-prasejahteraan, bukan salah Indonesia kalau mentalitas bangsanya turun ke dalam derajat materialisme yang cukup rendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia gak punya salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ngeliat semua ini, kita boleh aja udah enam puluh tahun berjalan tanpa ada yang menginterferensi pemerintahan kita secara eksplisit dan kita boleh saja sudah mempunyai status merdeka dan berdiri sendiri tanpa menjadi sebuah koloni atau negara persekemakmuran, tapi ... sudah kah kita benar-benar merdeka? Merdeka dari semua masalah? Kemiskinan, perpecahan, perusakan lingkungan, dan masalah-masalah lainnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi ... apa makna dari tujuh belas Agustus?&lt;br /&gt;Seperti kata emak saya, bagi anak-anak kecil seperti Dipta, tujuh belas agustus adalah masa dimana mereka bisa libur dari kepenatan sekolah dan berlomba dengan permainan perminan kecil. Bagi veteran dan para pejuang seperti Opa Kartono, adalah waktu dimana dia bisa mengenang bagaimana beliau melewati masa masa perang dan pergumulan. Bagi para penjual adalah masa dimana mereka bisa mencari untung lewat menjual bendera (yang saya menyesal karena lupa membeli satu bendera kecil untuk dipasang di antena mobil emak) Bagi sebagian sisanya hanyalah sebuah hari biasa yang dimana mereka bisa libur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi saya dan orang lainnya yang peduli? Tujuh belas agustus adalah hari dimana Indonesia masih bisa, untuk kesekian kalinya, tetap berdiri, walaupun tidak tegar, menghadapi segala masalahnya. Adalah hari dimana kita yang masih peduli untuk memperingati bahwasanya perjuangan kita belum selesai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JAYALAH INDONESIA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan lampu pun tiba tiba mati, hadiah tujuh belas agustus dari Perusahaan Listrik Negara.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15666044-112488232465036725?l=lomba-blogfam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://pyurio.blogspot.com/2005/08/tujuhbelasmakna.html' title='Entry 33 - tujuh.belas.makna'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15666044/posts/default/112488232465036725'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15666044/posts/default/112488232465036725'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lomba-blogfam.blogspot.com/2005/08/entry-33-tujuhbelasmakna.html' title='Entry 33 - tujuh.belas.makna'/><author><name>Blogger Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16854963728946061477</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15666044.post-112491111526713253</id><published>2005-08-24T23:32:00.000-07:00</published><updated>2005-08-24T12:54:43.656-07:00</updated><title type='text'>Entry 32 -  Pesta Rakyat, Setelah Bertahun-Tahun Tanpa Arti</title><content type='html'>Ditulis oleh : Tria&lt;br /&gt;URL : http://v3a.blogspot.com/2005/08/pesta-rakyat-setelah-bertahun-tahun.html&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu gw kecil, libur 17 Agustus selalu gw sambut antusias. Di kompleks tempat gw tinggal, 17-an diisi acara bazaar aneka makanan, lomba-lomba dan pentas seni di malam harinya. Sejak sebulan sebelumnya aneka kejuaran olahraga juga digelar, ada tenis meja, volley ball, bulutangkis dan sepakbola.&lt;br /&gt;Lucunya, setiap tambah tahun acara 17-an semakin nggak ada maknanya di hati gw. Semakin kesini libur 17-an buat gw jadi sekedar tanggal merah. Apalagi pas udah kerja, libur 17-an cuma sekedar libur buat rehat doang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun lalu gw ngerayain 17 Agustusan di kompleks perumahan gw di Bekasi. Suasana 17-an masih terasa, tapi jauh lebih sepi dibanding waktu di Bandung dulu. Pagi-pagi nemenin anak ikut sepeda santai, malamnya nyanyi-nyanyi. Biasa aja rasanya. Walaupun ada pesta nyanyi-nyanyinya tapi kesan yang tertinggal ya sekedar pesta, bukan pesta kemerdekaan.&lt;br /&gt;Kenapa ya waktu kecil gw selalu nunggu libur 17-an dan sekarang nggak lagi? Apa karena waktu kecil gw sendiri masih bisa ikut aktif di lomba-lomba dan olahraga? Apa karena waktu kecil yang gw lihat di pentas seni adalah orang-orang yang gw kenal? Yang jelas dulu gw masih bisa ngerasain semangat 17-an. Gw masih bisa nyanyi Hari Merdeka with feeling, nggak sekedar nyanyi. Apa orang semakin tua semakin terkikis semangatnya menikmati hari kemerdekaan? Atau apakah buat orang-orang, buat gw khususnya, merdeka atau tidak bukanlah suatu masalah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;That was my theory. Tapi ternyata, saudara-saudara gw yang tinggal di desa masih begitu antusias menyambut 17 Agustus.&lt;br /&gt;Honestly, gw penasaran. Seheboh apa sih 17-an di desa sampai saudara-saudara gw yang udah tinggal di kota pun memutuskan pulang kampung buat 17-an? Terakhir gw nikmatin 17-an di desa adalah waktu SD. Terlalu lama buat diingat. Nothing I remember except my own performance on stage :-D&lt;br /&gt;Tahun ini rupanya gw dikasih kesempatan buat kembali ber17-an di tempat kelahiran mama di Tasik.&lt;br /&gt;Begitu gw dateng di H-1, gw takjub liat tumpukan hadiah yang ternyata disediakan buat peserta jalan santai. Gw juga takjub liat kesibukan orang-orang di dapur yang bener-bener kaya Lebaran. Ternyata di hari H-nya, gw dibikin lebih takjub lagi.&lt;br /&gt;Very early in the morning, orang-orang udah sibuk mondar-mandir. Makanan ringan, sirup dan rujak tersaji di meja-meja. Makanan ringannya juga nggak cuma satu dua macem, gw itung ada kali 7 makanan basah dan macem-macem kripik plus kue kering. Nasi-nasi di kardus siap juga. Eh, masih ditambah hidangan prasmanan di meja makan. Ini 17-an atau Idul Fitri sih?&lt;br /&gt;Terus acara pawai dimulai. Pawai diikuti oleh setiap RT n sekolah..jadi kebayang kan panjangnya tu pawai? Tiap RT saling adu kreatif menampilkan yang terunik di pawainya. Ada yang bikin bajay, ada yang bikin mesjid raksasa, ada yang bikin ojeg raksasa, ada yang bawa ular hidup, ada yang bikin miniatur sawah plus tikus raksasa, ada yang bikin meriam boongan tapi beneran bisa meledak, ada drumband, ada calung..seru banget! Jalanan macet total, sempet deadlock juga gara-gara ada rombongan pawai dari arah sebaliknya dateng.&lt;br /&gt;Udah seru nonton pawai, orang-orang pada siap-siap buat jalan santai. Jalanan penuh merah putih dari training pesertanya.&lt;br /&gt;Abis jalan santai orang-orang pada ngerubungin panggung buat penarikan undian hadiah. Musik kemerdekaan plus dangdut terus mengalun dari panggung. Hadiahnya..jangan salah, biar di desa tapi sponsornya lumayan banyak. Hadiah utamanya kulkas Panasonic 1 pintu. Terus ada juga 2 TV berwarna, sepeda, VCD, dispenser n banyak lagi.&lt;br /&gt;Acara penarikan hadiah selesai sekitar jam 2 siang, terus masing-masing orang pulang ke RTnya masing-masing buat ikut lomba yang digelar terpisah. Malamnya bakal ada pentas seni di tiap daerah. Bener-bener nggak ada abisnya.&lt;br /&gt;Tapi gw bener-bener takjub liat antusiasme orang-orang yang ikut acara. Ini baru yang namanya pesta rakyat. Rakyat yang gembira, yang buat sebentar melupakan masalah-masalah mereka buat menikmati pesta kemerdekaan. Rakyat yang memanfaatkan pawai untuk mencurahkan keluh kesah mereka, soal gagal panen yang dilambangkan dengan miniatur sawah dan tikus, soal langkanya minyak yang dilambangkan dengan miniatur tanki-tanki minyak yang ditulisi sindiran-sindiran.&lt;br /&gt;Gw bahagia banget ngelihat wajah-wajah bahagia di acara 17-an kemarin. Yang gw nggak tau, apakah setelah pesta itu rasa cinta terhadap negeri pun meningkat kembali?&lt;br /&gt;Apakah pesta kemarin hanya sekedar pesta juga?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;At least, not for me. Tujuh belasan tahun ini bisa membuat gw berpikir ulang. Membuat gw mensyukuri lagi nikmat yang namanya kemerdekaan. Gw nggak bisa bayangin gimana kalo gw hidup di masa negeri ini belum merdeka. Mungkin gw nggak akan pernah bisa mengecap apa yang namanya pendidikan. Sayangnya, di masa merdeka ini pun pendidikan masih jadi barang mewah untuk banyak orang.&lt;br /&gt;Gw diingatkan lagi sama perenungan gw dulu, pasti ada alasan khusus kenapa Allah menempatkan gw di negeri ini. Gw pengen banget bisa nyumbang sesuatu buat negeri tempat gw lahir n dibesarkan ini. Kalaupun sekarang gw pergi, gw yakin one day I'll be back, karena buat gw the best place in the world is my own home town.&lt;br /&gt;Mudah-mudahan gw masih punya umur buat nyumbang sesuatu.&lt;br /&gt;Gw mungkin nggak bisa melakukan hal besar, nggak bisa menghentikan korupsi, kolusi dan nepotisme yang terlanjur merajalela, nggak bisa bikin pendidikan semurah mungkin, nggak bisa naikin gaji guru, nggak bisa naikin UMR, nggak bisa nurunin harga barang-barang..&lt;br /&gt;Setidaknya sekarang gw bisa nyumbang doa. Tulus.&lt;br /&gt;Demi mereka yang sudah berkorban buat kemerdekaan..&lt;br /&gt;demi mereka yang meneruskan..&lt;br /&gt;demi anak cucu kita..&lt;br /&gt;mudah-mudahan ultah negeri kita bisa menumbuhkan kembali semangat masing-masing&lt;br /&gt;buat mengisi kemerdekaan dengan hal positif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Happy birthday my beloved motherland.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15666044-112491111526713253?l=lomba-blogfam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://v3a.blogspot.com/2005/08/pesta-rakyat-setelah-bertahun-tahun.html' title='Entry 32 -  Pesta Rakyat, Setelah Bertahun-Tahun Tanpa Arti'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15666044/posts/default/112491111526713253'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15666044/posts/default/112491111526713253'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lomba-blogfam.blogspot.com/2005/08/entry-32-pesta-rakyat-setelah-bertahun.html' title='Entry 32 -  Pesta Rakyat, Setelah Bertahun-Tahun Tanpa Arti'/><author><name>Blogger Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16854963728946061477</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15666044.post-112491084575293767</id><published>2005-08-24T23:31:00.000-07:00</published><updated>2005-08-24T12:14:05.756-07:00</updated><title type='text'>Entry 31 -  Kemerdekaan: Nasionalisme dan Ga-mau-tau-isme</title><content type='html'>Ditulis oleh : Stewart&lt;br /&gt;URL : http://stewartlife.blogspot.com/2005/08/kemerdekaan-nasionalisme-dan-ga-mau.html&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tanggal 17 Agustus 2005 ini bangsa Indonesia merayakan kemerdekaannya yang ke-60. Kalau kita runut lagi perjuangan bangsa Indonesia mulai dari zaman kebangkitan nasional sampai saat ini, tentu saja ada begitu banyak perubahan yang terjadi. Sebut saja mulai dari terbentuknya organisasi-organisasi yang bersifat kooperatif untuk menentang penjajahan, tercetusnya sumpah pemuda pada Kongres Pemuda II tahun 1928, pemroklamiran kemerdekaan Republik Indonesia oleh pendiri negara ini (dalam bahasa kerennya: founding fathers), yaitu Soekarno dan Hatta, sampai pembangunan nasional yang terus dilakukan sampai saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Munculnya nasionalisme dimana-mana merupakan salah satu hal yang dianggap sebagai faktor penentu dan pendorong kemerdekaan Indonesia. Malah, kadang-kadang nasionalisme itu muncul dalam kadar yang berlebihan, mengakibatkan sovinisme (chauvinisme) mencuat di kalangan rakyat Indonesia yang sedang berjuang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja perjuangan untuk mencapai kemerdekaan bukanlah suatu perjuangan yang mudah. Perjuangan itu sendiri akhirnya tidaklah sia-sia, karena dengan perjuangan itu, kita semua bisa hidup dalam suasana dan iklim kemerdekaan yang sangat dirindukan oleh semua orang. Kemerdekaan merupakan suatu impian dan cita-cita setiap orang, baik itu merdeka dalam pengertian badaniah (bebas dari perbudakan dan kolonialisme) maupun batiniah (bebas dari rasa takut dalam kehidupan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama 60 tahun Indonesia merdeka, ada begitu banyak pembangunan, kemajuan dan perkembangan yang terjadi dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Tentu saja kita bersyukur akan semuanya itu. Namun, di sisi lain, masih begitu banyak kemelaratan dan kekacauan yang terjadi di negeri ini. Memang tidak ada satupun negara di dunia ini yang mempunyai rakyat yang semuanya makmur. Tapi, adalah cita-cita semua negara untuk memakmurkan dan menyejahterakan rakyatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sejauh manakah pemerintah Indonesia telah berupaya untuk memakmurkan dan mengangkat derajat kemanusiaan bangsa ini?" adalah pertanyaan yang sangat sulit untuk dijawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita berangan-angan sejenak. Tidak ada salahnya untuk berimajinasi sebentar. Bayangkan jika negara kita tidak merdeka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangkan jika negara ini masih di bawah penjajahan Belanda. Apa yang kira-kira akan terjadi? Dalam angan-angan saya, saya melihat bahwa semua penduduk Indonesia saat ini menggunakan bahasa Belanda dalam hidup keseharian maupun dalam penyelenggaraan pemerintahan. Penduduk Indonesia semuanya bergaya Eropa, baik dari pakaian sampai gaya hidup masyarakat. Rumah-rumahnya semua bernuansa Eropa. Ada begitu banyak orang Belanda yang hidup membaur dengan masyarakat pribumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangkan jika negara ini di bawah penjajahan Inggris. Apa yang kira-kira akan terjadi? Dalam benak saya, tergambar bahwa semua penduduk Indonesia menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa resmi. Semuanya fasih berbicara bahasa Inggris. Masyarakat memperoleh pendidikan yang baik dan dimana-mana terjadi pembangunan yang pesat. Indonesia menjadi salah satu negara persemakmuran Inggris bersama dengan ratusan koloni lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangkan jika negara ini dalam penjajahan Jepang. Apa yang kira-kira akan terjadi? Dalam bayangan saya, saya melihat semua penduduk Indonesia menggunakan bahasa Jepang, baik hiragana, katakana, maupun kanji. Masyarakat ada yang memuja Kaisar sebagai dewa matahari, dan agama Shinto menjadi salah satu agama yang resmi. Gedung-gedung pencakar langit dan tahan gempa ada disana-sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangkan jika negara ini ada dalam pendudukan sekutu di bawah pimpinan Amerika Serikat. Apa yang kira-kira akan terjadi? Masyarakat Indonesia sekarang memakai mata uang US$ (Dolar AS) dalam perekonomiannya dan memiliki kondisi keuangan yang sangat baik. Angkatan perang Indonesia sangatlah hebat serta badan intelijennya sangatlah berpengaruh di dunia spionase dalam mengatasi terorisme di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, sangat disayangkan bahwa semuanya itu tidak terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangsa ini justru memilih untuk merdeka.&lt;br /&gt;Bangsa ini justru menginginkan kedaulatan sendiri.&lt;br /&gt;Bangsa ini justru mendirikan negara sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangsa Indonesia merasa sudah siap untuk memiliki pemerintahan sendiri dan mengatur urusan dalam negerinya tanpa campur tangan pihak-pihak lain. Dan memang keputusan itu adalah keputusan yang tepat. Terbukti, bahwa Indonesia tetap berdiri, walaupun diagresi oleh Belanda sebanyak dua kali. Indonesia tetap kokoh berdiri meskipun pemberontakan dan gerakan separatis ada di seluruh pelosok tanah air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia tetap menunjukkan kepada dunia bahwa Republik Indonesia tetap ada dan tetap memainkan peranannya dalam dunia internasional melalui keikutsertaannya dalam berbagai organisasi internasional, sebut saja ASEAN, PBB, dan APEC. Pemerintah Indonesia berhasil membawa rakyatnya menuju pada swasembada pangan dan menjadi salah satu negara eksportir besar dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang tak dapat dipungkiri bahwa keadaan Indonesia saat ini sekali lagi berada dalam kondisi yang cukup terpuruk. Namun, kita juga melihat secercah cahaya yang menyinari bangsa ini. Indonesia mulai kembali memperbaiki dan membenahi dirinya. Nasionalisme yang mulai disulut oleh mahasiswa seakan-akan membakar hati warga Indonesia. Namun, di sela-sela kebangkitan itu, tetap saja ada oknum-oknum yang menganut paham ga-mau-tau-isme. Hal inilah yang justru menjadi kendala nomor satu yang menghambat kemajuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun ada hal yang sangat disayangkan. Orang-orang penganut paham ga-mau-tau-isme itu sering tidak memperdulikan lagi makna kemerdekaan. Bahkan rumah tempat dibacakannya naskah proklamasi di sebuah rumah di Jalan Pegangsaan Timur Nomor 56 sudah tidak ada lagi. Semua tinggal cerita. Jalan itu sekarang sudah berganti nama menjadi Jalan Proklamasi. Rumahnya? Lenyap. Hanya ada tugu, patung proklamator, dan sebuah gedung di situ. Tempat tinggal Soekarno itu sudah hampir selama 44 tahun raib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimanakah sebuah negara besar tidak memiliki bukti otentik dari proses kelahirannya? Apakah itu karena surutnya semangat nasionalisme dalam diri bangsa ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam memperingati 60 tahun kemerdekaan RI ini, di seantero nusantara biasanya diselenggarakan lomba-lomba rakyat, mulai dari lomba panjat pinang, balap karung, makan kerupuk, sampai lomba lari kelereng. Di kelurahan tempat saya kos pun diselenggarakan acara-acara tersebut. Namun, saya tidak tertarik sama sekali untuk ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Bukan berarti saya tidak ikut bergembira merayakan kemerdekaan Indonesia. Bukan juga berarti bahwa saya tidak bisa menjalin pergaulan di lingkungan sosial tempat saya tinggal untuk saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebabnya adalah bahwa mungkin saya adalah salah satu penganut paham ga-mau-tau-isme tersebut. Salahkah saya? Kontradiktif dan paradoksial. Pasti salah satu atau kedua kata itulah yang muncul di benak anda, karena sebelumnya saya mencecar para penganut paham ga-mau-tau-isme, dan kemudian saya mengaku bahwa saya adalah salah satu dari antara mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, jangan dulu terlalu jauh menghakimi saya. Saya ingin melakukan pembelaan diri terlebih dahulu. Saya dengan jujur dan penuh kesadaran diri dalam semangat narsisme, mengaku bahwa saya adalah penganut paham ga-mau-tau-isme, tapi dalam konteks nasionalisme. Lebih bingung lagi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan saya jelaskan. Saya berpikir bahwa tidak ada gunanya bersenang-senang dan merayakan dengan meriah kegembiraan ini. Saya memilih untuk tetap melakukan tugas-tugas saya, daripada berpesta pora. Bangsa ini terlalu banyak bermain-main dan bersantai. Sudah saatnya semua orang serius untuk menekuni pekerjaannya, yang sekecil apapun tetap akan memberikan sumbangsih yang besar dan berharga bagi kemajuan Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, jelas bahwa saya bersikap ga-mau-tau dalam konteks berpesta pora (walaupun untuk merayakan kemerdekaan) sebagai salah satu sikap nasionalis saya terhadap bangsa dan negara Indonesia. Sekarang yang menjadi pertanyaan adalah, ”Di manakah posisi anda sekarang? Di sudut nasionalis atau sudut ga-mau-tau-is?”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15666044-112491084575293767?l=lomba-blogfam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://stewartlife.blogspot.com/2005/08/kemerdekaan-nasionalisme-dan-ga-mau.html' title='Entry 31 -  Kemerdekaan: Nasionalisme dan Ga-mau-tau-isme'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15666044/posts/default/112491084575293767'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15666044/posts/default/112491084575293767'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lomba-blogfam.blogspot.com/2005/08/entry-31-kemerdekaan-nasionalisme-dan.html' title='Entry 31 -  Kemerdekaan: Nasionalisme dan Ga-mau-tau-isme'/><author><name>Blogger Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16854963728946061477</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15666044.post-112491061699709553</id><published>2005-08-24T23:10:00.000-07:00</published><updated>2005-08-26T02:26:43.216-07:00</updated><title type='text'>Entry 30 - Perayaan Kemerdekaan RI</title><content type='html'>Ditulis oleh : Pututik&lt;br /&gt;URL : http://pututik.com/&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap tahun Indonesia merayakan kemerdekaan negara pada 17 Agustus, sesuai dengan proklamasi RI 17 agustus 1945 oleh proklamator kita Soekarno-Hatta. Perayaan demi perayaan telah kita lalui, saat kita kecil begitu giat berusaha mengikuti semua acara yang diselenggarakan oleh panitia setempat. Saat muda kita berusaha unjuk kebolehan dengan menampilkan keahlian atau ketrampilan lewat pentas seni atau lomba karya. Saat kita tua sering menyaksikan apa arti kemerdekaan itu di suguhkan oleh generasi penerus kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sendiri tertawa saat menyaksikan kegiatan yang diselenggarakan oleh panitia 17 agustus di Gendade, Semarang. Banyak anak-anak kecil mengikuti acara tersebut, meskipun bisa dibilang kurang banyak jenis lomba tapi cukup menghibur dan membuat si anak merasa dihargai keahliannya oleh lingkungan sekitar. Ada acara jalan kaki masal mengelilingi jalan raya kurang lebih 10Km, ada acara bawa kelereng dengan sendok, ada acra memasukkan pensil ke botol dan acara musik kawula muda. Acara yang paling menarik menurut kami adalah acara yang diikuti oleh anak-anak dibawah kelas 6 SD. Mereka masih begitu lugu dan memiliki keunikan tersendiri dalam mengartikan perintah panitia, tingkah laku mereka mengundang banyak perhatian bahkan rasa jengkel terhadap keluguannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://geocities.com/pututik/blog/17082005/17_jdialan.jpg"&gt;&lt;img src="http://geocities.com/pututik/blog/17082005/17_jalan.jpg"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;acara jalan kaki 10Km bersama arya kecil&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://geocities.com/pututik/blog/17082005/17_final.jpg"&gt;&lt;img src="http://geocities.com/pututik/blog/17082005/17_panitia.jpg"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;acara final membawa kelereng&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat acara membawa kelereng dengan sendok kita harus menggunakan mulut serta gigi untuk menjepitnya supaya tidak bergerak. Nah :) kalau giginnya ompong atau keropos bagaimana? Ini yang lucu, peserta kelas 1-3 SD berjajar 4 orang, 1 orang bergigi keropos dan satunya gigi depannya ginsul yang lain bergigi normal tapi pemalu. Hakim garis mempersiapkan peluit, kami menata anak-anak yang akan berlomba 2 lelaki 2 perempuan. Paling sulit menata yang bergigi keropos karena posisi apapun baik depan, samping kanan atau samping kiri selalu saja miring alhasil kelereng jatuh terus. Para orang tua sadar kalau anak ini giginya keropos dan hampir semua bergumam, untuk menghindari rasa minder kami memberinya semangat dan berhasil meski tetap saja posisi sendok miring. Lain lagi yang bergigi ginsul, setiap sendok siap di beri kelereng selalu saja bergetar atau lebih tepatnya bergoyang keatas ke bawah. Meskipun tidak terjatuh, tapi si anak merasa terganggu dan menyalahkan panitia namanya juga anak-anak. Nah 1…2…3 peluit ditiup semua berjalan 1…2…3…4…5… langkah si gigi keropos menjatuhkan kelerengnya dan menangis karena sorak sorai penonton yang menertawainya, penonton kalah dan terdiam, namun langsung tertawa terbahak-bahak melihat adegan goyang sendok si gigi ginsul anehnya gak jatuh loh kelerengnya. Anak lain yang membuat tertawa waktu menjaga keseimbangan kelereng dari sendok dengan selalu mengangkat kaku kedua tangan setinggi dada, selalu begitu kedua tangannya usil bergerak kesana kemari. Lucu yah… ingat masa lalu waktu aku berjuang untuk memperoleh hadiah dari berbagai macam lomba :) ehm masa kecil nan indah lagi menyenangkan. WOW :) Kami begitu merasa benar-benar terhibur dari awal acara yang menyediakan banyak door price sampai akhir pun door price geerr-gerrran disuguhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://geocities.com/pututik/blog/17082005/aryaikutdoonk.jpg"&gt;&lt;img src="http://geocities.com/pututik/blog/17082005/17_psyukuran1.jpg"&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://geocities.com/pututik/blog/17082005/17_psyukuran3.jpg"&gt;&lt;img src="http://geocities.com/pututik/blog/17082005/17_psyukuran2.jpg"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Warga kampung Gendade Tembalang memiliki tradisi bagus turun temurun dan patut di lestarikan, yakni malam kemerdekaan. Di dalamnya terdapat makna lebih dari sekedar hura-hura mengumbar kesenangan. Adanya pertemuan seluruh warga 1 rukun warga setiap kelompoknya dengan mengikut sertakan anak, remaja, dewasa, orang tua bahkan balita seperti arya. Renungan merupakan wacana paling sakral dalam acara tersebut, doa bersama dengan dibimbing oleh ulama setempat, pemotongan tumpeng sebagai simbol kesejahteraan warga di alam merdeka diakhiri dengan begadang semalam suntuk disuguhi berbagai aneka masakan yang dibuat warga sendiri. Begitu riuh dan membuat suasana keakraban menyatu, tidak ada yang merasa sebagai pejabat atau bawahan. Semua kotor mencuci piring dan menyapu lantai sesaat kotor dan kembali menata tikar untuk gelaran, semua bebas berbicara dengan siapapun dengan topik beragam. Kadang ada saja ide segar muncul dalam acara tersebut untuk pembangunan desa atau pengembangan dana kampung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://geocities.com/pututik/blog/17082005/ultah1.jpg"&gt;&lt;img src="http://geocities.com/pututik/blog/17082005/ultah3.jpg"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata tidak habis disitu saja, salah satu keluarga dekat kami bernama Anik berulang tahun ke-17 tepat pada tanggal 17 agustus 2005. Sebagai orang tua budhe Raki berniat melakukan perayaan di bandungan dengan acara mancing bareng, lebih tepatnya makan ikan bakar bareng yah… Semua kerabat dekat diundang, sejumlah 35 orang bareng menuju areal pemancingan bandungan yang sejuk lagi nyaman untuk rekreasi. Sayang sekali penyakit jam karet membuat kami sebel sendiri, jadwal jam 9.10 siang akhirnya berangkat jam 11.30 siang. Setiba di lokasi ternyata terlambat begitu banyak pengunjungnya, hingga lahan parkir di tempatkan pada sekeliling rumah warga. Alhamdulillah ketika kami mencari tempat berbarengan dengan kosongnya satu tempat yang tidak ada orang mengantri disana. Semua menanti masakan dengan berbagai cara terutama memberikan kemeriahan hati untuk Anik, acara tiup lilin segera di mulai secara sederhana di awali dengan doa. “Semoga menjadi anak yang sukses dunia khirat ya Anik” itu bisik kami kepadanya, selanjutnya dengan memanggil pengamen lokal beranggotakan 4 orang menyanyikan 10 buah lagu pesanan dari kami semua bergembira bahkan orang yang ada di sebelah kita ikut bersorak sorai mendengarkan lagu campursari entah apa judulnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img sc="http://geocities.com/pututik/blog/17082005/ultah2.jpg"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kira-kira begini…&lt;br /&gt;… Tresno iki ora mung dolanan&lt;br /&gt;kabeh kuwi jalaran kahanan…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suwer gak tahu lagunya, tapi cukup unik…. dan membuatku tersenyum senyum mengartikannya. Ikan beserta lalapan dan sang nasi hadir setelah 3 jam kita menunggu, yah ba’da sholat asar gitulah… Lama nian tapi kami maklum berhubung pengunjungnya ratusan, Anik merasa senang karena bisa mengumpulkan semua keluarga dalam kebahagiaan yang dia miliki. Asal tahu aja anak ini belum mengenal pacaran, jadi ya pacarnya bapak ibu sama saudaranya :) Selamat Ulang Tahun Indonesiaku dan Selamat Ulang Tahun Anik, jadilah yang terbaik dan semoga Indonesia menjadi lebih baik seiring doa harapan rakyatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://geocities.com/pututik/blog/17082005/ygy2.jpg"&gt;&lt;img src="http://geocities.com/pututik/blog/17082005/ygy3.jpg"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;ini photo derap kemerdekaan di yogyakarta tanggal 20 agustus 2005&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15666044-112491061699709553?l=lomba-blogfam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://pututik.com/' title='Entry 30 - Perayaan Kemerdekaan RI'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15666044/posts/default/112491061699709553'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15666044/posts/default/112491061699709553'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lomba-blogfam.blogspot.com/2005/08/entry-30-perayaan-kemerdekaan-ri.html' title='Entry 30 - Perayaan Kemerdekaan RI'/><author><name>Blogger Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16854963728946061477</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15666044.post-112489106974505282</id><published>2005-08-24T23:09:00.000-07:00</published><updated>2005-08-24T06:44:29.750-07:00</updated><title type='text'>Entry 29 - 17-an</title><content type='html'>Ditulis oleh : Fier&lt;br /&gt;URL : http://fier.napitu.org/blog/&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berhubung gue ikutan lomba 17-an, so gue mau cerita ceritanya teman gue yang orang Kupang.&lt;br /&gt;Ceritanya di suatu sekolah lanjutan di daerah yang lumayan terpencil di NTT, berlangsung upacara 17-an. Seperti biasa upacara di sekolah pastilah dipimpin Kepala Sekolah selaku Pembina Upacara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acarapun berlangsung sampai pada saat pembacaan teks Pancasila yang sangat sakral itu oleh Pembina Upacara. Karena beliau datang telat, nafas masih terengah-engah. Mulailah ia membaca :&lt;br /&gt;“Satu. Pancasila&lt;br /&gt;Dua. Ketuhanan Yang Maha Esa&lt;br /&gt;Tiga.Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab&lt;br /&gt;Empat. Persatuan Indonesia.&lt;br /&gt;Lima. Kerakyatan yang Dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan”&lt;br /&gt;Tapi, beliau terdiam sejenak. Dia pikir “panca". Artinya lima. Kok masih sisa satu?&lt;br /&gt;Sambil berusaha tenang, kembali dengan pedenya beliau melanjutkan pembacaannya:&lt;br /&gt;“Ehm… mmmm ada tambahan:&lt;br /&gt;Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ceritanya tidak habis di situ. Kembali ia membaca teks Proklamasi yang gak kalah sakralnya:&lt;br /&gt;“Proklamasi&lt;br /&gt;Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan kemerdekaan&lt;br /&gt;Indonesia. Hal-hal jang mengenai pemindahan kekoeasaan d.l.l., di-&lt;br /&gt;selenggarakan dengan tjara seksama dan dalam tempo jang se-&lt;br /&gt;singkat-singkatnja.&lt;br /&gt;Djakarta, hari 17 boelan 8 tahoen 1945&lt;br /&gt;Atas nama Bangsa Indonesia&lt;br /&gt;Soekarno".&lt;br /&gt;Ia pun menyerahkan teks tsb ke ajudan yang dari tadi sudah dekat di sampingnya. Belum sempat si ajudan menerima teks tersebut, si ajudan berbisik: “Hatta juga, Pak".&lt;br /&gt;Lalu kembali Pembina Upacara membuka teks tersebut dan berkata:&lt;br /&gt;“Hatta juga".&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15666044-112489106974505282?l=lomba-blogfam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://fier.napitu.org/blog/' title='Entry 29 - 17-an'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15666044/posts/default/112489106974505282'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15666044/posts/default/112489106974505282'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lomba-blogfam.blogspot.com/2005/08/entry-29-17.html' title='Entry 29 - 17-an'/><author><name>Blogger Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16854963728946061477</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15666044.post-112488477435193186</id><published>2005-08-24T23:08:00.000-07:00</published><updated>2005-08-24T04:59:34.353-07:00</updated><title type='text'>Entry 28 - 60 Years For Indonesia : Sebuah Ironi</title><content type='html'>Ditulis oleh : Ceplik&lt;br /&gt;URL : http://ceplik.blogspot.com/2005/08/60-years-for-indonesia-sebuah-ironi_24.html&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A repost from Independence Day. I want to share my concerns that day one more time.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I thought I'd pay a slight tribute to my country's Independence Day, by writing today's post in Indonesian. I'm not a patriotist and not necessarily joyful with the nation's current condition (be it political, economical, social, or cultural). However, I like to think of Indonesia as my home, because it is and it has shaped the Patricia Febriani Carlina that you know today. I'm just very concerned on many issues it's going through right now.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat ukuran manusia, 60 tahun usia pasti punya sebersit kedewasaan dan tingkat hidup yang mapan (meskipun bentar lagi loe udah mau pensiun). Tapi buat sebuah negara pastinya ngga begitu. Ada banyak yang musti dipikirin supaya suatu keluarga besar yang sifatnya nasional bisa maju ato paling ngga, bisa berjalan tegap tanpa dipapah. Tapi Indonesia kasusnya unik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampe sekarang gue ngerasa bangsa ini terus-terusan berjuang untuk membenahi sisa-sisa penjajahan. Penjajahan ngga hanya penjajahan jadul yang pada era kuda gigit besi kita lawan pake bambu runcing, bedil, rencong, keris, ato pelor sederhana. Tapi juga penjajahan bentuk kolonialisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiap kali ngomongin soal kemerdekaan bangsa Indonesia, gue pasti inget pelajaran sejarah khususnya pas di SMU. Soalnya tahun-tahun segitu (1998-2001) pas lagi heboh dan seru-serunya atmosfir politik di Indonesia bergejolak. Buku sejarah gue sampe diganti di tengah tahun pelajaran demi pelurusan fakta-fakta sejarah. Dan segala macem tindakan pemerintah saat itu pasti buntutnya didemonstrasi ama Mahasiswa yang jago berkoar-koar di jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiap pemerintahan baru, pasti ada aja cacat besar yang sangat merugikan negara. Habibie, Gus Dur, Megawati (untuk SBY, gue ngga berani komen dulu, liat aja nanti kalo udah setaun gimana. Tapi terus terang, gue cukup optimis, msekipun ada pengikutnya yang ngga jujur).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Susah deh bicara soal negara yang sakit terus-terusan gini. Gue sedih dan prihatin. Tapi ngga tau harus gimana selain doa. Ironis banget udah 60 tahun merdeka, warna hidup di kota metropolitan ini masih sarat dengan kemiskinan dan minimnya lapangan pekerjaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu banyak orang yang ngga punya kerjaan. Jadi jangan heran kalo tingkat kriminal tinggi dan rasa aman bukan suatu hal yang mudah dimiliki penghuni kota besar macam Jakarta ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih banyak juga anak usia sekolah yang ngga bisa sekolah. Alhasil gue ketemu tuh sama anak umur 8 tahun yang ngga sekolah (karena ngga ada biaya) yang gue pungut jadi jockey pas pulang kantor biar bisa tembus wilayah 3 in 1. Dia tinggal cuma berdua ama bokapnya dan mereka tidur di tangga masuk di sebuah masjid deket Ratu Plaza. Karena tiap hari dia jadi jockey, dia cuma bisa ngitung uang. Nulis ama baca dia ngga bisa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak pertanyaan tentang negara ini yang gue bingung harus cari jawabannya di mana. Gue juga ngga tau kesalahan harus ditimpuk ke siapa: partai A, lembaga B, komisi C, presiden X, menhankam Y, ato menko Z? &lt;img src="http://photos1.blogger.com/blogger/200/431/400/masyarakat.jpg" align="right" vspace="5" hspace="5"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa masih banyak anak usia sekolah yang ngga bisa sekolah? Padahal logikanya, saat jadul Suharto bikin program wajib belajar 9 tahun, paling ngga pemerintah bisa kasih subsidi cukup supaya sekolah-sekolah negeri bisa gratis untuk mereka yang kurang biaya, untuk sekolah sampe kelar SMP.&lt;br /&gt;Kenapa korupsi ngga ada habisnya? Mental siapa yang salah? Apa ini salah penjajah Belanda yang katanya orangnya pada males dan pelit? Kali kalo kita dijajah Inggris, sekarang kita bisa keren kayak Singapura. Kenapa ya banyak banget pemimpin yang ngga peduli sama orang lain? Udah tau negara lagi susah, masih tega juga korupsi. Sampe dana untuk naik haji aja ada yang berani korupsi. Juga dana bantuan dari luar negeri yang dikirim buat sodara-sodara kita di Aceh korban tsunami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus tentang hukum. Kenapa pengacara handal pada TTM (tak tau malu)? Dengan seenak jidatnya main-main ama sistem yang udah ada dengan cara sogok supaya kasus-kasus gedongan atas nama bajingan politik besar bisa lolos. Kalo kata adek gue yang mahasiswa hukum, begitu masuk ruang sidang, si pengacara langsung sms si hakim untuk bikin janjian kongkow-kongkow malem itu juga. Maksudnya mo ngasih uang gitu loh...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah kesenjangan sosial juga jadi salah satu hal yang gue rasa perlu jadi perhatian pemerintah. Soalnya sekarang banyak orang yang melakukan tindak kriminal karena hal-hal sepele. Misalnya: bete ditagih utang 20rb rupiah, tetanggannya langsung ditikam, ato dibakar hidup-hidup. Ato ada juga yang mobil mewahnya dibakar karena diparkir di sembarang lokasi di sebuah daerah yang kumuh. Katanya negara lagi krismon, tapi kok penjualan mobil dalam 2 tahun terakhir bisa naik sebanyak 60 persen? Gila kan... Jadi yang miskin tuh makin miskin dan yang tajir makin banyak aja asetnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hhhh.... kapan ya impian Soe Hok Gie tercapai untuk sebuah pemerintahan yang bersih dan berbakti sama rakyat? Katanya negara demokrasi nih... Semoga di tahun-tahun mendatang, bangsa ini bisa sedikit demi sedikit memupuk rasa cinta sama tanah airnya sendiri, dengan lebih peduli pada sesama penghuninya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Udah ah, gue capek sendiri ngomongin ginian. Kayaknya kalo udah biasa hidup di sini, lama-lama fenomena di atas seperti makanan sehari-hari, tapi kita tiap sadar cuma bisa ngeluh dan prihatin. Lebih baik sekarang istirahat dan simpen tenaga buat kerja besok he...he....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MERDEKA!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15666044-112488477435193186?l=lomba-blogfam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://ceplik.blogspot.com/2005/08/60-years-for-indonesia-sebuah-ironi_24.html' title='Entry 28 - 60 Years For Indonesia : Sebuah Ironi'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15666044/posts/default/112488477435193186'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15666044/posts/default/112488477435193186'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lomba-blogfam.blogspot.com/2005/08/entry-28-60-years-for-indonesia-sebuah.html' title='Entry 28 - 60 Years For Indonesia : Sebuah Ironi'/><author><name>Blogger Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16854963728946061477</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15666044.post-112488416272523450</id><published>2005-08-24T23:07:00.000-07:00</published><updated>2005-08-24T04:49:22.730-07:00</updated><title type='text'>Entry 27 - Merdeka</title><content type='html'>Ditulis oleh : Firdauss&lt;br /&gt;URL : http://firdaussiagian.blogdrive.com/archive/86.html&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merdeka!!! Benarkah kita sudah merdeka?&lt;br /&gt;--SMS Yakub, +6281xxxxxxxx&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KATA MERDEKA mungkin memang tidak semudah yang kita ucapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap tahun kita berkoar "merdeka, merdeka, merdeka!" sambil mengacungkan tangan biar lebih seru. Tiap tahun anak-anak kita merayakan kemerdekaan dengan pawai berkeliling kota, atau minimal keliling kampung, dengan fesyen model pejuang. Kacu pramuka jadikan ikat kepala, pakai baju model tentara jaman baheula atawa baju cak-sakerah yang khas Madura, lengkap dengan garis merah-putihnya, wajah dihiasi jambang dan kumis-kumisan, yang perempuan pakai baju kebaya. "Biar kayak Kartini," begitu alasannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu kita ikutan panjat pinang, tarik tambang, makan kerupuk, memasukkan jarum yang diikat di bokong kita ke dalam botol, ngalap uang logam yang disematkan di buah semangka yang sudah dilumuri oli sebelumnya. Kaum bapak main sepakbola memakai daster isteri, emak, atau saudara perempuannya. Kadang (maaf) kutang pun sengaja dipakai di luar demi memeriahkan suasana. Bergincu pula. Yang kaum ibu bikin lomba adu panco. Semua meriah. Sangat semarak. Bikin ketawa. Hati pun senang. Seolah beban hidup hilang, walau cuma pada saat perayaan itu saja. Setelah itu, ya kembali susah lagi. Bahkan mungkin lebih susah, karena tiba-tiba pejabat RT mengedarkan permintaan retribusi tambahan karena biaya untuk perayaan tujuhbelasan itu ditomboki dulu oleh uang kas dan kantong pribadinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah perayaan kita kembali kepada kehidupan yang sebenarnya. Yang karyawan mesti pergi kerja jam enam pagi, pulang jam sepuluh malam. Masih tetap didamprat atasan, kadang-kadang. Yang majikan kembali bingung bagaimana mengelola dan memutar uang agar perusahaan tetap hidup dan karyawan bisa digaji selayaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang pedagang kaki lima harus tetap berjualan dengan hati kethar-kethir karena aparat Trantib yang kerap menggaruk dagangan tanpa perasaan. Sementara petugas Trantib mesti menjalankan tugas dari atasan untuk terus menggaruk pelanggar "keindahan kota" dengan cara apapun walau kadang berlawanan dengan kata hatinya, dan mesti siap rela dicaci dan dilempari pedagang demi gaji yang secuil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang penumpang angkutan umum kembali harus berhadapan dengan kenyataan untuk tetap berdesak-desakan di dalam bus atau kereta sambil mesti tetap waspada atas segala copet ataupun kriminil yang menyaru pengamen atau "mantan napi yang baru keluar dari penjara". Yang pengamen terus bernyanyi sampai serak dan putus senar demi kebaikan hati para pendengar. Yang pencopet juga tetap "terpaksa" mencopet karena desakan kebutuhan hidup (pada beberapa orang juga termasuk kebutuhan nafsu), karena konon katanya cuma itulah kebisaan yang mereka miliki demi uang recehan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua kita lalu kembali pada kenyataan hidup. Ada kebutuhan-kebutuhan yang harus kita penuhi. Kadang rasa-rasanya kebutuhan itu sungguh-sungguh menjajah kita, bahkan kerap mengambil wilayah privasi kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TAK LAMA setelah bangsa ini memproklamasikan kemerdekaannya, muncul banyak sekali kekecewaan terhadap penguasa. Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) muncul sebagai bentuk kekecewaan terhadap pemerintah Jakarta. Perjuangan Rakyat Semesta (Permesta) pun begitu. Gerakan Aceh Merdeka (GAM) juga. Awal perjuangan mereka bukanlah menuntut kemerdekaan dan memisahkan diri dari NKRI. Mereka hanya ingin Pemerintah Pusat memperhatikan nasib mereka, membangun daerah mereka, bukan hanya Jawa--lebih spesifik lagi Jakarta--saja dan jangan hanya mengisap kekayaan daerah mereka an sich. Pemerasan yang dilakukan Pemerintah Pusat diartikan sama dengan penjajahan yang dilakukan kaum kolonial. Merasa terjajah dan diabaikan, perjuangan untuk nasib yang lebih baik berganti menjadi perjuangan senjata menuntut kemerdekaan sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peristiwa Gestapu (Gerakan September Tiga Puluh) menyisakan kepiluan sampai saat ini. Banyak orang yang tidak tahu apa-apa diseret ke penjara dan pembuangan tanpa persidangan terlebih dahulu hanya karena ditengarai terlibat dalam PKI yang melakukan tindakan makar. Kudeta gagal di Jakarta berimbas tercecernya darah orang-orang desa yang lugu dan tak tahu apa-apa--tipikal masyarakat desa kita sampai sekarang yang kadang terpaksa nunut hanya karena faktor ketokohan bukan karena kesadaran politik. Mereka yang tidak kenal Aidit atau Untung tiba-tiba harus kehilangan nyawa. Anak-anak kehilangan orang tua. Isteri-isteri kehilangan suami. Wanita-wanita kehilangan kehormatan. Ada orang yang harus luntang-lantung tinggal di emper stasiun, padahal sebelumnya keluarga mereka berkecukupan. Ada anak yang bercita-cita tinggi tapi harus kandas karena orang tua mereka dituduh komunis--kerap itu memang sesuatu yang cuma sebatas tuduhan tapi berdampak luar biasa. Mereka "dijajah" untuk sesuatu yang tidak mereka mengerti benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun delapanpuluhan, ada ribut-ribut di Tanjung Priuk. Beberapa orang di-tapol-kan. Hak untuk hidup sebagai warga negara yang dijamin kebebasannya terpaksa hilang tanpa ada penjelasan yang memuaskan. Lalu kemudian ada DOM di Aceh. Konon katanya 15.000 orang ditewaskan atas nama kebijakan itu. Kemudian ada pula Kuda Tuli. Bukan karena ia seekor kuda atau karena tuli maka ia menjadi tenar. Bukan pula karena kerekan polling SMS seperti yang sedang tren sekarang maka ia menjadi beken. Ia dikenang karena banyak orang hilang dalam insiden itu. Kemerdekaan mereka dicabut, bahkan nyawa pun juga dicabut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerusuhan Mei di tahun 1998 pun begitu pula. Penjarahan dan pembakaran menjadi marak. Mahasiswa ditembak. Intimidasi dan pemerkosaan terhadap orang-orang dari golongan tertentu meruak. Kerusuhan menyisakan kepedihan dan rasa betapa sakitnya ketika sebagai manusia mereka dianggap hina oleh manusia-manusia lain yang merasa dirinya mayoritas, dominan, lebih hebat, lebih berkuasa dan lebih "berhak" atas segala sesuatu yang ada di Republik ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa yang sudah melupakan nama Munir? Dan, apakah kita masih mengingat nama Marsinah yang buruh pabrik itu atau Udin yang wartawan itu? Mereka adalah korban dari penjajahan terselubung atas nama baik hegemoni kekuasaan, entahkah itu kekuasaan politis maupun kekuasaan uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;POWER tends to corrupt, kata Lord Acton, sejarawan Inggris itu. Kekuasaan memang mempunyai kecenderungan untuk seleweng. Dan penyelewengan kekuasaan berarti penjajahan terhadap pihak yang tak berkuasa. Ketika itu terjadi maka benarlah bahwa hak hanya milik mereka yang kuat dan berkuasa, sementara yang lemah tidak bisa apa-apa, seperti yang diamini Thucydides.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bicara hak berarti bicara tentang kemerdekaan seseorang. Kemerdekaan untuk menjalani hidup, mencari penghidupan, dan mendapat kehidupan yang layak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejenak kita dengan lantang dan sumringah berteriak-teriak "merdeka, merdeka, merdeka!". Tapi benarkah kita sungguh-sungguh sudah merdeka seperti tanya sahabat saya dalam SMS itu, sementara kita kerap dicekoki berita tentang penggusuran dan kasus-kasus Marsinah, Udin, Widji Thukul dan Kuda Tuli, Trisakti, Semanggi, atau bahkan mungkin Munir, yang tak terselesaikan dengan tuntas dan sepertinya tak ada habis-habisnya itu ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apapun itu, merdeka saja lah!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15666044-112488416272523450?l=lomba-blogfam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://firdaussiagian.blogdrive.com/archive/86.html' title='Entry 27 - Merdeka'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15666044/posts/default/112488416272523450'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15666044/posts/default/112488416272523450'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lomba-blogfam.blogspot.com/2005/08/entry-27-merdeka.html' title='Entry 27 - Merdeka'/><author><name>Blogger Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16854963728946061477</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15666044.post-112488166674436327</id><published>2005-08-24T23:06:00.000-07:00</published><updated>2005-08-24T04:07:46.746-07:00</updated><title type='text'>Entry 26 - Merdeka 60 Tahun</title><content type='html'>Ditulis oleh : Totot&lt;br /&gt;URL : http://www.pakde.com/000116.html&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah merdeka 60 tahun, apakah Indonesia sudah menjadi tempat hidup yang lebih baik dibanding sebelumnya? Rasanya, belum banyak yang berubah secara signifikan. Jadi seandainya harus “menasihati” Nengmanis, yang bulan depan berulang tahun ke-18 dan makin jauh memasuki dunia dewasanya, saya mungkin bakal bilang, “Nak, kamu mesti lebih giat mencari dan menyimpan bekal sebanyak-banyaknya buat menempuh perjalanan ke masa depan. Segala sesuatunya harus kamu usahakan dan perjuangkan sendiri, karena di negeri kita ini para pemimpinnya sama sekali tidak bisa kita percaya dan kita andalkan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katanya sekolah gratis, tapi ketika banyak orangtua diwajibkan membayar jutaan rupiah untuk memasukkan anaknya ke sekolah negeri, tak ada yang bisa menghentikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar sebulan lalu, MUI mengeluarkan 11 fatwa yang antara lain mengharamkan Ahmadiyah (lagi), pernikahan muslim dengan nonmuslim, pemikiran liberalisme, sekularisme, dan pluralisme. Gayung bersambut, banyak orang tiba-tiba, entah datang dari mana, menggerebek masjid (dan warga) Jemaah Ahmadiyah Indonesia, seolah-olah mereka penyebar flu burung yang mesti segera dimusnahkan. Ironisnya, tidak ada satu pun elite kekuasaan, termasuk petinggi keamanan, yang mengutuk, menghentikan, dan menghukum (pelaku) aksi anarkis itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://www.pakde.com/Indonesia.jpg"&gt;&lt;br /&gt;Jika mesti diverbalkan, sikap cuwek mereka kurang lebih berarti, “Itu adalah persoalan antarkalian, jadi mohon diselesaikan oleh kalian sendiri.” Lebih serius dari itu, mereka sebetulnya telah melegitimasi intervensi kekuasaan ke dalam wilayah privat, membiarkan teror berlangsung terang-terangan, menyuburkan konflik horisontal antarwarga masyarakat, dan membuat orang makin tak percaya pada hukum. Akibatnya, seperti kata Hamid Basyaib di majalah Tempo, 8-14 Agustus 2005, “Dan saksikanlah bahwa saya, warga Negara Hukum Indonesia, pemeluk Islam di negeri muslim terbesar di muka bumi ini, sungguh-sungguh takut hanya karena berpikir.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka cuma membutuhkan kita sebagai angka statistik buat memenangi pemilihan. Dan kita tahu, menang = kekuasaan = uang banyak. Di Depok sana, sebuah parpol dengan banyak pengikut hari-hari ini sedang berjuang melalui jalur hukum untuk menggugat keputusan Pengadilan Tinggi Jawa Barat yang membatalkan kemenangan calon walikota jagoan mereka seraya memenangkan calon walikota dari parpol lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepintas mereka tampak tengah memperjuangkan tegaknya sistem peradilan yang bersih dan adil. Sayangnya, mereka cuma melakukannya karena diri mereka sendiri menjadi korban. Sebelumnya, mereka tak pernah peduli pada nasib banyak orang, di antaranya ikut mencoblos jago-jago mereka dalam pemilu dan pilkada, yang kerap mengalami ketidakadilan di depan lembaga peradilan. Buat mereka mungkin persoalannya sangat berbeda, karena kursi walikota adalah kekuasaan, dan kekuasaan adalah segalanya. Sementara, nasib buruk orang per orang cuma angka statistik, yang toh nanti akan diagendakan juga dalam rapat mingguan partai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru saja pemerintah Indonesia dan GAM menandatanganii MOU tentang perdamaian di Aceh. Saya membaca baik-baik isi MOU itu di halaman 5 Kompas, 16 Agustus 2005. Saya mengerti semua isinya, tapi tentu saja saya tidak memahami implementasi dan implikasinya. Yang menakjubkan, banyak elite politik kita, bahkan sebelum membaca isi MOU itu, memberikan reaksi pribadi yang berlebihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang ribut soal hak Aceh menggunakan bendera sendiri. Barangkali seumur hidup ia tak pernah menonton PON, di mana setiap provinsi memiliki bendera dan simbol daerah masing-masing. Ada yang menyoroti hak ekonomi Aceh mendatangkan investasi sendiri, melakukan perdagangan internal dan internasional, serta menetapkan suku bunga berbeda dengan BI. Padahal menurut Faisal Basri, “UU Keuangan Daerah memungkinkan daerah melakukan pinjaman dari dalam maupun luar negeri. Suku bunga memang tidak perlu sama dengan BI. Begitu pula dengan kebebasan melakukan perdagangan dengan semua bagian RI, itu semua ciri khas negara kesatuan.” Ada pula yang memprotes hak Aceh memperoleh 70% dari sumber daya alamnya. Padahal, sejak UU Otonomi Daerah diberlakukan, Papua dan Aceh sebagai daerah khusus memang mendapat 70% dari bagi hasil migas, sedangkan pusat 30%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada yang baru. Seperti biasa, semua berlomba ngomong tanpa memahami betul apa yang diomongkan. Lebih menyedihkan: semua ngomong menurut interes pribadi masing-masing. Tak ada yang tampak sungguh-sungguh mencoba memahami persoalan ini dari kaca mata rakyat Aceh, yang bakal merasakan langsung dampak pelaksanaan MOU itu. Sebab, toh, sekali lagi, seperti di Depok, rakyat Aceh cuma angka statistik buat memenangi pemilihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, Nengmanis, satu-satunya cara yang tersedia kini untuk hidup selamat di negeri kita ini adalah dengan menjadi skeptis, apatis, masa bodoh, atau dalam bahasa kamu: EGP! Presiden, anggota DPR, DPD, DPRD, walikota, bupati, camat, yang kamu pilih sendiri dalam pemilu dan pilkada itu, tak bakal mau dan mampu melindungi kepentingan kamu. Apalagi cuma menteri, Kapolri, Jaksa Agung, dirjen, dan pejabat lain yang tidak kamu pilih sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, ingat ya, ayah tidak pernah menganjurkan kamu buat tidak mengikuti pemilu dan pilkada. Itu adalah hak asasi setiap manusia dewasa. Sekarang kamu sudah dewasa. Tak perlu bingung jika merasa masih banyak sisi kanak-kanak di dalam tubuh dewasa kamu. Ada yang sudah berumur 60 tahun tapi tidak kunjung menjadi dewasa kok!&lt;br /&gt;***&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15666044-112488166674436327?l=lomba-blogfam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.pakde.com/000116.html' title='Entry 26 - Merdeka 60 Tahun'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15666044/posts/default/112488166674436327'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15666044/posts/default/112488166674436327'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lomba-blogfam.blogspot.com/2005/08/entry-26-merdeka-60-tahun_24.html' title='Entry 26 - Merdeka 60 Tahun'/><author><name>Blogger Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16854963728946061477</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15666044.post-112488115232041780</id><published>2005-08-24T23:05:00.000-07:00</published><updated>2005-08-24T03:59:12.320-07:00</updated><title type='text'>Entry 25 - 17 an Mencari Cinta</title><content type='html'>Ditulis oleh : Dadang&lt;br /&gt;URL : http://dadangjm.blogspot.com/2005/08/17-mencari-cinta.html&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align"justify"&gt;Hari kemerdekaan Tanggal 17 Agustus 2005, gw rayakan saat gw sama temen-temen mengikuti Prajab. Merayakan hari kemerdekaan disaat-saat seperti itu sungguh terasa maknanya dan dihayati secara sungguh-sungguh mungkin terbawa oleh suasana yang penuh disiplin saat itu. Tepat jam 4 pagi sirine meraung-raung menandakan para peserta prajab untuk bangun dan bersiap-siap untuk sholat subuh dan melakukan senam pagi. Senam pagi yang berupa poco-poco dan sijojo merupakan senam pavorit para peserta prajab maklum ada goyanggannya jadi tidak terasa cape he..he..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah senam pagi mulailah upacara bendera dilaksanakan dengan memakai pakaian korpri dan peci yang kebanyakan masih baru, maklum baru pada beli semua, tampaknya pada semangat untuk segera mengikuti upacara bendera. Gw juga merasakan hal itu soalnya gw nggak ingat lagi upacara terakhir yang gw laksanain pokoknya sudah sangat lama jadi terasa seperti mengenang masa-masa SMA dulu yang tiap hari senin mengikuti upacara bendera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah upacara selesai lagu-lagu perjuangan semisal lagu Syukur, Padamu Negeri dsb, diperdengarkan dan menambah suasana gembira saat itu. Setelah istirahat sebentar tepat jam 1 siang acara yang dinanti-nantikan pun dimulai yakni lomba bakiak, balap karung, sepakbola ria dsb. Saat-saat seperti itu bagi orang yang punya niatan mencari pasangan hidup adalah kesempatan dalam kesempitan untuk mendekati cewek huntingannya, maklum biasanya susah tuch deketin cewek kalau hari-hari biasa ketat dengan segala peraturan. Disela-sela ketatnya pertandingan dan suasana hiruk pikuk ternyata suasana seperti itu merupakan momen yang paling baik untuk menyatakan cinta ha..ha…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alkisah malam pun tiba, suasana masih ramai juga, tapi ada yang aneh dibeberapa lorong asrama bukan lagu 17 agustus lagi yang terdengar, yang terdengar malah lagu nya Dewa judulnya “Pupus” dan “jujur” lagunya Raja, selidik punya selidik cowok yang sudah nyatain cintanya dan ditolak sama ceweknya lagu wajibnya “Pupus” sedangkan yang belum ada kepastian lagu wajibnya “Jujur”. Jadilah di lorong2 cowok terdapat artis dadakan yang bernyanyi tanpa peduli bagus apa tidak nyanyiannya maklum suara yang patah hati dan yang menanti kepastian suaranya pasti tidak terkontrol, sampai larut malam masih saja terdengar lagu-lagu tersebut sampai kebawa mimpi kali he..he…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ok itulah pengalaman gw 17 an disuasana prajab yang penuh kegembiraan dan menyenangkan dan kisah-kisah sedih dari para jomblowan yang mencari Cinta. &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15666044-112488115232041780?l=lomba-blogfam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://dadangjm.blogspot.com/2005/08/17-mencari-cinta.html' title='Entry 25 - 17 an Mencari Cinta'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15666044/posts/default/112488115232041780'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15666044/posts/default/112488115232041780'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lomba-blogfam.blogspot.com/2005/08/entry-25-17-mencari-cinta.html' title='Entry 25 - 17 an Mencari Cinta'/><author><name>Blogger Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16854963728946061477</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15666044.post-112488088269308899</id><published>2005-08-24T23:04:00.000-07:00</published><updated>2005-08-27T00:30:31.440-07:00</updated><title type='text'>Entry 24 - Typo Pertama Dalam Sejarah Indonesia ?</title><content type='html'>Ditulis oleh : Wicak&lt;br /&gt;URL : http://wicakhidayat.blogspot.com/2005/08/typo-pertama-dalam-sejarah-indonesia.html&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Enam puluh tahun lalu kemerdekaan Indonesia diproklamasikan. Sebuah naskah kumal hasil ketikan proklamasi pun hingga kini menjadi 'bukti' peristiwa bersejarah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua tentu mafhum bahwasanya naskah tersebut diketikkan oleh Sayuti Melik berdasarkan naskah corat-coret asli para pendiri bangsa kita ini. (Siapa tepatnya yang mencorat-coret saya tidak tahu).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga kini, setiap 17 Agustus pun dirayakan dan dimeriahkan sebagai H.U.T Kemerdekaan RI. Istilah populernya, tujuhbelasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal yang menggelitik keingintahuan saya sejak beberapa waktu lalu adalah tahun pada naskah tersebut. Tepatnya tercatat seperti ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hari 17, bulan 8, tahun 05&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, kenapa tahunnya '05? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://photos25.flickr.com/35304069_18bceac704_o.jpg"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya saya ngeh soal tahun ini adalah di uang kertas Rp 100 ribu. Saya pikir 'the good people at Perum Peruri' melakukan kesalahan dalam mendesain. Ternyata memang naskah aslinya demikian. (Liat gambar)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setidaknya itu yang saya lihat dari hasil pencarian &lt;a href="http://images.google.com/images?q=proklamasi&amp;hl=en&amp;hs=aNh&amp;lr=&amp;client=opera&amp;rls=en&amp;sa=N&amp;tab=wi"&gt;gambar di Google&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa ya? Ada yang tau nggak?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15666044-112488088269308899?l=lomba-blogfam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://wicakhidayat.blogspot.com/2005/08/typo-pertama-dalam-sejarah-indonesia.html' title='Entry 24 - Typo Pertama Dalam Sejarah Indonesia ?'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15666044/posts/default/112488088269308899'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15666044/posts/default/112488088269308899'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lomba-blogfam.blogspot.com/2005/08/entry-24-typo-pertama-dalam-sejarah.html' title='Entry 24 - Typo Pertama Dalam Sejarah Indonesia ?'/><author><name>Blogger Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16854963728946061477</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15666044.post-112488047315977663</id><published>2005-08-24T23:03:00.000-07:00</published><updated>2005-08-24T03:49:24.376-07:00</updated><title type='text'>Entry 23 - Pawai Obor dan Potret Negeri</title><content type='html'>Ditulis oleh : Rian&lt;br /&gt;URL : http://irmaja.blogdrive.com/&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://www.geocities.com/mitraku007/sunset.jpg"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selepas Isya, buru-buru aku keluar rumah menuju jalan Jend. Sudirman (salah satu jalan protokol dikota ku). Karena malam ini, seperti tahun-tahun kemarin akan ada pawai obor menjelang acara 17-an.&lt;br /&gt;Sesampainya di jalan tsb, ternyata sudah ramai oleh orang-orang yang ingin juga melihat pawai obor. Ada yang datang bersama anak istri, ada juga pasangan muda-mudi.&lt;br /&gt;Sementara aku sendirian berdiri disamping took Sumber Rejeki, mengamati orang-orang disekitarku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lama kemudian terdengar suara sirene mobil Polisi mengiringi pembawa obor. Anak-anak kecil serta ibu-ibu berlari kecil mendekat ke bibir jalan tsb.&lt;br /&gt;Dan akhirnya para pasukan melintas di jalan itu, diawali dengan pasukan TNI berseragam lengkap, disusul kemudian pasukan Drumband yang memainkan lagu-lagu heroik, kemudian para pembawa obor yang sebagian besar anak-anak sekolah juga menyusul dibelakang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada kejadian lucu ketika pawai tsb melintas dijalan tsb. Kebetulan dipinggir jalan itu ada keluarga yang mengadakan pesta nikahan. Tamu-tamu yang tak banyak itu tiba-tiba berhamburan ke pinggir jalan ketika pawai melintas. Sepasang pengantin iu pun hanya bisa bengong ditinggal sejenak oleh para undangan. Kasian pengantin itu dicuekin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya semua para peserta pawai obor itu selesai melintas dijalan itu. Para penonton pun pulang, ada juga yang mengikuti para pembawa obor itu dari belakang.&lt;br /&gt;Aku pun pulang ke rumah. Sesampainya dirumah duduk aku dibangku depan teras rumah.&lt;br /&gt;Kupandangi langit yang malam itu terang benderang dihiasi bintang-bintang yang bertaburan dilangit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;60 Tahun sudah bangsa ini merdeka, namun masih sakit. Ya, bangsa ini telah dijangkiti penyakit akut. Tanah air pusaka nan jaya telah berubah menjadi neraka. Laut, kail dan jala yang bisa menghidupi kini lebih sering murka. Tanah surga yang menjanjikan tongkat kayu dan batu menjadi tanaman kini kering merekah. Atas nama pembangunan, rakyat kecil dipinggirkan, digusur dan diburu trantib. Kemakmuran tunggu dulu, yang kenyang hanya para penggede. Kehormatan diri terjual murah seperti gampangnya menggadai aset negara.&lt;br /&gt;Semua diobok-obok, biar penghuninya pada mabok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Moral hancur dalam remang gelinjang kehidupan malam yang dipenuhi warna-warni cahaya, diselingi dentam musik jelegur koek-koek yang diputar DJ, untuk sesaat menghilangkan rasa suntuk dan kemuraman masa depan. Gamang menghadapi hari esok, impian gemah ripah loh jinawi pun entah kemana karena di negeri ini nurani menderita, bagai helaan nafas penderita asma. Tak ada lagi nurani, karena telah tersimpan rapih di kantong, terselip diantara sekian banyak jenis kartu kredit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nanah di koreng, wajah kotor beringus, jeritan tangis membelah langit atau luka membusuk, siapa yang peduli? Semua itu dapat dihibur dengan goyang ngebor murahan. Ulang tahun pun seperti biasa dibuat meriah agar rakyat lupa 40 juta pengangguran, milyaran bahkan trilyunan angka korupsi yang membelalakkan mata, sulit makan, mahalnya kesehatan dan pendidikan hingga hilangnya jaminan keamanan serta keadilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejenak rakyat pun gembira, terpingkal-pingkal melihat acara balap karung, lomba makan kerupuk, panjat pohon pinang yang dilumuri oli, tepuk bantal hingga bergadang ikutan lomba gaplek. Sementara kalangan penguasa meneruskan sebuah tradisi, upacara bendera dan baris-berbaris, "Siap, graak!!!" Wah... pemimpin kita cuma sibuk upacara ya, lalu sibuk rapat untuk kepentingan pribadi atau golongannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua bahagia, wajah sumringah, bersorak-sorai, larut dalam tawa joget dangdut, bebas dan merasa merdeka walaupun badan penuh peluh, lumuran oli dan semerbak bau keringat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usia 60 tahun, bukankah itu sebuah amanah dari Allah Subhanahu wa Ta'ala yang mestinya membuat kita tambah bijaksana. Kenikmatan itu pula hendaknya menjadikan kita lebih pandai bersyukur kepada-Nya, tidak hanya dengan melafazkan 'alhamdulillah' namun bagaimana memanfaatkan nikmat itu sesuai dengan titah Sang Pemilik Kenikmatan hingga tercipta keadilan dan kesejahteraan hidup bangsa, spiritual maupun material.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayang... seribu kali sayang, pemimpin bangsa ini lupa atau pura-pura lupa bahwa amanah telah diletakkan di pundaknya. Pundak yang mestinya untuk memikul beras demi rakyat miskin yang kelaparan,hanya digunakan untuk rangkulan lobi politik seraya menyelipkan amplop disaku jas mewah yang bertambah sesak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku jadi teringat syair yang ditulis sang pujangga besar Khalil Gibran:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BANGSA KASIHAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasihan bangsa yang memakai pakaian yang tidak ditenunnya,&lt;br /&gt;memakan roti dari gandum yang tidak dituainya&lt;br /&gt;dan meminum anggur yang tidak diperasnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasihan bangsa yang menjadikan orang bodoh menjadi pahlawan,&lt;br /&gt;dan menganggap penindasan penjajah sebagai hadiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasihan bangsa yang meremehkan nafsu dalam mimpi-mimpinya ketika tidur,&lt;br /&gt;sementara menyerah padanya ketika bangun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasihan bangsa yang tidak pernah angkat suara&lt;br /&gt;kecuali jika sedang berjalan di atas kuburan,&lt;br /&gt;tidak sesumbar kecuali di runtuhan,&lt;br /&gt;dan tidak memberontak kecuali ketika lehernya&lt;br /&gt;sudah berada di antara pedang dan landasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasihan bangsa yang negarawannya serigala,&lt;br /&gt;falsafahnya karung nasi,&lt;br /&gt;dan senimannya tukang tambal dan tukang tiru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasihan bangsa yang menyambut penguasa barunya&lt;br /&gt;dengan trompet kehormatan namun melepasnya dengan cacian,&lt;br /&gt;hanya untuk menyambut penguasa baru lain dengan trompet lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasihan bangsa yang orang sucinya dungu&lt;br /&gt;menghitung tahun-tahun berlalu&lt;br /&gt;dan orang kuatnya masih dalam gendongan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasihan bangsa yang berpecah-belah,&lt;br /&gt;dan masing-masing mengangap dirinya sebagai satu bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seandainya mereka ingat sabda Rasulullah Sallallaahu Alayhi Wasallam, yang dikisahkan ibunda Aisyah radhiyallahu'anha, "Aku mendengar Rasulullah Sallallaahu Alayhi Wasallam bersabda di rumahku ini, Ya Allah, barangsiapa yang diberi sedikit kekuasaan untuk mengurus umatku kemudian dia mempersulit mereka, maka persulitlah dia. Dan barangsiapa yang diberi kekuasaan untuk mengurus umatku kemudian dia mengasihi mereka, maka kasihilah dia," (HR Muslim, Shahih Muslim vol. 4 hal. 212) niscaya mereka akan sadar bahwa kemerdekaan ini pun amanah dan titipan dari-Nya sehingga yang diberikan amanah dapat berlaku adil untuk mewujudkan masyarakat sejahtera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia... sungguh berat bebanmu. Semoga kelak hanya orang-orang amanah yang menjadi pemimpin, dan berkhidmat/melayani rakyatnya (sayyidul qaumi khadimuhum), karena insya Allah mereka akan selalu ingat bahwa semua ini adalah titipan dari Allah Subhanahu wa Ta'ala yang kelak harus dipertanggungjawabkan, sehingga tidaklah Ia mengharamkan surga bagi manusia yang diberikan kekuasaan memimpin, karena di hari matinya dia telah mengkhianati rakyatnya (HR. Imam Muslim syarahan-Nawawi vol. 4 hal. 214).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a'lam bi showab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*PADAMU NEGERI, AKU BERBAKTI*&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15666044-112488047315977663?l=lomba-blogfam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://irmaja.blogdrive.com/' title='Entry 23 - Pawai Obor dan Potret Negeri'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15666044/posts/default/112488047315977663'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15666044/posts/default/112488047315977663'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lomba-blogfam.blogspot.com/2005/08/entry-23-pawai-obor-dan-potret-negeri.html' title='Entry 23 - Pawai Obor dan Potret Negeri'/><author><name>Blogger Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16854963728946061477</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15666044.post-112487915578085636</id><published>2005-08-24T23:02:00.000-07:00</published><updated>2005-08-24T03:43:15.636-07:00</updated><title type='text'>Entry 22 - Berubah Demi Perubahan</title><content type='html'>Ditulis oleh : Snookie&lt;br /&gt;URL : http://www.alia.or.id/archives/2005/08/sambut_perubaha.html&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://www.alia.or.id/images/sdn%20coca%20cola.jpg"widht="340" height="180"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terinspirasi dari tulisan &lt;a href="http://dawnsky75.blogspot.com/"&gt;Tasya&lt;/a&gt;,&lt;br /&gt;aku jadi mikir-mikir juga soal perubahan yang terjadi dalam hidupku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak aku pindah ke Minnesota dan harus menghadapi tiap musim dingin di rumah sakit.&lt;br /&gt;Sejak pulang ke Indonesia dan mengalami culture shock hebat.&lt;br /&gt;Sejak aku begitu bangga memakai seragam SMP untuk pertama kalinya.&lt;br /&gt;Sejak aku jatuh cinta lalu patah hati untuk kemudian jatuh cinta lagi.&lt;br /&gt;Sejak aku kuliah di UI, kos di Depok dan naik Kereta Jabotabek.&lt;br /&gt;Sejak aku mulai magang, freelance lalu kerja di JC&amp;K Advertising.&lt;br /&gt;Sejak aku masuk di &lt;a href="http://www.matari-ad.com/"&gt;Matari&lt;/a&gt; dan kerja di bawah Pak Ken.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kini, sejak aku di &lt;a href="http://www.mccann.com/"&gt;McCann&lt;/a&gt;...&lt;br /&gt;masuk grup dibawah Okky...&lt;br /&gt;yang berubah jadi grup-nya Yoga &amp; Caplak...&lt;br /&gt;dan kini pindah ke grup Coca Cola.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu banyak perubahan yang terjadi.&lt;br /&gt;Perubahan yang diinginkan.&lt;br /&gt;Perubahan yang tidak diinginkan.&lt;br /&gt;Perubahan yang dinanti-nantikan.&lt;br /&gt;Perubahan yang diluar dugaan.&lt;br /&gt;Dan semuanya mau tidak mau harus aku jalani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai anak kreatif iklan&lt;br /&gt;yang terbiasa "loncat" agency tiap 2 tahun,&lt;br /&gt;yang namanya perubahan sebenarnya bukan sesuatu yang aneh.&lt;br /&gt;Malah banyak teman yang suka gatal&lt;br /&gt;kalau udah kelamaan di agency tertentu.&lt;br /&gt;Sepertinya mereka begitu haus akan tantangan baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin tua seorang kreatif iklan,&lt;br /&gt;semakin kecil pula kemungkinannya untuk loncat agency.&lt;br /&gt;Kenapa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin karena udah capek loncat-loncat dan harus terus beradaptasi.&lt;br /&gt;Mungkin juga karena udah pengen yang mapan-mapan saja.&lt;br /&gt;Kalau ditarik ke dunia politik, mungkin mereka bisa&lt;br /&gt;disebut sebagai kelompok status quo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya yang berada dalam status quo ini&lt;br /&gt;sudah merasa nyaman dan puas&lt;br /&gt;dalam situasi dan kondisi yang mereka miliki.&lt;br /&gt;Rasanya mustahil mereka mau berubah,&lt;br /&gt;berjuang dari bawah kembali, untuk meraih situasi yang lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dunia iklan, banyak juga orang kreatif yang seperti itu.&lt;br /&gt;Sepertinya passion mereka untuk membuat iklan yang bagus jadi pudar,&lt;br /&gt;seiring meningkatnya kebutuhan hidup dan keinginan besar untuk mapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang sebenarnya sih, enggak salah juga.&lt;br /&gt;Kalau udah mapan, wajar aja enggak mau susah lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita mau sedikit berpikir psikologis,&lt;br /&gt;situasi ini merupakan pikiran pria pada umumnya;&lt;br /&gt;"Kalau enggak rusak, untuk apa diperbaiki?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak mau bilang yang status quo ini salah.&lt;br /&gt;Cuma aku merasa bahwa bangsa Indonesia begitu cepat puas.&lt;br /&gt;Terlalu cepat puas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau naik taxi, banyak sopir-sopir yang mengeluh&lt;br /&gt;dan berkata, Indonesia sungguh lebih enak waktu jaman Soeharto.&lt;br /&gt;Sebagai salah seorang mahasiswa yang ikut menduduki MPR/DPR saat itu,&lt;br /&gt;aku merasa begitu terenyuh dan sedih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepertinya mereka terjebak dalam bayangan mimpi mereka&lt;br /&gt;dan tak mau menghadapi realita.&lt;br /&gt;Aku rasa mereka itu takkan keberatan&lt;br /&gt;bila kita tidak merdeka dan terus dijajah oleh Belanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak yang memprotes Sutiyoso&lt;br /&gt;dengan rencana busway, subway dan monorel-nya.&lt;br /&gt;Terlepas dari isu korupsi-nya,&lt;br /&gt;aku mendukung banget rencana pembangunan itu.&lt;br /&gt;Apa? Busway malah bikin macet?&lt;br /&gt;Sabar dong, namanya perubahan itu kan butuh proses.&lt;br /&gt;Di dalam proses itu mungkin ada kesalahan yang harus diperbaiki,&lt;br /&gt;ada hambatan yang harus dilalui, ada rencana yang belum dipenuhi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudahkah kamu lihat rencana pembangunan MRT Jakarta?&lt;br /&gt;Sekilas aku pikir ini London,&lt;br /&gt;tapi inilah Jakarta 10-20 tahun lagi!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://www.alia.or.id/images/MRT-Jakarta.jpg" widht="340" height="180"&gt;&lt;a href="http://dawnsky75.blogspot.com/"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Klik untuk melihat gambar lebih besar!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, hai temans...&lt;br /&gt;jangan takut bila perubahan tiba-tiba menghadang di depan matamu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau dalam prosesnya, perubahan bisa membuat lemah,&lt;br /&gt;pada akhirnya akan menjadi pelajaran yang memberi kekuatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan itu memang menakutkan.&lt;br /&gt;Banyak hal yang bisa terjadi di luar keinginan kita.&lt;br /&gt;Dunia kita yang mapan seolah di acak dan diputar balik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi bila kita jalani dengan pikiran yang positif,&lt;br /&gt;banyak hal yang bisa kita pelajari.&lt;br /&gt;Tentang diri kita sendiri,&lt;br /&gt;tentang teman kita sendiri,&lt;br /&gt;tentang lingkungan sekitar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan itu menakutkan.&lt;br /&gt;Tapi kehilangan creative passion&lt;br /&gt;dan merasa terlalu nyaman dalam kondisi yang ada&lt;br /&gt;lebih menakutkanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan itu tidak menjamin kestabilan.&lt;br /&gt;Tapi terjebak dalam situasi yang sama terus-menerus&lt;br /&gt;akan semakin mendorongku berlari mencari sesuatu yang baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan itu membutuhkan proses yang lama.&lt;br /&gt;Tapi seperti kata seorang mantan Presiden Amerika,&lt;br /&gt;lebih baik saya mati seperti sekarang ini&lt;br /&gt;daripada tidak bisa merubah diriku menjadi lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan itu akan meminta banyak tangis dan darah.&lt;br /&gt;Tapi selama itu nanti akan membuatku tersenyum lebih lebar,&lt;br /&gt;kenapa juga tidak aku hadapi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan bila Perubahan itu datang,&lt;br /&gt;apa mungkin kita bersikukuh mempertahankan yang sudah terbiasa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya karena sudah terbiasa melakukannya,&lt;br /&gt;tidak menjadikannya benar.&lt;br /&gt;Hanya karena banyak orang melakukannya,&lt;br /&gt;tidak menjadikannya benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gimana?&lt;br /&gt;Maukah kamu berubah demi Perubahan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;Song of the moment : &lt;a href="http://music-in-mind.textamerica.com/?r=3142210"&gt;Changes - Kelly &amp; Ozzy Osbourne&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Sebuah renungan di Hari Kemerdekaan Indonesia yang ke-60.&lt;br /&gt;Maukah bangsa Indonesia berubah untuk merubah Indonesia menjadi lebih baik?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15666044-112487915578085636?l=lomba-blogfam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.alia.or.id/archives/2005/08/sambut_perubaha.html' title='Entry 22 - Berubah Demi Perubahan'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15666044/posts/default/112487915578085636'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15666044/posts/default/112487915578085636'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lomba-blogfam.blogspot.com/2005/08/entry-22-berubah-demi-perubahan.html' title='Entry 22 - Berubah Demi Perubahan'/><author><name>Blogger Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16854963728946061477</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15666044.post-112487841277073742</id><published>2005-08-24T23:01:00.000-07:00</published><updated>2005-08-24T03:21:25.780-07:00</updated><title type='text'>Entry 21 - Pesta Rakyat</title><content type='html'>Ditulis oleh : Linda&lt;br /&gt;URL : http://nice-green.blogspot.com/2005_08_01_nice-green_archive.html&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah menjadi tradisi bagi negeri ini dan seluruh bangsa yang tinggal di negeri lain untuk ikut berperan serta memeriahkan hari kemerdekaan dengan berbagai acara. Yang sudah menjadi tradisi adalah pertandingan yang dilakukan sebelum tanggal 17 Agustus, biasanya dimulai dari awal Juli. Lalu dilanjutkan dengan acara syukuran yang diselenggarakan pada malam tanggal 17. Tak kalah serunya adalah perlombaan yang diselenggarakan pada tanggal 17 Agustusnya. Setelah itu biasanya, acara puncak diselenggarakannya panggung hiburan yang di dalamnya terdapat pemberian hadiah kepada para pemenang.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Pertandingan menjelang Hari Kemerdekaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Biasanya sebelum tanggal 17 Agustus, dimeriahkan dengan berbagai macam pertandingan baik antar RT di lingkungan rumah, antar kelas di lingkungan sekolah, antar fakultas di lingkungan Universitas, antar divisi di lingkungan kantor dan lain sebagainya. Pertandingan yang diadakan pun beragam. Mulai dari pertandingan catur, panco, bulu tangkis, tenis meja, bola voli, sepak bola, tarik tambang, basket, sepeda hias, dan berbagai macam pertandingan lainnya. Tiap orang berusaha untuk bisa turut serta dalam pertandingan tersebut. Hadiah yang diberikan pun beragam rupanya. Mulai dari uang tunai maupun berupa barang. Apapun bentuk hadiahnya, yang terpenting adalah keikutsertaan kita dalam memeriahkan pertandingan yang diselenggarakan. Dengan adanya pertandingan ini, terkadang membuat kita menjadi lebih akrab dengan orang lain. Mungkin karena rutinitas yang membuat kita tidak sempat untuk berkumpul dengan lingkungan sekitar. Tapi tak jarang pula, pertandingan ini malah membuat perpecahan antar warga. Hal ini yang mestinya kita cegah. Karena tujuan dari pertandingan yang diadakan adalah untuk menyatukan warga bukannya malah memecah belah warga. Biasanya hal ini terjadi karena ulah segelintir orang yang menjadi provokator. Semoga saja hal seperti ini tidak terjadi lagi di masa yang akan datang. Justru malah akan menambah keakraban dan tali persaudaraan diantara para peserta pertandingan. Amin&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Syukuran di Malam 17 Agustus&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bagian dari pesta rakyat lainnya adalah acara syukuran yang diadakan pada malam 17 Agustus. Acara ini biasanya diselenggarakan di lingkungan RT. Jadi setiap RT mengadakan acara syukuran ini. Untuk acara ini biasanya disuguhi tumpengan (nasi putih/nasi kuning; kering tempe; urapan: toge, bayam, kol, daun singkong, kacang panjang; tempe &amp; tahu bacem; ayam goreng; telur rebus; kerupuk/peyek teri). Yang dimasak secara bergotong royong oleh ibu² dan remaja putri yang ada di lingkungan tersebut pada tanggal 16nya. Dananya diperoleh dari sumbangan para warga dan donatur. Acara syukuran, biasanya dimulai setelah sholat Isya. Di situ akan berkumpul semua warga (tanpa terkecuali), dari anak2 sampai orang tua. Indah sekali rasanya melihat kebersamaan dan kekeluargaan yang terjalin. Keakraban pun semakin terasa. Semoga saja suasana keakraban dan kekeluargaan yang telah terbina tidak akan pernah luntur dan menjadikan negeri ini, negeri yang penuh rasa kekeluargaan dan kebersamaan. Semoga saja, anak cucu saya nanti dapat juga merasakan hal yang sama. Amin&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Kemeriahan di Hari Kemerdekaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Nah di hari "H" alias tanggal 17 nya, sudah jadi kebiasaan kalo lombanya dimulai setelah anak2 sekolah pulang dari upacara bendera di sekolahnya masing2. Beragam perlombaan digelar, ada lomba makan kerupuk, lomba joget jeruk, lomba ambil duit di jeruk yg diolesi areng yg dihaluskan ditambah minyak goreng, lomba nangkep belut, lomba berjalan dengan membawa kelereng dengan sendok, lomba memasukan benang ke dalam jarum sambil berjalan, lomba memasukan pensil ke dalam botol, lomba memindahkan bendera, lomba melukis dengan mata tertutup, lomba gebuk guling, lomba mengiris bawang merah, lomba panjat pinang, sepak bola bapak2 dengan memakai daster, sepak bola ibu2 &amp; remaja putri, dan lomba² lainnya. Yang paling berkesan dan gak akan pernah terlupakan dalam hidup ini waktu jaman SD ikutan lomba mengiris bawang merah. Waaaaah... tau sendiri deh bawang merah itu kan bikin mata ini jadi berkaca2 . Tapi dengan semangat 45, akhirnya bisa mendapatkan juara ke-2 lomba mengiris bawang merah. Itu pipi sampe basah karna air mata yang mengalir. Tapi seneng banget deh, bener2 pengalaman yang tak terlupakan. Ternyata sering bantu ibu di dapur bisa bikin jadi juara ke-2 loh .... hehhehe :D. Makasih ya bu, dah ngajarin ngiris bawang yang baik dan benar .... ;). Back to story, biasanya sih lomba yang paling ditunggu adalah panjat pinang, karna seru dan menggemaskan. Gimana gak menggemaskan, lah wong udah mau sampe atas trus jatoh lagi karna licin. Kalo ada yang berhasil sampe puncak, kita semua yang nonton ikutan seneng. Padahal kita kan kebagian hadiahnya ya, tapi kita ikut seneng karna akhirnya ada yang berhasil mendapatkan hadiahnya.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Acara Penutup&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Acara terakhir adalah panggung hiburan dengan maksud menutup berbagai rangkaian acara 17-an. Di acara ini, biasanya disajikan berbagai hiburan mulai dari tarian² daerah dan modern yang dibawakan oleh anak2 kecil dan remaja putra/putri. Dan berbagai macam bentuk hiburan lainnya. Selain itu diselingi dengan pemberian hadiah dari para pemenang pertandingan dan lomba yang diadakan. Semoga kemeriahan seperti ini akan tetap dapat dirasakan sampai anak dan cucu kita nanti. Semoga di jaman anak dan cucu kita nanti, lombanya lebih kreatif dan inovatif. Misalnya saja seperti lomba2 yang diadakan oleh Blogfam diantaranya lomba pantun, lomba entry blog &amp; lomba foto yang berkaitan dg acara 17-an. Dirgahayu negeriku tercinta... Dirgahayu bangsaku!&lt;br /&gt;-----------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk Negeriku Tercinta....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan...&lt;br /&gt;Kupanjatkan puji syukur kehadiratMu&lt;br /&gt;Atas segala nikmat dan karuniaMu&lt;br /&gt;Kepada negeri ini dan kami semua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan...&lt;br /&gt;Bimbing dan tuntunlah para pemimpin negeri ini&lt;br /&gt;Agar dapat menjalankan tugas dan tanggung jawabnya&lt;br /&gt;Dengan sebaik-baiknya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan...&lt;br /&gt;Bimbing dan tuntunlah kami&lt;br /&gt;Semua anak negeri ini&lt;br /&gt;Untuk dapat selalu&lt;br /&gt;Membawa harum nama bangsa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan...&lt;br /&gt;Semoga kemiskinan, kebodohan dan ketidakadilan&lt;br /&gt;Serta hal buruk lainnya&lt;br /&gt;Yang terjadi di negeri ini&lt;br /&gt;Dapat segera terhapuskan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan...&lt;br /&gt;Jadikan negeri ini&lt;br /&gt;Negeri yang penuh kedamaian&lt;br /&gt;Negeri yang penuh cinta&lt;br /&gt;Negeri yang makmur, adil dan sejahtera&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan...&lt;br /&gt;Segalanya kuserahkan padaMu&lt;br /&gt;Aku yakin dan percaya&lt;br /&gt;Engkau akan selalu memberikan yang terbaik&lt;br /&gt;Kepada kami semua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih Tuhan, Amin&lt;br /&gt;***&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15666044-112487841277073742?l=lomba-blogfam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://nice-green.blogspot.com/2005_08_01_nice-green_archive.html' title='Entry 21 - Pesta Rakyat'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15666044/posts/default/112487841277073742'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15666044/posts/default/112487841277073742'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lomba-blogfam.blogspot.com/2005/08/entry-21-pesta-rakyat.html' title='Entry 21 - Pesta Rakyat'/><author><name>Blogger Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16854963728946061477</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15666044.post-112487745686567800</id><published>2005-08-24T23:00:00.000-07:00</published><updated>2005-08-24T02:57:36.866-07:00</updated><title type='text'>Entry 20 - Tujuh Belasan Itu Kampungan!</title><content type='html'>Ditulis oleh : Ucha&lt;br /&gt;URL : http://ucha-weblog.com/?p=49&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin semua orang sudah tahu kalau peringatan kemerdekaan Indonesia yang jatuh pada tanggal 17 Agustus tiap tahunnya selalu identik dengan macam-macam kegiatan perlombaan seperti balap karung, makan kerupuk, sepak bola mini atau panjat pinang. Orang-orang menyebutnya acara tujuh belasan. Bagi gue, tujuh belasan itu KAMPUNGAN!.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari libur 17 Agustus tahun ini gue pakai untuk sesempat-sempatnya pulang kampung. Sudah hampir enam bulan gue nggak pulang. Di kampung, gue tinggal di lingkungan dengan tradisi NASIONALISME yang kental. Semuanya serba “terlalu Indonesia” kalau nggak mau dibilang “kampung gue banget”. Mulai dari acara urun rembug di kantor kelurahan, pengaturan jadwal ronda malam, kerja bakti di hari libur, temu warga di rumah kepala RW sampai acara arisan yang pesertanya hampir seluruh warga di lingkungan gue. Bukannya gue anti Nasionalisme, cuma menurut gue semua itu terlalu muluk-muluk dan buang waktu. Dibandingkan dengan kegiatan gue sehari-hari di kota tempat gue kuliah dan kerja, ritme kehidupan di kampung gue rasanya sangat lamban dan menjemukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh saja untuk acara arisan. Biasanya nuansa acara sudah terasa di seluruh kampung sehari sebelum pelaksanaannya. Rumah keluarga yang menjadi pelaksana bisa lebih meriah dari acara kawinan. Dan yang paling membuat gue kesal dan kadang menyesal untuk ikutan hadir di arisan adalah acara sambutan dari kepala RW, dari wakil kepala RW, dari bendahara, dari tuan rumah dan lain-lain yang kadang bisa menghabiskan waktu berjam-jam. Padahal isi sambutannya kurang lebih sama dengan yang sudah disampaikan pada acara yang sama minggu lalu. Mau menghindar untuk nggak hadir, gak enak sama yang lain. Menurut mereka sih, arisan itu penting. Buat tabungan, katanya. Apa gak ada cara yang lebih bagus untuk menabung?. Koperasi atau Simpedes mungkin?. Jangan membayangkan film Arisannya Tora Sudiro, arisan di kampung gue jauh lebih norak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti juga acara kerja bakti. Luar biasanya, kerja bakti selalu saja dijadualkan di hari libur. Kerja membersihkan selokan dan rumput-rumput sepertinya cuma menjadi judulnya aja. Bukannya kerja bakti, yang ada malah acara bergosip. Jangan salah, bapak-bapak di kampung gue juga jago bergosip lho. Mulai dari omongan politik, sepak bola sampai sinetron. Sebagian besar waktu yang ada hanya akan habis dengan duduk nongkrong sambil minum teh manis panas dan kue-kue yang sudah disiapkan ibu-ibu yang hadir. Padahal hari libur buat gue adalah hari yang tepat untuk beristirahat, bukannya malah ikutan kerja bakti. Intinya, banyak sekali kegiatan yang kurang bermanfaat yang selalu dilakukan berulang-ulang. Gue sendiri bingung, apa orang di kampung gue belum mengenal yang namanya efektifitas dan efisiensi? atau mungkin memang begitu cara mereka bertahan hidup?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sialnya begitu gue tiba di kampung seminggu sebelum tanggal 17 Agustus kemarin, gue disambut hangat oleh warga dan teman-teman gue. Sebagian bahkan mengusulkan gue menjadi ketua panitia acara tujuh belasan. Tentu saja gue menolak. Acara tujuh belasan bagi gue adalah acara kampungan, buang-buang waktu dan sama sekali gak bermanfaat. Coba saja, tahun lalu seingat gue ada lomba-lombaan yang aneh seperti sepak bola bencong, cabut koin dari pepaya yang dilumurin oli, belum lagi dirangkai dengan acara penutupan yang diisi dengan acara dangdutan, pembagian hadiah dan layar tancap. Bukan karena gue gak suka dangdut, tapi lebih karena mindset gue yang mengklaim kegiatan seperti itu adalah kampungan dan norak. Dengan halus gue akhirnya berhasil menghindar menjadi ketua panitia meskipun sebagai gantinya gue diminta menjadi peserta semua lomba yang ada. Dan gue setuju. Yah, apa boleh buat..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue akhirnya mengikuti 8 macam lomba. Panjat pinang, balap karung, sepak bola mini, tarik tambang, makan kerupuk, gigit koin, gebuk bantal dan tusuk jarum. Pelaksanannya sampai 4 hari dan pesertanya hampir semua orang sekampung. Ajaibnya, gue sama sekali gak merasa jemu. Yang ada gue merasa nyaman. Gue malah sangat antusias, jauh dari apa yang gue pikir akan gue rasain. Gue sadar bahwa gue berada di tengah-tengah orang yang saling menghargai dan menyemangati. Semangat persaudaraan yang begitu akrab tiba-tiba mampu menjadi motivator gue. Mungkin karena gue belum pernah merasa sebegitu dekatnya dengan lingkungan gue selama ini. Dan untuk pertama kalinya dalam hidup gue, gue merasa “berada di kampung halaman gue”. Ini membuka mata gue tentang pentingnya arti kekeluargaan, kebersamaan dan kerja sama. Tradisi warisan yang menjadi kekuatan kita sebagai warga Indonesia. Tradisi yang mulai terkikis oleh gengsi dan idealisme. Kekayaan yang terkadang kita sendiri malu untuk memilikinya. Yah, persis seperti gue.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue akhirnya sadar. Kegiatan ronda malam, kerja bakti, arisan dan tujuh belasan sama sekali jauh dari arti “kampungan” seperti yang selama ini gue anggap. Semangat kekeluargaan dan toleransi, begitu mungkin maksud tersiratnya. Toh dalam hati ternyata gue merasa jauh lebih bahagia berada di tengah-tengah warga yang “terlalu Indonesia” di kampung gue di banding kehidupan kota tempat gue kuliah dan kerja yang terlalu egoistis. Disadari atau nggak, kita semakin kehilangan jati diri sebagai bangsa Indonesia yang terkenal dengan budaya ketimurannya. Kekeluargaan, kebersamaan dan kerja sama. Hal yang sebenarnya nggak pernah hilang selama ini. Kita hanya perlu membuka mata dan tidak membohongi diri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini gue harus balik lagi ke kota. Jujur aja, berat banget rasanya.. Di sana gue gak mungkin bisa jadi juara 2 balap karung, juara 3 tusuk jarum dan juara 1 makan kerupuk. Gue malah sama sekali gak kenal dengan tetangga di samping kost-an gue. Beda dengan di kampung yang hampir semua orang sudah gue kenal akrab. Waktu penerimaan hadiah semalam gue dapat hadiah frame foto, sarung dan kipas angin dan gue benar-benar senang. Bukan karena hadiahnya, tapi lebih karena waktu yang gue habiskan bersama-sama selama acara tujuh belasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah.. Nggak sabar gue menunggu tujuh belasan tahun depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat ulang tahun Indonesiaku.. &lt;br /&gt;***&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15666044-112487745686567800?l=lomba-blogfam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://ucha-weblog.com/?p=49' title='Entry 20 - Tujuh Belasan Itu Kampungan!'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15666044/posts/default/112487745686567800'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15666044/posts/default/112487745686567800'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lomba-blogfam.blogspot.com/2005/08/entry-20-tujuh-belasan-itu-kampungan.html' title='Entry 20 - Tujuh Belasan Itu Kampungan!'/><author><name>Blogger Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16854963728946061477</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15666044.post-112487712603233046</id><published>2005-08-24T22:59:00.000-07:00</published><updated>2005-08-24T02:56:21.336-07:00</updated><title type='text'>Entry 19 - Agustus Merdeka!!</title><content type='html'>Ditulis oleh : Oman_2u&lt;br /&gt;URL : http://www.loveelly.tk/&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://photos1.blogger.com/blogger/1471/1024/320/DSCN0743.jpg"&gt;&lt;br /&gt;Tanggal 11 Agustus 2005 kemaren di wamena di adakan karnaval tahunan menyambut HUT RI ke 60, kali ini bro pengen share ama sis, biar sis bisa lihat juga, persertanya yaitu semua pelajar mulai dari sd sampai sma, mereka menggunakan berbagai macam kostum mulai dari pakaian adat dari seluruh daerah di indonsia juga berbagai macam kostum profesi, seperti polisi, tentara, wartawan, atlet,, dan lain-lain. acaranya lumayan rame soalnya yang ikut seluruh sekolah dalam kota sih, bro perginya ama iin, untung cuacanya agak mendung jadi agak enak karena nggak begitu panas, tapi pas mau pembukaan malah panasnya terik banget...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peserta udah mulai kumpul dilapangan mulai jam 11 pagi, seharusnya acara pembukaan dimulai jam 12 tapi karena masih nunggu para pejabatnya akhirnya acaranya molor sampai jam 1 siang...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;disini gambar bro nggak banyak, soalnya yang mau ngambil gambarnya siapa, sedangkan bro cuma bedua ama iin, yang megang kamera khan bro sendiri, untung pas ketemu temen jadi bisa di fotoin dech bro-nya :-)&lt;br /&gt;selain itu nanti tanggal 14-nya ada lomba ketangkasan becak, persertanya banyak banget hampir 300an, tukang becak di wamena itu nggak ada yang orang pendatang sis semuanya pribumi orang asli wamena, nggak tau juga kenapa nggak ada pendatang yang jadi abang becak... acara ini lumayan rame lho walaupun terik matahari menyinari tapi tetap bersemangat, kalo acara becak ini yang ngadain dari polres, kebetulan khan rumah bro deket dengan polres jadi bisa ngambil gambarnya.... mereka harus melewati beberapa rintangan ketangkasan, seperti berjalan di antara dua balok tanpa menjatuhkan balok tersebut, perserta yang jatuhin balok nilainya dikurangin. lomba becak ini diadakan dengan tujuan uatk memberi kesadaran buat tukang becak dalam menggunakan jalan raya, soalnya kecelakaan lalulintas di wamena itu paling banyak gara2 tukang becak yang kurang berhati2... waduh sampai kapok bro kalo naik becak disini soalnya ngeri banget... :-)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibanding tahun kemaren tahun ini lebih meriah, soalnya merah putih tersebar dimana2, tahun ini pemasangan bendera murah putih di wamena hampir 1 bulan penuh, tau sendiri khan sis tentang isu2 mengenai papua belakangan ini... yach mudah2an dengan kemeriahan agustusan ini keamanan tetap kondusif....&lt;br /&gt;***&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15666044-112487712603233046?l=lomba-blogfam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.loveelly.tk/' title='Entry 19 - Agustus Merdeka!!'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15666044/posts/default/112487712603233046'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15666044/posts/default/112487712603233046'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lomba-blogfam.blogspot.com/2005/08/entry-19-agustus-merdeka.html' title='Entry 19 - Agustus Merdeka!!'/><author><name>Blogger Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16854963728946061477</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15666044.post-112487618484267981</id><published>2005-08-24T22:58:00.000-07:00</published><updated>2005-08-24T02:41:44.056-07:00</updated><title type='text'>Entry 18 - Merdeka</title><content type='html'>Ditulis oleh : Mas Bondan&lt;br /&gt;URL : http://bondancaroko.blogspot.com/2005/08/merdeka.html&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu Bung Karno dan Bung Hatta memproklamasikan negara ini 60 tahun yang lalu, mungkin memang hanya satu kata ini yang memenuhi benak mereka: merdeka. Sekarang, enam dasawarsa telah lewat, tampuk kepemimpinan telah berkali berganti, apakah kita memang sudah merdeka?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://i2.photobucket.com/albums/y26/kangbono/Proklamasi.jpg"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai bangsa yang sudah tidak belia lagi, sungguh kita layak malu dengan berbagai atribut jelek yang tersemat pada diri kita sampai sekarang. Bangsa yang tidak disiplin, korup, terbelakang, tak bisa mengelola kekayaannya yang melimpah ruah dan banyak lagi.&lt;br /&gt;Kita bangsa yang kaya minyak, tapi nyatanya saat harga minyak melambung, justru kita yang kepayahan. Kita bangsa yang mengaku berbudaya adi luhur, tapi nyatanya korupsi, kemalasan, jam karet dan sejenisnya justru menjadi budaya sehari-hari. Kita menjadi begitu bergantung pada belas kasihan bangsa lain, bahkan menjadi robot dan mesin uang bagsa lain padahal kita hidup di bumi - dan laut - yang tak tertandingi potensinya. Apakah kita memang sudah merdeka?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17 Agustus jangan-jangan hanyalah sebuah rutinitas. Tahun lalu ada panjat pinang, tahun ini tidak. Tahun lalu RT 5 menang tarik tambang, tahun ini RT 2 yang menang, dan seterusnya. Ia hanyalah tanggal yang dimeriahkan. Ketika bendera-bendera dikibarkan. Ketika seminggu sebelumnya gapura kampung dicat ulang dan seminggu sesudahnya diadakan pangung hiburan di halaman kelurahan. Jangan-jangan itu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17 Agustus hanyalah perayaan yang superfisial. Anestesi sejenak dari berbagai rasa sakit bangsa yang kronis. Sialnya, anestesi ini ternyata memerlukan dana (dan tentu saja waktu, tenaga dan pikiran) yang tidak sedikit, yang jelas akan lebih bermanfaat bila diarahkan ke area lain. Anestesi yang satu ini, bahkan juga dibumbui dengan pencurian listrik demi memenuhi kehingar-bingarannya. Apakah kita memang sudah merdeka?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipin demikian, tentu saja kita tidak boleh berhenti hanya sampai termenung dan merenung. Berhenti sembari mengutuki nasib jelek bangsa ini (dibilang nasib pun sebenarnya tidak pas karena kita semua juga yang salah). Kita harus memulai memperbaikinya. Dari diri sendiri, dari yang sederhana sampai akhirnya menyeluruh ke semua sendi kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelan-pelan kita pasti bisa berbenah. Dari stop buang sampah sembarangan, lebih sering tepat waktu, berhenti menilep uang yang bukan milik kita (apalagi milik rakyat), sampai mengerem gontok-gontokan berebut kekuasaan, entah pilkades, pilkada atau pemilu. Pasti bisa kita lakukan kalau kita mencontoh semangat ikhlas para pejuang kita dahulu. Yang hanya satu kata saja yang mendasari pengorbanannya: merdeka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu sekarang, apakah kita memang sudah merdeka? Jangan-jangan seperti perayaannya, kita baru merdeka di permukaan saja.&lt;br /&gt;***&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15666044-112487618484267981?l=lomba-blogfam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://bondancaroko.blogspot.com/2005/08/merdeka.html' title='Entry 18 - Merdeka'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15666044/posts/default/112487618484267981'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15666044/posts/default/112487618484267981'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lomba-blogfam.blogspot.com/2005/08/entry-18-merdeka.html' title='Entry 18 - Merdeka'/><author><name>Blogger Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16854963728946061477</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15666044.post-112487603250806047</id><published>2005-08-24T22:56:00.001-07:00</published><updated>2005-08-24T02:41:37.520-07:00</updated><title type='text'>Entry 17 - Optimis Nasionalis Berbasiskan Busway</title><content type='html'>Ditulis oleh : Hericz&lt;br /&gt;URL : http://hericz.blogsome.com/2005/08/24/optimis-nasionalis-berbasiskan-busway/&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://www.geocities.com/hericz/blog/thamrin.jpg" alt="Jalan thamrin di hari libur. Jalur kosong yang tampak disebelah kiri adalah jalur Busway." align='left'/&gt;Saat ini, banyak orang Indonesia meragukan bangsanya sendiri untuk maju. Mereka bilang orang indonesia tidak bisa diatur, tidak disiplin, buang sampah sembarangan, tidak patuh ,dan tidak suka bermusyawarah, pokoknya tidak sesuai dengan &lt;a href="http://www.pramuka.or.id/id/bukupp/Dasadarma.htm"&gt;Dasadarma Pramuka&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sendiri yakin kalau orang Indonesia baik-baik, bisa diatur, dan bisa disiplin. Tergantung seberapa besar kemauan pemerintah mengatur warganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya contoh andalanku adalah Singapura. Apakah orang Indonesia buang sampah sembarangan, atau nyerobot lampu merah saat jalan-jalan di &lt;acronym title='kota denda'&gt;&lt;em&gt;fine city&lt;/em&gt;&lt;/acronym&gt; ini?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syukurlah sekarang ada contoh yang lebih dekat dan bisa dirasakan oleh banyak orang, terutama yang tinggal di Jakarta. Busway.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari &lt;a href="http://www.tempointeraktif.com/hg/jakarta/2005/08/05/brk,20050805-64871,id.html"&gt;isu korupsi&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://www.kompas.co.id/metro/news/0407/09/153907.htm"&gt;manipulasi &lt;/a&gt;pada proyek busway, yang tentu saja aku tidak mau ambil pusing, aku melihat ada sisi positif yang bisa direnungkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Disiplin pengemudi mobil pribadi&lt;br /&gt;Di jalan protokol Jakarta, jalur busway lebarnya setengah dari jalur cepat. Di pagi dan sore hari, jalur cepat ini lebih tepat disebut jalur macet. Sedangkan jalur merah busway akan tetap lengang, hanya dilalui bus merah yang lewat beberapa menit sekali. Tapi, tidak ada satu mobil pun yang menyerobot jalur Busway ini. Ini menunjukkan kalau pengemudi di Jakarta bisa disiplin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Disiplin pengemudi angkutan umum&lt;br /&gt;Bus hanya berhenti di halte yang disediakan. Mungkin ini karena bus yang digunakan dirancang dengan pintu yang tinggi, sekitar 70 cm, disesuaikan dengan tinggi lantai halte (aku kurang tahu duluan mana perancangan bis dan halte, seperti halnya duluan mana telur dan ayam). Bis juga tidak pakai acara ngetem karena ada jadwalnya. Yang jelas, ini menunjukkan kalau pengemudi bis juga bisa disiplin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Disiplin penumpang&lt;br /&gt;Tarif busway 2500 rupiah dan dibayarkan sebelum naik bis. Tidak bayar, tidak bisa masuk area halte, berarti tidak bisa naik busway. Hal ini mencegah naiknya pengamen, anak-anak jalanan, dan pedagang asongan. Penumpang tidak akan tawar-tawaran dengan kernet apalagi sengaja tidak bayar. Sumpah, ini bukan pengalaman pribadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, karena bis hanya berhenti di halte, penumpang tidak bisa naik turun seenaknya. Ini menunjukkan kalau penumpang juga bisa diatur dan bisa disiplin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih ada banyak hal lain yang bisa ditulis, tetapi nanti aku dikira Public Relation-nya Transjakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesan moral dari postingan yang dangkal dan tidak bermutu ini adalah orang Indonesia juga bisa diatur dan bisa disiplin. Sama sekali tidak seburuk yang dibayangkan orang. Its not the people, its the system. Tinggal kita bertanya sekali lagi, seberapa besar kemauan pemerintah mengatur warganya? dan seberapa besar kita mau mengikuti aturan pemerintah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia menuju usia 60 tahun. Gelas sudah terisi setengah penuh. Tinggal kita penuhi dengan karya kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dirgahayu Indonesia. Selamat Ulang Tahun. Makan-makan!™&lt;br /&gt;***&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15666044-112487603250806047?l=lomba-blogfam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://hericz.blogsome.com/2005/08/24/optimis-nasionalis-berbasiskan-busway/' title='Entry 17 - Optimis Nasionalis Berbasiskan Busway'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15666044/posts/default/112487603250806047'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15666044/posts/default/112487603250806047'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lomba-blogfam.blogspot.com/2005/08/entry-17-optimis-nasionalis.html' title='Entry 17 - Optimis Nasionalis Berbasiskan Busway'/><author><name>Blogger Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16854963728946061477</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15666044.post-112487536330443249</id><published>2005-08-24T22:56:00.000-07:00</published><updated>2005-08-24T02:25:27.416-07:00</updated><title type='text'>Entry 16 - Kenangan Yang Tersisa dari 17 Agustusan</title><content type='html'>Ditulis oleh : Vi3&lt;br /&gt;URL : http://lombaentry.blogspot.com/2005/08/kenangan-yang-tersisa-dari-17.html&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat datang Bapak dan Ibu Juri Lomba Entry 17 Agustus yang diadakan oleh BlogFam.. Selamat datang juga untuk Ibu-Ibu panitia lomba, para pengunjung blog yang sedang blogwalking dan para saingan lomba entry. MERDEKA!!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo bulan Agustus seperti ini, yang keinget ama vi3 adalah kenangan masa kecil waktu vi3 masih imutz-imutz-nya. Dibandingkan sekarang, vi3 kecil lebih aktif ikut kegiatan di kampung. Itu sebelum vi3 pindah ke rumah yang sekarang. Dulu lingkungan tempat vi3 tinggal banyak yang seumuran ama vi3, jadinya sering maen bareng, dan pengurus kampungnya ada yang ngajar nari, jadi tiap hari Minggu, kami selalu dikumpulkan di rumahnya untuk dilatih menari. Kami sering dapat kesempatan manggung, lebih-lebih lagi kalo acara untuk peringatan hari kemerdekaan Indonesia. Udah pasti, kami bakal tampil.&lt;br /&gt;Foto di bawah diambil pas vi3 mentas 17-an di kampung. Yang atas tahun 1980, waktu ulang tahun kemerdekaan ke-35 RI. Narinya rame-rame gitu deh. Cewek semua. Pas latihannya rame banget dah. Trus foto yang bawah diambil setahun berikutnya. Nama tariannya Tari Padang Bulan. Itu tarian daerah khas Banyuwangi. Kayak tari pergaulan gitu deh.&lt;br /&gt;Padang ulan ring pesisir Banyuwangi,&lt;br /&gt;Kinclong-kinclong segarane koyok koco&lt;br /&gt;Gitu petikan lagu dari tarian Padang Bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://img.photobucket.com/albums/v36/vivianty/nari17.gif"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenangan lain dari acara TujuhBelas Agustusan adalah lomba-lomba yang diadakan pengurus kampung. Waktu itu yang sering vi3 ikutin lomba kelereng. Jadi cepet-cepetan ke garis finish sambil nggigit sendok yang isinya kelereng. Tapi teteup aja kalah. heheheee. vi3 mah gag bakat kalo urusan lomba kayak gitu. Ya, pokoknya mah ikutan rame-rame ajalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abis gitu, ada satu lagi kegiatan 17 Agustusan yang vi3 ikutin waktu vi3 kecil. Lomba Gerak Jalan Tradisional. Lomba ini emang tiap tahun diadain ama Pemda Banyuwangi (sampe sekarang). Kalo untuk anak SD jaraknya cuman 8 kilometer aja. Yang gedean 17 kilometer, dan untuk dewasa 45 kilometer. vi3 waktu itu ikut yang 8 kilo. Lumayan capek tuh. Latihannya berminggu-minggu sebelumnya. vi3 kebagian ikut yang kelompok II. Jadi khan sekolah ngeluarin 2 kelompok. Kelompok I isinya anak yang tinggi-tinggi, dan kelompok ini ditargetkan untuk memenangkan lomba, sedangkan kelompok II cuman kelompok penggembira. Tapi seru-seru aja vi3 mah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://img.photobucket.com/albums/v36/vivianty/gerak.gif"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segitu deh kenangan vi3 waktu kecil pas acara 17 Agustusan. Seneng karena rame banget dibandingkan sekarang yang cenderung biasa-biasa aja.&lt;br /&gt;Sebelum terlambat (mumpung masih bulan Agustus), vi3 mo ucapin: DIRGAHAYU ke-60 INDONESIA-KU.&lt;br /&gt;***&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15666044-112487536330443249?l=lomba-blogfam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://lombaentry.blogspot.com/2005/08/kenangan-yang-tersisa-dari-17.html' title='Entry 16 - Kenangan Yang Tersisa dari 17 Agustusan'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15666044/posts/default/112487536330443249'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15666044/posts/default/112487536330443249'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lomba-blogfam.blogspot.com/2005/08/entry-16-kenangan-yang-tersisa-dari-17.html' title='Entry 16 - Kenangan Yang Tersisa dari 17 Agustusan'/><author><name>Blogger Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16854963728946061477</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15666044.post-112487516656847646</id><published>2005-08-24T22:55:00.001-07:00</published><updated>2005-08-24T02:19:26.570-07:00</updated><title type='text'>Entry 15 -  Saat Zidan Krisis Nasionalisme</title><content type='html'>Ditulis oleh : Inong Haris&lt;br /&gt;URL : http://zidansyifa.blogspot.com/2005/08/saat-zidan-krisis-nasionalisme.html&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua memang serba kebetulan. Jadi pas Zidan masuk sekolah di sini, para guru dan murid memang lagi sibuk nyiapin acara dan perlengkapan untuk Singapore National Day. Dari bendera, lagu2 wajib sampai lagu kebangsaan mereka. Bisa dibayangkan, setiap hari Zidan dicekokin lagu-lagu itu. Padahal lagu wajib negara sendiri juga belum banyak yang hafal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tadinya sih gak gitu khawatir, karena namanya juga anak2 kan. Sampai suatu saat di mana Bunda bener2 ngeh dan merasa ini semua hukumnya wajib diluruskan. Hehehe.&lt;br /&gt;Jadi pas pulang sekolah, Zidan sibuk sendiri menghafal lagu..&lt;br /&gt;"WE ARE SINGAPORE.. SINGAPOREAN" dengan nada yang nggak Bunda kenal. Belum lagi lagu2 "MAJULAAAH SINGAPURAAAA...." Ya, Bunda tau kalau itu lagu kebangsaan Singapura, tapi lagu Indonesia Raya sendiri kan Zidan belum hafal, secara di TKnya dulu juga belum ada upacara2 seperti kalau di SD. Lalu Bunda stel midi lagu2 wajib dan lagu nasional yang Bunda punya. Sambil nyanyi2 bareng Syifa. Eh Zidan kok cuma diam bergeming ya. Cuek banget. Tidak perduli gitu. Ah, pasti mesti pelan2, toh dia juga masih terlalu kecil untuk mengerti semua ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://photos1.blogger.com/blogger/3966/737/320/natday21.jpg"&gt;&lt;br /&gt;Lalu sampai di hari H-nya. Tanggal 9 Agustus lalu, Zidan sudah siap dengan seragam wajib yang harus dikenakan hari itu. Merah-Putih. Ah, Bunda jadi inget bendera sendiri. Tapi di kita kok gak pernah disuruh pake baju Merah-Putih ya, pasti putih-putih aja. Hari itu semua murid di sini pakai seragam Merah-Putih. Bunda ngebayangin, bagus juga ya kalau seragam ini juga dipakai di sekolah2 di negeri kita. Bukan Putih-Merah seperti seragam SD, tapi bener2 Merah-Putih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pulang sekolah, Zidan terlihat bahagia sekali. Dia bawa prakarya buatannya sendiri.. BENDERA SINGAPURA! Memang merah putih juga seperti dwiwarna kita, tapi dengan tambahan 5 buah bintang dan 1 buah bulan sabit di kiri atasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dengan bangganya Zidan bilang..&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Bunda, ini bendera Abang! Bagus ya?"&lt;br /&gt;"Ya, itu bendera buatan Abang, bagus sekali. Rapi nak." Bunda mencoba meluruskan sedikit.&lt;br /&gt;"Iya, Bun. Abang bikin sendiri lho. Hebat ya?"&lt;br /&gt;"Iya, hebat. Abang pinter."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ternyata nggak cuma sampai di situ. Sejak hari itu setiap melihat bendera Singapura, Zidan langsung berseru,&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Nah itu bendera Abang!"&lt;br /&gt;dan Bunda juga gak cape2 meluruskan,&lt;br /&gt;"Bukan Sayang, itu bendera Singapura. Bendera Abang memang merah putih, tapi tidak ada bulan dan bintangnya."&lt;br /&gt;"Ah, Bunda gak percaya siiih.." Awal2nya Zidan memang gusar, tapi lama2 dia diem aja.&lt;br /&gt;Tapi tetep kalau di TV ada diputar lagu Majulah Singapura atau We Are Singaporean, dia ikutan nyanyi. Malah bisa bilang "Ah Bunda gak hafal sih.. sini Abang ajarin!"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pas tujuhbelasan kemaren, sayangnya Bunda gak bisa ngibarin Bendera Merah-Putih, tapi Bunda bilang ke anak2, kalau sekarang Hari Merdeka-nya Indonesia. Bunda stel lagu Indonesia Raya, nyanyi bareng Syifa. Syifa malah antusias sambil nari2. Zidan cuma senyum2 aja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lucunya kemarin, Zidan pulang sekolah curhat ke Bunda. Dengan muka sedih dia cerita,&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Bunda, kata Teacher Jehan, Abang bukan orang Singapura, tapi orang Indonesia."&lt;br /&gt;"Iya, bener Nak..."&lt;br /&gt;"Iya, tapi Abang nggak mau, Abang maunya jadi orang Singapura, karena di sini teman2 Abang banyak dan baik2 sama Abang, nggak kayak teman2 di Jakarta. Pokoknya Abang nggak mau pulang ke Jakarta, Abang mau di sini aja. Jadi orang Singapura."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah lho? PR Besar buat Bunda nih.. Doain yaaa...!!&lt;br /&gt;****&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15666044-112487516656847646?l=lomba-blogfam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://zidansyifa.blogspot.com/2005/08/saat-zidan-krisis-nasionalisme.html' title='Entry 15 -  Saat Zidan Krisis Nasionalisme'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15666044/posts/default/112487516656847646'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15666044/posts/default/112487516656847646'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lomba-blogfam.blogspot.com/2005/08/entry-15-saat-zidan-krisis.html' title='Entry 15 -  Saat Zidan Krisis Nasionalisme'/><author><name>Blogger Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16854963728946061477</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15666044.post-112487398057005689</id><published>2005-08-24T22:55:00.000-07:00</published><updated>2005-08-24T02:10:25.110-07:00</updated><title type='text'>Entry 13 - 17 Agustus ala Radya</title><content type='html'>Ditulis oleh : Yudha &amp; Hani&lt;br /&gt;URL : http://www.cluster.web.id/?radya_sayang=aki&amp;kokok=527&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun ini adalah perayaan pertama Tujuh belas agustusan anakku, Radya. Maklum umurnya baru 2,5 tahun. Walau di tempat tinggal kami perayaannya tidak terlalu ramai, tetapi cukuplah dengan meriahnya umbul-umbul terpasang disetiap rumah. Berhubung anak-anak di komplek kami tidak terlalu banyak maka perlombaan baru dilaksanakan pas tanggal 17 Agustus, mulai dari lomba sepeda hias, lomba kelereng, balap makan kerupuk, lomba mewarnai, dan beberapa lomba lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Radya ngga ketinggalan, antara aneh dan senang. Dari awal terpasang umbul-umbul tidak pernah berhenti bertanya �Bunda, kok banyak bendera..?� itu terus yang ditanyakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang paling heboh adalah keke (begitu Radya memanggil kakeknya), terutama menyiapkan sepeda roda tiga Radya untuk perlombaan sepeda hias. Entah karena memang sengaja atau tidak sehari sebelumnya keke pulang agak siang dari kantor. Mau tahu apa yang dibawa? Kawat, dus, kertas krep warna-warni dan peralatan untuk menghias sepeda. Sibuklah dia. Namanya juga anak umur 2,5 tahun, kekenya sibuk menghias Radya sibuk mencopot setiap detail yang sudah tertempel. Terbayangkan teriakan-teriakan larangan setiap kali Radya menyentuh sepeda yang sudah hampir terbentuk, hehehe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://www.cluster.web.id/pub/radya_17an2.jpg"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekenya bilang sepeda Radya namanya Bajaj Radya, maklum Radya seneng betul nonton Bajaj Bajuri. Warnanya rame, ada ungu, pink, merah dan putih semua dipakai. Idenya sih itu sepeda dijadikan bajaj, tapi lama-lama jadi mirip ikan hiu yang giginya menyeringai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dihari perlombaan semua takjub dan berkomentar, apalagi Radya jadi peserta terakhir maklum sampai batas pendaftaran sepedanya belum sempurna 100%. Semua orang bilang kalo sepedanya unik dan harus menang (maksa kan sekali).&lt;br /&gt;Setelah 1 kali keliling komplek, yang di bantuin Bunda (di dorong-red). Radya Show-off sendiri untuk penilaian. dengan pd selalu senyum ke setiap orang. Sempet heran juga dia tidak seperti biasanya, enjoy sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://www.cluster.web.id/pub/radya_17an.jpg"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah beres acara sepeda hias, di lanjutkan perlombaan khas 17 agustus. Seperti balap bawa kelereng, lomba makan kerupuk, lomba gambar dll.&lt;br /&gt;Sebenernya perlombaan ini khusus untuk anak kecil di atas 5 thn (supaya gampang ngaturnya kali yah � hihihihi), tapi berhubung ada beberapa anak yg umurnya di bawah 5 dan sepertinya antusias sekali, maka di adakanlah perlombaan tingkat eksebisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Radya ikut cabang lomba bawa kelereng dan lomba makan kerupuk. Sebagai official dan manager team, Bunda sibuk memberika arahan dan strategi jitu untuk memenangkan pertandingan, sampai sempat minta double tape untuk ngelem kelereng di sendok dan minta sendok sayur untuk lomba balap kelereng, sudah pasti Ayah gak setuju .. hheheheh.&lt;br /&gt;Perlombaan di mulai, Radya ternyata salah nangkep untuk lomba balap kelereng, ketika mulai dia malah melemparkan kelerengnya ke garis finis !! untung tidak di diskualifikasi jadi masih di ijinkan untuk melanjutkan lomba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lomba balap makan kerupuk rada mudah di mengerti, kerupuk dengan diameter hampir 20 cm ! itu harus di habiskan. Sudah di prediksi bakalan gak abis, hanya tahan 4-5 kali gigitan Radya sudah terlihat repot sekali, yah sudah karena niatnya eksebisi, Ayah berinisiatip memberikan kemudahan buat Radya buat megang kerupuknya, Sampai akhir lomba, ketika yang lain sudah menghabiskan kerupuk, Radya masih saja sibuk menghabiskan kerupuknya. Ketika anak lain sedang mengikuti perlomabaan lain, Radya sudah menghabiskan 3/4 kerupuknya, ketika perlombaan selesai �Radya lagi minum susu karena kehausan .. heheheh&lt;br /&gt;Oh iyh , dalam eksebisi ini Radya kalah, iyah lah lawannya umur 4 sd 5 thn, sedangkan Radya baru 2.5 th&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malamnya, diadakan syukuran sekaligus pengumuman pemenang lomba, di awali dengan (seperti biasa) sambutan-sambutan dari berbagai pihak dan sedikit kesan pesan dari mantan pejuang, dilanjutkan dengan makan-makan yang di selingi pengumuman pemenang lomba.&lt;br /&gt;Walaupun tidak sesuai dengan prediksi Ibu-Ibu yang jadi pendukung yang menginginkan Radya yang menang, Radya di nyatakan sah dan meyakinkan untuk menduduki ... &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;juara ke-2&lt;/span&gt; untuk lomba sepeda hias.&lt;br /&gt;Ketika Radya nerima hadiah tampak bangga sekai. Hadiah yang berupa mainan ikan-ikanan cukup membuat bahagia, sampe gak mau tidur ... hihihih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Semangat kebersamaan, keberanian, keceriaan dan optimisme&lt;/span&gt;, itulah yang terlihat dari Radya. Rasa bangga, senang dan bahagia sudah pasti di rasakan oleh Kami.&lt;br /&gt;Sepertinya inilah sisi lain dari makna perayaan 17 Agustus tahun ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ps :&lt;br /&gt;Tiap liat kerupuk Radya selalu berkomentar, " ...Balap kerupuk lagi yuk ? "&lt;br /&gt;huehuehue&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15666044-112487398057005689?l=lomba-blogfam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.cluster.web.id/?radya_sayang=aki&amp;kokok=527' title='Entry 13 - 17 Agustus ala Radya'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15666044/posts/default/112487398057005689'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15666044/posts/default/112487398057005689'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lomba-blogfam.blogspot.com/2005/08/entry-13-17-agustus-ala-radya.html' title='Entry 13 - 17 Agustus ala Radya'/><author><name>Blogger Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16854963728946061477</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15666044.post-112487475889853766</id><published>2005-08-24T22:54:00.000-07:00</published><updated>2005-08-24T02:26:02.893-07:00</updated><title type='text'>Entry 14 - Tujuh Belasan nya Aku dan Ican</title><content type='html'>Ditulis oleh : Fitri&lt;br /&gt;URL : http://fitri2005.blogspot.com/2005/08/tujuh-belasan-nya-aku-dan-ican.html&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://photos22.flickr.com/35037687_5c1833bfc5_m.jpg"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuh belasan nya Konce waktu kecil biasanya diisi dengan ikutan berbagai lomba. Dari mulai lomba makan kerupuk sampe lomba nari. Meskipun ga pernah menang, tetep dapet hadiah (Karna ahirnya Bapak aku yang beliin hadiah.. Hehe..).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi tahun ini agak beda. Konce ga ikutan lomba apa2, en ga tertarik ikutan jadi panitia 17 an. Pengennya sih jalan2 en nikmatin liburan... Tapi ga ada yg nemenin.. gimana dunk.... Udah gitu rumah lagi dibetulin.. Jadilah 17 an nya beres2 rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siang2, lagi ga ada kerjaan, mana rumah berantakan, aku nyetel radio, trs nyanyi2 sendiri. Ngehayal aja lagi ikutan lomba nyanyi 17 an. Heuheuheu.... Trs keponakan aku datang. Namanya Ican (5 th). Entah knapa dia bukannya ikutan lomba apaa kek, malah nimbrung aku nyanyi" gak jelas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ican (I) : Teh Ipit barusan nyanyi apa?&lt;br /&gt;Konce (K) : Jangan Ganggu Banciiiiiiii&lt;br /&gt;I : Jangan Ganggu Banci (sambil ikut nyanyi, bagian reff nya aja tapi)&lt;br /&gt;K : Emang Banci apa coba?&lt;br /&gt;I : bencong&lt;br /&gt;K : bencong apaan ?&lt;br /&gt;I : Banci&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duh bingung yah ngobrol ama anak umur 5 taun. Dan selesai lah percakapan ga jelas kami .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seudah kami kecapean nyanyi lagu2 gak jelas. Ican ngeluarin sesuatu dari kantongnya. Ternyata kaya Yoyo gitu. Cuman tampak modern karna ada bagian kaya lampu yg bakalan nyala kalo bisa maenin itu Yoyo dengan baik dan benar. Aku yang emang dari dulu ga pernah bisa maen yoyo, sama sekali ga tertarik liat dia ngeluarin benda itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mulai 'memperlihatkan kebolehannya'... Tadinya aku ga yakin dia bisa.. Ternyata ni anak jago lohhh... Duh.. malu aku... Aku aja kalo maen yoyo ga bisa bikin tu yoyo balik lagi... Haha... Trs aku diketawain juga ama Ican karna ga bisa maen yoyo. Ahirnya dia berbaik hati (tepatnya maksa sih) ngajarin aku.... Setelah sekitar 2 jam.... aku berhasil bikin tu yoyo muter di bawah selama beberapa detik n bikin lampunya nyala, n narik lagi tu yoyo.. Haha... Buat aku itu dah kesuksesan besar .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah knapa, awalnya aku mikir hari libur 17 an aku ini bakalan sepi banget... Karna aku ga bakalan ke mana" en ga bakalan ngapa" in. Malah awalnya aku mikir ngapain kemerdekaan dperingatin.. Hehe...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi seudah ngabisin waktu ama si Ican, aku jadi sadar, kalo ga merdeka, aku ga bakalan punya momen blajar maen yoyo ama anak TK kaya dia. Ga bakalan ada saat" 'penuh kedamaian' kaya saat ini. Karna bagi aku merdeka = damai n bebas. Bebas bersantai-santai, bebas jadi banci (kaya lagu yg kami nyanyiin tadiii), bebas memilih untuk ga bisa maen yoyo (heuheu), bebas menjadi apapun yang aku mau, en bebas ngelakuin apapun.... (Selama ga ngerugiin orang lain tentunya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi teuteup... hari kemerdekaan tuh emang patut diperingati tiap taunnya. Jangan cuman dipandang sebagai hari libur (kaya aku dulu), tapi dijadiin momen berharga agar kita lebih menghargai arti merdeka itu sendiri, en ujung2 nya balik lagi ke penghormatan tertinggi untuk orang2 yang udah berperan serta bikin negeri tercinta ini bebas dari cengkraman penjajah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merdeka !!! Selamat ulang tahun Indonesia. Seburuk apapun dirimu di mata dunia, aku bangga menjadi warga negara Indonesia.***&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15666044-112487475889853766?l=lomba-blogfam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://fitri2005.blogspot.com/2005/08/tujuh-belasan-nya-aku-dan-ican.html' title='Entry 14 - Tujuh Belasan nya Aku dan Ican'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15666044/posts/default/112487475889853766'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15666044/posts/default/112487475889853766'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lomba-blogfam.blogspot.com/2005/08/entry-14-tujuh-belasan-nya-aku-dan.html' title='Entry 14 - Tujuh Belasan nya Aku dan Ican'/><author><name>Blogger Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16854963728946061477</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15666044.post-112487370915919350</id><published>2005-08-24T22:43:00.000-07:00</published><updated>2005-08-24T04:25:31.093-07:00</updated><title type='text'>Entry 12 - Panjat-Panjat...</title><content type='html'>Ditulis oleh : Danu&lt;br /&gt;URL : http://danudoank.blogspot.com/2005/08/panjat-panjat.html&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kejadiannya: minggu, 21 agustus 2005. lokasinya: perumahan taman depok permai, depok timur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“saya bilang sih entar abis isya baru beres ni,” kata seorang ibu dengan dialek betawi depok yang tidak lagi terlalu kental. “ah, lama banget mpok,” timpal ibu sebelahnya yang sama-sama sedang menonton lomba panjat pinang. “kalo saya mah bilang diterusin besok,” kata ibu satunya lagi yang sama-sama ngedeprok di lantai beralaskan koran. mendengar percakapan itu, karuan saja para penonton jadi tertawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;para ibu tersebut berkomentar demikian karena menyaksikan para pemanjat belum ada yang berhasil mencapai puncak pinang. sudah ada yang hampir sampai, eh, merosot alias turun lagi. meski sudah tiga putaran dipanjati, pohon pinang itu masih lumayan licin. ada tiga kelompok yang berani ikutan acara ini dengan jumlah anggota 7 orang diputaran 1 dan 2 serta 8 orang di putaran terakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menyimak halo-halo dari pengeras suara masjid di kompleks perumahan depok permai, depok timur, lomba panjat pinang yang diadakan dalam rangka memperingati hari ulang tahun proklamasi kemerdekaan ke-60 republik Indonesia ini, merupakan yang pertamakali diselenggarakan. beragam hadiah yang digantungkan bernilai lumayan besar. ada bola sepak, bola voli, sepatu, celana panjang, raket bulutangkis, kaos oblong, uang limapuluhribuan (asli lho! :d), (sempat-sempatnya pula panitia menggantungkan) sebuah bra (entah berukuran berapa, mungkin mengantisipasi peserta wanita) dan di puncaknya diikatkan sebuah sepeda mini. total jenderal, kalau dihitung-hitung nilainya tidak kurang dari limaratus ribu perak alias setengah juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;priiiiiiit… seorang panitia membunyikan peluit tanda waktu berakhir untuk grup 3. kini giliran kelompok 2 yang mendapatkan tambahan anggota seorang bapak yang profesinya sehari-hari adalah berjualan sate ayam keliling. jadi anggota kelompok di putaran ketiga merupakan gabungan orang kompleks dan orang kampung sekitarnya. (padahal sih, sama-sama orang kampung, wong dulu sebelum dikasih predikat kelurahan, tempat dimana perumahan itu didirikan oleh pengembang namanya ya kampung sukmajaya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tukang sate yang satu ini rupanya piawai juga memanjat batang pohon pinang selain menusuk-nusukan sayatan daging sate di tusukan bambu. dengan bertelanjang dada si bapak mulai memanjat. sementara tim pendukung sigap memberikan alat bantu berupa karung goni yang sudah dibentuk bagaikan tali untuk pijakan kaki. penonton semakin riuh-rendah melihat si bapak makin ke atas. sorak-sorai dukungan semakin membahana. tapi, yahhhhhh… penonton kecewa manakala melihat si tukang sate meluncur bebas ke bawah. dan, para pendukung di bawah juga kelihatan sudah semakin lelah (kelihatan dari lututnya yang gemetar :d). sebagai catatan lomba dimulai sekitar pukul sepuluh diseling istirahat dua jam dan putaran ketiga saat itu jarum jam sudah menunjuk ke angka empat lewat. sang mentari pun sudah teduh sinarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“bener kan kata saya. abis isya ni baru selese,” kata si ibu tadi. masih ditambah pula dengan ragam komentar bagaimana menaklukkan si batang pohon pinang. tapi, si ibu yang mengaku sudah sering menonton panjat pinang boleh saja meramal. toh, di saat-saat waktu yang disediakan semakin mepet (sepuluh menit per kelompok), si bapak sate menunjukkan keperkasaannya. dia semakin ke atas, ke atas dan, ke atas. beberapa hadiah ditariknya hingga putus dan berjatuhan. dia pun semakin ke atas. dia juga sempat-sempatnya meminum minuman kaleng yang digantungkan sebagai hadiah sebelum akhirnya mencabut bendera merah putih. inilah klimaksnya. seluruh hadiah yang ada sah menjadi milik kelompok itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;marilah kita lihat lomba panjat pinang ini. bukan semata sebagai keriaan tujuhbelasan. bukan juga nilai hadiahnya yang ratusan ribu rupiah itu. namun fokus kepada para peserta itu. kerjasama diantara anggota kelompok mau tidak mau harus erat. menyatu. tak boleh ada yang jalan sendiri. tidak juga si tukang sate yang begitu perkasa untuk mencapai puncak. tanpa dukungan tim bawah yang bertugas sebagai pijakan ke atas, si bapak takkan pernah berhasil menarik hadiah-hadiah yang digantungkan. kerjasama yang erat, padu dan semua kerja akan membuahkan hasil yang maksimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sekarang coba tengok ke atas. bukan. bukan ke atas pucuk pohon pinang yang dipanjat itu. tapi ke arah para pemimpin di negeri kita tercinta yang dulu dapat julukan gemah ripah loh jinawi, tapi sekarang ada korban busung lapar dan lumbung berasnya kosong tak ada isinya. adakah diantara mereka yang mau menjadi pijakan bagi yang diatas untuk mencapai cita-cita bersama? relakah mereka dipijak? adakah kerjasama diantara mereka? adakah koordinasi antar para petinggi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kalau jawabannya adalah: ada, tentu takkan ada jawaban yang berbeda-beda atas pertanyaan sebuah masalah. kalau timbul kasus tertentu, x misalnya, informasi dari instansi yang satu boleh jadi berbeda atau bertolak belakang. tak ada satu lembaga atau instansi yang bisa dijadkan pusat informasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mengapa mereka yang notabene berpendidikan lebih tinggi (daripada tukang sate itu) tidak mampu bekerjasama. atau barangkali lebih pasnya adalah tidak mau bekerjasama. masak sih orang perumahan dan orang kampung bisa menjalin kerjasama yang erat. “ah, itu kan karena mau dapat hadiah, lantas gabung bareng-bareng,” ucap sebuah komentar. loh, bukankah pekerjaan rumah negara ini demikian besar dan banyak. apakah ini bukannya hadiah juga? bukannya tabungan untuk di ukhrawi nanti manakala berpulang ke pangkuan sang khalik? mungkin karena lebih pintar akhirnya: 'yang penting urusan gua dulu deh yang beres. yang laen-laen mah terserah entar. so what gitu loh?'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mau kemana indonesiaku? masihkah ada harap bagi indonesiaku? asa, tentu, tak boleh hilang. kita semua pemilik negeri ini. maukah kita bersama-sama mengerjakan pe-er besar ini? dirgahayu negeriku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wallahualam bishawab.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15666044-112487370915919350?l=lomba-blogfam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://danudoank.blogspot.com/2005/08/panjat-panjat.html' title='Entry 12 - Panjat-Panjat...'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15666044/posts/default/112487370915919350'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15666044/posts/default/112487370915919350'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lomba-blogfam.blogspot.com/2005/08/entry-12-panjat-panjat.html' title='Entry 12 - Panjat-Panjat...'/><author><name>Blogger Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16854963728946061477</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15666044.post-112486077071329688</id><published>2005-08-24T22:13:00.001-07:00</published><updated>2005-08-24T00:45:53.680-07:00</updated><title type='text'>Entry 11 - Nasi Goreng Sosis Merem Melek 15 Menit</title><content type='html'>Ditulis oleh : Adam.&lt;br /&gt;URL : &lt;a href="http://adamygciamik.blogspot.com/2005/08/nasi-goreng-sosis-merem-melek-15-menit.html"&gt;http://adamygciamik.blogspot.com/2005/08/nasi-goreng-sosis-merem-melek-15-menit.html&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bambu runcing ditabur duka&lt;br /&gt;Pahlawan jatuh di persimpangan&lt;br /&gt;60 tahun sudah kita merdeka&lt;br /&gt;Tapi kok heran, masih ada yg kelaparan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://www.pekanbaru.go.id/pariwisata/monumen/bamburuncing.jpg"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Binguuuung beribu bingung. 60 tahun bebas dari penjajahan tapi kok masih ada yg kelaparan. Udah merdeka lom sih kita? Yah itu sih yg kepikiran ama gw sekarang pas mo nulis postingan inih. Disaat kita sebagai rakyat Indonesia yg sedang gembira2nya merayakan kemerdekaan kita yg ke 60, ternyata masih ada saudara2 kita diluar sana yg masih membutuhkan uluran tangan kita. Tragis banget perjalanan bangsa ini. Dulu pernah swasembada pangan kok sekarang kelaparan. Yaaah setidaknya saya tidak kelaparan hari ini hehehehe. Mau tau kenapa???? Yiuuuuuukk..... dibaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waaaah bener2 hari yg melelahkan. Dimulai dengan dipilihnya gw secara brutal oleh para wanita2 cantik komplek untuk memandu mereka menjadi kepala suku dalam rangkaian perayaan 17 Agustus di komplek sabtu kemarin. Penderitaan ternyata berlanjut hingga hari ini. Tetapiiiii........ awal yg gw kira nggak akan menyenangkan, ternyata berubah 199 derajat searah jarum jam hehehehe. Bener2 man, gw nikmatin banget hari ini. Mo tau kenapa??????? Yuuuuuuuuk..... sok atuh Dam, digoyaaaaaannng hakhakhakhak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jam 10 rangkaian lomba dimulai dengan lomba untuk anak2 yaitu sepeda hias. Anak2 panitia dagh kumpul smua. Gw, Ika, Oti, Icha, Firman, Kibod, Mbak Dewi, Mbak Lila (udah cuma sgitu.... kacrut banget kan, gimana gak nangis darah tuh). Gw berhasil membujuk bapak2 komplek beserta istri2 pertama mereka wat jadi juri dalam lomba ini. Waaaah gak nyangka ternyata bapak komplek Buenos Aires a.k.a. Buana Asri lumayan kreatif. Ada yg sepedanya pake pintu lah, ada yg sepedanyah ada kupu2nya lah, ada yg sepedanya kaya rudal lah, pokoknya aneh2 lah. Lumayan lah buat hiburan mata di pagi hari dan juga sebagai start dr hal yg gw kira nggak banget menjadi yang Ya banget hehehehe. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lomba berlanjut ke lomba ambil poin sambil naik sepeda dimana smua anak yg sangat petakilan ituh ketawa-ketiwi sambil naik sepeda nyari2 kartu yg ada poin nyah. Yg paling banyak poinnyah, menang degh heheheehe (indahnya masa kanak2 hehehe, jadi pengen lg). Lomba berlanjut ke Makan krupuk.... dimana gw juga berkesempatan tuk merasakan legit dan nikmatnya kerupuk menggeliat-geliat secara leluasa dimulut gw..... Hmmmmmmmm..... Walau akhirnyah gw kalah, (ama cewe lagih. *Ika.... elu tuh cantik2 ternyata perut tong sampah juga yah, omnivora luh hehehehehe*). Banyak banget lomba yg dimainkan hari ini. Ada masukin jarum dalam benang *eh kebalik maap* hehehe, trus sendok kelereng, makan pisang sambil tutup mata, mindahin bendera, dan sempet istirahat sebentar wat makan siang hehehe. Waaaah tenyata ibu2 Buenos Aires bener2 kreatip. Menunya ada soto ayam pake lontong disambung dengan es kelapa muda sebagai pencuci mulut. Wedeeeeeeeewww....... nikmat oh nikmat hehehehe. Setelah istirahat n shalat zuhur, kegilaan berlanjut ke lomba joged sambil rebutan kursi. Kembali urat malu gw kembali putuss. Dengan gembiranya, saya berjoget ala 'Gangsta Trippin' dengan sedikit Snoop style diiringi dengan Lagu Bang Thoyib oleh Irma Bestari (nama ini hanya fiktif semata, bila ada kesamaan, yaaaa maap ajeh gituuuuh weheehehee.....). Walau gw berhenti di 4 besar, setidaknya gw bisa merasakan kembali, gimana rasanya kehilangan urat malu hehehehehehehe......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lanjut lagi, pada puncak acara yaitu lomba buat nasi goreng oleh para bapak2. Sekedar informasi bahwa sebenarnya yg seharusnyah ikut tuh bokap, tapi secara doi cuma tau jadi ajah, akhirnyah..... kembali.... Ad@m menguncang dunia Kulinari dengan resep2nyah yg ciamik nun sedep pisan hehehehe. Yang jadi juri adalah pak Ikhsan yg dah pernah 5 tahun sekolah masak di Paris dan sekarang kerja di Hilton sebagai Head Of Cheff...... Uuuuuuggghhh...... jadi ngeper secara gw klo masak tuh paling cuma bisa nasi goreng, indomie goreng, masak aer, ubi rebus, singkong rebus, goreng tempe, goreng tahu, ama ngulek sambel trasi (itu juga karena kasian ama nyokap secara kagak ada yg bantuin). Akhirnyah..... pengundian dimulai dimana ada 5 macam nasi goreng yg akan dilombakan yaituuuu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1). Nasi Goreng Kampung&lt;br /&gt;2). Nasi Goreng Kambing&lt;br /&gt;3). Nasi Goreng Pete&lt;br /&gt;4). Nasi Goreng Sosis&lt;br /&gt;5). Nasi Goreng Ika Asin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan setelah diundi, gw mendapat kesepatan terhormat untuk membuat NASI GORENG SOSIS hahahahahahahahaha. Ini mah cingcai ama sayah, cicing wae taah. Waaaaaaaaw ini apa???? Itu apa????? gw kagak tau ama yg ini itu. Semua bahannyah aneh2 sayah nggak kenal semuanyah hehehehehe. Akhirnyah, feeling yg bermain...... Semua gw masukin dr mulai yg putih2 ancur (curiganya sih bawang putih), ampe yg coklat2 kaya *** (antara bumbu nasi goreng ama kecap... masih lom terjawab sape mosting). Sreng.... Srong.... Sreng.... Oseng2. Dengan sedkit bantuan oleh Oti n Icha yg cantik2 akhirnya Nasi Goreng Sosis Merem Melek 15 Menit jadi juga. Aaaaaah senang sekali, walao gw pikir rasanya bakal gak karuan. Lanjut ke proses penilaian. Icip... icip... sang maestro berkomat kamit dr 1 piring ke piring yg laen. Wedeeeeww..... kesannyah dah prof bgt gw hehehehehehe. Akhirnya, pengumuman tiba juga.... dag dig dug... Juara 1 Pak Widodo..... Juara 2 Pak Irfan *dengan sedikit racikan ganja dr Aceh-nya hehehe*..... Daaaaaan Juara 3 .....................................tenoneeeeeeeeeet ========&gt; Ad@@@@@@@m hehehehehehehe. Lumayan lah, Alhamdullillah dapet juara 3 hehehehe. Dapet hadiah apa yah humhhhhhhh???????&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah beres, Pak Ikhsan melanjutkan aksinya dengan memberikan Workshop: Nasi Goreng Spesial 15 Menit yg sempat membuat ibu2 komplek ternganga-nganga dengan aksi api di wajannya yg ruaaaaar biasa hehehehehehehe. Ooooo ternyata gitu toh... OOOO tenyata gak boleh itu toh...... Ooooooo...... tiulah komen2 yg banyak keluar saat sang maestro memamerkan aksi jumpalitannya diatas kompor tadi hehehehe, Lumayan lah wat nambah2 ilmu hehehehe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, selesai sudah rangkaian perayaan 17-an di suatu Komplek bernama Buenos Aires. Kisah mingkin akan berlanjut sabtu malam besok dimana akan ada acara kumpul2 wat malam renungan n pembagian hadiah. Pastinya, makan2 yg saya tunggu.... apa lagi coba hehehehe. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan tentunya, dalam kesempatan ini, gak lupa gw ingin menyampaikan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://www.media-indonesia.com/data/khusus/5059.jpg"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA YANG KE 60&lt;br /&gt;SEMOGA NEGERI INI AKAN SEGERA DENGAN CEPAT BANGKIT DARI KETERPURUKAN, SERTA MAKIN JAUH DARI YANG NAMANYA KORUPSI, KOLUSI, DAN NEPOTISME YANG MERUSAK BANGSA&lt;br /&gt;MERDEKAAAAAAAAAA!!!!!!!!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://www.pondokindonesia.com/a%2013.JPG" width=320 height=240&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaaaah kurang lebih hasilnyah kayak gini degh NASI GORENG SOSIS MEREM MELEK 15 MENIT ala Ad@m hehehehehe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;posted by AdAm_yg_CiamIk at 07:51&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15666044-112486077071329688?l=lomba-blogfam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://adamygciamik.blogspot.com/2005/08/nasi-goreng-sosis-merem-melek-15-menit.html' title='Entry 11 - Nasi Goreng Sosis Merem Melek 15 Menit'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15666044/posts/default/112486077071329688'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15666044/posts/default/112486077071329688'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lomba-blogfam.blogspot.com/2005/08/entry-11-nasi-goreng-sosis-merem-melek.html' title='Entry 11 - Nasi Goreng Sosis Merem Melek 15 Menit'/><author><name>Blogger Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16854963728946061477</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15666044.post-112486093003441467</id><published>2005-08-24T22:13:00.000-07:00</published><updated>2005-08-24T00:44:57.526-07:00</updated><title type='text'>Entry 10 - Merdeka!</title><content type='html'>Ditulis oleh : Clodi Sembiring.&lt;br /&gt;URL : &lt;a href="http://clodi.blogspot.com/2005/08/merdeka.html"&gt;http://clodi.blogspot.com/2005/08/merdeka.html&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: gua upacara besok. sebel!&lt;br /&gt;B: hahaha, hare genee..? nggak skalian disuruh panjat pinang juga?&lt;br /&gt;A: huh! kita disuruh merayakan kemerdekaan dengan cara yang tidak merdeka!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sayup-sayup aku mendengar percakapan ini dari balik pintu kamarku yang memang sengaja tidak kututup rapat. panas. percakapan ini membuatku terfikir. suatu aib kah jika kita menghormati kemerdekaan negri dengan upacara? lalu, dengan cara yang tidak merdeka? seperti apa cara yang merdeka yang dia maksud?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apakah dengan segala kemerdekaannya, dia mau datang untuk hormat bendera? kupikir tidak. mungkin dia akan lebih memilih window shopping ke mall, daripada berpanas-panas di lapangan upacara. atau memilih hang out bersama teman gank daripada pegal-pegal berdiri mendengar amanat pembina upacara. atau, kemungkinan besar, dia akan tidur lebih lama dari hari biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;cuma begitu?&lt;br /&gt;lalu?&lt;br /&gt;apa bedanya hari merah 17 agustus dengan hari merah 14 agustus?&lt;br /&gt;atau hari-hari merah lain di setiap hari ke tujuh?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pacarku yang terbangun sejak pagi,&lt;br /&gt;berniat menyadarkanku dari mimpi,&lt;br /&gt;tapi aku sudah terbangun sejak tadi,&lt;br /&gt;bahkan baju pun sudah kusiapkan sejak kemarin,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;paginya,&lt;br /&gt;aku bersiap-siap berangkat,&lt;br /&gt;aku hampiri pintu kamarnya yang terbuka lebar,&lt;br /&gt;sambil senyum aku bilang,&lt;br /&gt;nga semua orang punya kesempatan seperti kita,&lt;br /&gt;bisa berdiri menghormat bendera,&lt;br /&gt;kemerdekaan kita adalah,&lt;br /&gt;kita bisa punya niat,&lt;br /&gt;untuk datang ke lapangan upacara..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dengan baju kopri kedodoran,&lt;br /&gt;aku tegapkan barisan,&lt;br /&gt;pancangkan lengan di dahi dengan mantap,&lt;br /&gt;sambil tegak menghadap kibaran merah putih di angkasa,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://img.photobucket.com/albums/v458/clodi/moi/A045.jpg"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dirgahayu Indonesiaku!&lt;br /&gt;belum ada sesuatu yang bisa kuberi,&lt;br /&gt;namun izinkanku memulai,&lt;br /&gt;dengan hormati hari kemerdekaanmu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ACCIDENTALLY live? at 10:07&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15666044-112486093003441467?l=lomba-blogfam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://clodi.blogspot.com/2005/08/merdeka.html' title='Entry 10 - Merdeka!'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15666044/posts/default/112486093003441467'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15666044/posts/default/112486093003441467'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lomba-blogfam.blogspot.com/2005/08/entry-10-merdeka.html' title='Entry 10 - Merdeka!'/><author><name>Blogger Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16854963728946061477</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15666044.post-112486000816369444</id><published>2005-08-24T22:03:00.000-07:00</published><updated>2005-08-25T04:10:57.246-07:00</updated><title type='text'>Entry 09 - Bukan Ku Tak Cinta Indonesia..</title><content type='html'>Ditulis oleh : Putri&lt;br /&gt;URL : &lt;a href="http://poetryword.blogspot.com/2005/08/bukan-ku-tak-cinta-indonesia.html"&gt;http://poetryword.blogspot.com/2005/08/bukan-ku-tak-cinta-indonesia.html/&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://photos25.flickr.com/36438950_401e2feb83.jpg?v=0" widht="300" height="175"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;night party &lt;br /&gt;Originally uploaded by poetry01. &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menulis dalam kemarahan.&lt;br /&gt;itu yang sering kutangkap dari tulisanku sendiri. Tapi itu bukan berarti aku tidak mencintai Indonesia. Kugambarkan tangisku dengan air mata darah, bukan semata-mata aku tak cinta negriku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau saja aku tidak bisa melihat, mungkin aku bisa lebih tenang. Namun aku bisa melihat, dan aku melihat banyak penderitaan di depan mataku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka aku tak bisa pura-pura buta. Kemarahan ini tak terbendung...&lt;br /&gt;Tapi bukan berarti aku tak cinta Indonesia-ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;by Poetry01 at 11:09 AM&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15666044-112486000816369444?l=lomba-blogfam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://poetryword.blogspot.com/2005/08/bukan-ku-tak-cinta-indonesia.html' title='Entry 09 - Bukan Ku Tak Cinta Indonesia..'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15666044/posts/default/112486000816369444'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15666044/posts/default/112486000816369444'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lomba-blogfam.blogspot.com/2005/08/entry-09-bukan-ku-tak-cinta-indonesia.html' title='Entry 09 - Bukan Ku Tak Cinta Indonesia..'/><author><name>Blogger Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16854963728946061477</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15666044.post-112485855835124337</id><published>2005-08-24T21:39:00.000-07:00</published><updated>2005-08-24T00:43:59.946-07:00</updated><title type='text'>Entry 08 - Merdeka dari Tanggung Jawab?</title><content type='html'>Ditulis oleh : Lucy aka Jelly Juice.&lt;br /&gt;URL : &lt;a href="http://jellyjuice.blogspot.com/2005/08/merdeka-dari-tanggung-jawab-di.html"&gt;http://jellyjuice.blogspot.com/2005/08/merdeka-dari-tanggung-jawab-di.html&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di perayaan 'kemerdekaan' yang ke-60 kalinya ini, apapun itu...rayakanlah, gelar pesta rakyat 7 hari 7 malam, tiuplah lilin, bergembiralah, bersuka-rialah meski hanya sesaat...dan selagi BISA...rakyat di republik ini punya hak untuk bergembira dan sejenak melupakan penat, sesak &amp; keterpurukan hidup di republik yang dengan susah payah &amp; 60 tahun bahkan ratusan taun LALU penuh tetes darah-air mata (sekedar) untuk memperjuangan-kan kata MERDEKA-(dari apakah??)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://www.geocities.com/oomi_yeah/dirgahayu.jpg"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;merdeka seperti inikah?? konon katanya, lepas dari penjajahan bukanlah akhir dari cita-cita kemerdekaan, melainkan sekedar medium dan gerbang untuk mencapai kemerdekaan yang sesungguhnya, yakni kemerdekaan hati, pikiran, dan jiwa tiap orang (Yumarma, Andreas :2005)...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nyatanya, kemerdekaan yg seperti itu kita sudah pernah merasakan dan amat disayangkan (lagi2) layaknya sebuah bangsa yang degil, kemerdekaan itu-pun kita artikan sebagai KELIARAN, merdeka tanpa tanggung jawab untuk mengisi arti merdeka itu sendiri...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tidak heran jika kemudian, orang2 yang kita daulat untuk menjadi 'pemerintah'; kita pilih untuk mewakili suara kita sebagai 'anggota dewan yang terhormat'; dan kita percaya untuk memutus perkara sebenar2nya dan seadilnya; INKAR semua... mereka lari dari tanggung jawab atas misi &amp; amanah dari jabatan yang mereka pegang, ING NGARSO SUNG TULODHO...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apa yang dilakukan elit dianggap sebagai pembenar...akibatnya adalah...kita lihat korupsi yang terlanjur sistemik dan mendarah daging-korupsi berjamaah, fenomena pemiskinan yang luar biasa dan komprehensif di segala bidang, kedaulatan yang mulai terkoyak, intervensi asing yang terlalu jauh, ketergantungan terhadap lembaga donor, dan blablabla... keterpurukan lainnya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;YA, MENANGISLAH..para PEJUANG veteran..TERNYATA INDONESIA TAK (pernah) LEBIH BAIK DARI NASIBMU..!! Kalau perlu, bangkitlah dari 'lubang sempit' mu..hantui-TAGIH generasimu akan cita-cita besarmu dulu !!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi BAGAIMANAPUN...kita tetap harus hidup dan berjalan dengan kepala tegak, kita tunggu dan nantikan INDONESIA yang lebih BAIK, merdeka !!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;by jellyjuice @ 9:42 AM&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15666044-112485855835124337?l=lomba-blogfam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://jellyjuice.blogspot.com/2005/08/merdeka-dari-tanggung-jawab-di.html' title='Entry 08 - Merdeka dari Tanggung Jawab?'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15666044/posts/default/112485855835124337'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15666044/posts/default/112485855835124337'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lomba-blogfam.blogspot.com/2005/08/entry-08-merdeka-dari-tanggung-jawab.html' title='Entry 08 - Merdeka dari Tanggung Jawab?'/><author><name>Blogger Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16854963728946061477</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15666044.post-112485817746097651</id><published>2005-08-24T21:31:00.000-07:00</published><updated>2005-08-24T00:43:57.723-07:00</updated><title type='text'>Entry 07 - Alasan Untuk Berbangga</title><content type='html'>Ditulis oleh : Devina Mariskova&lt;br /&gt;URL : &lt;a href="http://mariskova.blogspot.com/2005/08/alasan-untuk-berbangga.html"&gt;http://mariskova.blogspot.com/2005/08/alasan-untuk-berbangga.html&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Indikasi korupsi di badan KPU&lt;br /&gt;-Ancaman bom di beberapa kedubes asing&lt;br /&gt;-Anggota DPR studi banding ke luar negeri&lt;br /&gt;-Indonesia, negara penghasil minyak, langka BBM&lt;br /&gt;-Listrik Jawa-Bali padam mendadak sehari setelah perayaan kemerdekaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagi baca berita tentang Indonesia. Hmm… jadi ingat komentar orang-orang di milis. Bukan komentar baru sih, karena gw sudah sering dengar. Komentar aslinya seperti:&lt;br /&gt;“Saya malu jadi orang Indonesia!” dan “Apa yang bisa dibanggain jadi orang Indonesia?!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Trus gw jadi mikir. Iya, ya. Apa yang bisa dibanggain jadi orang Indonesia? Atau, apa masih bisa bangga jadi orang Indonesia? Ah, wajar aja orang-orang berkomentar begitu. Habis, mau bangga gimana? Tiap kali ada berita yang muncul, malah bikin malu. Nah, bagaimana kalo kita punya teman orang asing, atau ketemu orang asing dan harus memperkenalkan diri. Bagaimana bisa menjabat tangan manusia dari negara lain dan kemudian dengan perasaan bangga menyebut, “I’m from Indonesia”. Apa gak dia mikir.. Oo, ini toh contoh manusia dari negara yang katanya nomor sekian terkorupsi di dunia? Aarrggh… Mau ditaro dimana muka ini?&lt;br /&gt;Masalahnya, tinggal di negara orang, di Jepang tepatnya, membuat gw harus tiap kali mengenalkan diri. Termasuk menyebutkan negara gw. Yang pasti, gw gak mungkin bilang gw orang Amerika, atau Belanda, atau Inggris, atau Jepang karena kulit dan muka gw benar-benar Indonesia banget! Duuh, ini semua tiba-tiba menjadi masalah karena gw kepikiran sama komentar-komentar di milis itu. Gara-gara inget itu, tiap kali gw harus nyebutin negara sendiri, gw jadi hampir percaya bahwa semua orang yang mendengar kata Indonesia bakal langsung terbayang kata-kata korupsi, teroris, hutang, miskin dan... bodoh, mungkin? Jangan-jangan setelah tahu gw dari Indonesia, satu-satunya hubungan sosial yang akan mereka lakukan pada gw hanya tersenyum sopan dari jarak paling minim 2 meter?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejauh ini sih paranoid gw belom terbukti. Waktu gw sebutin Indonesia di beberapa kesempatan, ada yang ekspresif sampai langsung nyanyi Bengawan Solo versi Jepang (Pak Gesang, makasih banyak!), ada yang langsung ngucapin turut bersedih karena tsunami. Ada yang langsung pengen dianter liat orang utan di Kalimantan (padahal gw juga belum pernah kesana). Ada yang sedih banget karena gak bisa ke Bali (travel warning dari negaranya). Ada yang langsung nyebut salam sambil meluk gw (hehehe...). Yang paling mengecewakan cuma dari pemotong rambut gw yang gak tau Indonesia itu dimana...&lt;br /&gt;Gw jadi malu sendiri. Gw sudah berburuk sangka pada orang. Dan yang bikin gw tambah malu adalah komentar Pak Tua orang Jepang yang jadi guru bahasa Jepang gw disini. Waktu dia tau gw dari Indonesia, matanya berbinar-binar dan dia langsung mengenalkan gw ke murid-murid yang lain (yang semuanya orang asing) lengkap dengan embel-embel ‘dari Indonesia’. Lalu pelajaran pertama gw selama 2 mingguan bukan tentang tatabahasa atau kosakata. Dia bercerita panjang dan lebar mengenai Indonesia. Iya! Tentang Indonesia!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sensei gw ini belum pernah ke Indonesia, tapi waktu jamannya Jepang dateng ke Indonesia, banyak teman-temannya yang dikirim ke Indonesia. Dia sendiri masih terlalu muda untuk dikirim. Umurnya waktu itu masih 15-an tahun. Waktu pertama dengar ceritanya tentang Indonesia dan teman-temannya, hati gw rasanya mendidih. Pengen marah! Dia berpikir teman-temannya datang ke Indonesia untuk membebaskan kakek nenek kita dari penjajah Barat! Dan sodara-sodara, sampai sekarang pun dia masih berpikir Jepang lah yang membantu kita merdeka 60 tahun yang lalu!&lt;br /&gt;Tapi anehnya rasa marah gw semakin lama dia bercerita, semakin hilang. Sensei gw bercerita bahwa teman-temannya –yang tadinya hanya petani atau guru- dikirim ke pulau kecil di dekat Jawa. Kemudian mereka mendidik orang-orang Indonesia supaya bisa menggunakan senjata. Kalau siang, mereka bertani, tapi kalau malam, mereka bergerilya menyerang prajurit-prajurit Belanda. Malah ada 2 orang teman Sensei yang selalu diundang datang pada upacara 17 Agustus di istana pada jamannya Soekarno dan Soeharto! Setiap kali dia bercerita, setiap kali pula keluar nada sayang pada kata Indonesia. Gimana pula gw bisa menginterupsi dia dengan bilang, “Sori, Sensei, kita mah merdeka merdeka sendiri. Kagak ada itu dibantu-bantu ama negara Sensei. Ada juga tentara sini yang nyiksa rakyat ane!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan akhirnya gw cuma bisa menyimak dan terus menyimak. Sampai akhirnya gw mengerti. Dia melihat gw seperti... kira-kira gini deh gambarannya: teman-teman satu kampungnya pergi ke negara bernama Indonesia untuk membantu orang-orang Indonesia yang dijajah bangsa Barat. Kemudian di Indonesia mereka berjuang bahu-membahu mengenyahkan penjajah Barat ini. Lalu orang-orang Indonesia menjadi merdeka. Dan, ini lah gw! Cucu dari orang-orang yang pernah berjuang bahu-membahu dengan teman sekampungnya itu! Begitulah dia memandang gw! Cucu saudaranya yang sudah merdeka! O-oh, akhirnya gw gak bisa menyalahkan dia yang berpikir bahwa Jepang membantu Indonesia merdeka. Ini doktrin pemerintah mereka sejak jaman perang dulu. Bahwa kepergian tentara-tentara mereka adalah untuk memenuhi tugas suci membantu orang-orang di negara yang ditindas oleh bangsa Barat. Begitulah yang dimengerti oleh orang-orang disini. Dan itu tertulis di buku sejarah di sekolah Jepang sampai sekarang. Makanya Cina dan Korea sampai protes kenceng supaya buku sejarah itu diubah. Jadi mikir, kok Indonesia gak ikut protes yak? Heh, bukan itu poin gw. Poin gw –kembali ke cerita Pak Tua Jepang tadi- dia tidak bermaksud membanggakan dirinya atau negaranya. Rasa bangganya di tiap ceritanya adalah karena dia melihat GW, saudaranya itu SUDAH MERDEKA!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggal 14 Agustus kemarin, terakhir gw ketemu, dia tiba-tiba bilang ‘Selamat Hari Kemerdekaan, ya!’ Gw jadi terdiam. Ya ampun! Sensei kok bisa ingat sampai begitu? Padahal –serius, ini padahal- tanggal 15 nya itu hari peringatan Jepang kalah perang! Dan Sensei -yang merupakan generasi dengan kesadaran akan malu yang sangat tinggi- masih bisa bilang selamat dengan tulus ke gw!&lt;br /&gt;Ini saat yang memalukan buat gw! Sementara gw sedang mencari-cari alasan untuk bisa berbangga menjadi orang Indonesia, Sensei menunjukkan pada gw kalau alasan itu sudah ada sejak gw lahir: Gw, orang Indonesia ini, sudah merdeka! Apa lagi alasan yang paling benar untuk menjadi berbangga atas negara sendiri?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;posted by Mariskova @ 1:27 AM&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15666044-112485817746097651?l=lomba-blogfam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://mariskova.blogspot.com/2005/08/alasan-untuk-berbangga.html' title='Entry 07 - Alasan Untuk Berbangga'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15666044/posts/default/112485817746097651'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15666044/posts/default/112485817746097651'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lomba-blogfam.blogspot.com/2005/08/entry-07-alasan-untuk-berbangga.html' title='Entry 07 - Alasan Untuk Berbangga'/><author><name>Blogger Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16854963728946061477</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15666044.post-112485784489170633</id><published>2005-08-24T21:24:00.000-07:00</published><updated>2005-08-24T00:26:21.156-07:00</updated><title type='text'>Entry 06 - Kutitipkan Doa Pada Ibuku</title><content type='html'>By Sam (17082005.20.30)&lt;br /&gt;Refleksi Tujuh Belasan &lt;br /&gt;URL : &lt;a href="http://samwords.blogspot.com/2005/08/kutitipkan-doa-pada-ibuku.html"&gt;http://samwords.blogspot.com/2005/08/kutitipkan-doa-pada-ibuku.html&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan ... &lt;br /&gt;Tadi pagi aku bergegas bangun. Memakai seragam merah putihku dan berlari tak sabar untuk mencapai sekolahku. Di tanganku kupegang bendera kecil dua warna melambai kibarnya mengikuti langkahku di pematang. Beberapa temanku berkejar berlari dengan bendera yang sama di tangannya. Kami saling berpacu tak ingin terlambat mengikuti upacara hari ini. Kemarin pak guru di kelas satuku bilang hari ini adalah hari kemerdekaan RI yang ke 60. Aku tak tahu apa artinya itu, tapi kata ibu merdeka sama dengan kebebasan. Aku rasa itu benar karena hari ini kami dibebaskan dari pelajaran. Kami hanya diwajibkan mengikuti upacara seperti hal yang kami lakukan di hari senin. Sekali lagi aku mengamini kebenaran penjelasan ibu mengenai kemerdekaan. Hari inipun aku bebas dari rasa takut untuk menghormati lambang merah putih yang perlahan dinaikkan hingga ujung tiang. Aku bangga melihat kegagahannya, bangga akan kemegahannya. Terima kasih Tuhan, aku Kau hadirkan di pangkuan pertiwi ini dengan peluk merah putihnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan ... &lt;br /&gt;Sebelum berangkat tadi kukatakan kepada ibu bahwa hari ini banyak perlombaan. Kujanjikan aku akan pulang dengan membawa sebanyak mungkin hadiah dan kenang-kenangan. Sehingga aku bisa bebas untuk tidak berdagang koran dan ibupun bebas dari mencuci pakaian di rumah orang. Tak perlu kuatir akan makan, karena masih ada nasi dan lauk sisa tirakatan di kampung semalam. Kuingin ibu melihatku dan memberi tepukan saatku berlomba. Setidaknya Ibu bisa terhibur dan sedikit tertawa bersama. Atau sejenak merebahkan beban yang selama ini terpikul dan tak pernah diletakkan. Aku pikir hari ini bukan hanya aku, ibukupun patut merasakan kebebasan, juga merasakan kebanggaan seperti yang aku rasakan tadi. &lt;br /&gt;Tuhan ... &lt;br /&gt;Diatas tiang pinang tadi kulihat wajah ibuku di bawah sana. Kebanggannya terbalut dengan kecemasan akan keselamatanku. Aku melambai dan teriak hadiah apa yang ibu inginkan. Percuma ... ibu tak dengar, suaraku tertelan riuh tepukan. Aku harus memilih diantara begitu banyak hadiah yang tergantung. Satu kuraih meski akhirnya kudengar banyak suara meneriakkan kesesalan. Aku tak peduli, aku punya kebebasan memilih. Dan merekapun kumaklumi untuk punya kebebasan mengeluarkan teriakan. Bukankan ini hari kebebasan ....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan ... &lt;br /&gt;Hadiah yang kupilihkan tadi adalah mukena. Kulihat mukena ibu telah kusam dan berlubang. Ibu pasti malu untuk menghadapmu. Aku tak ingin ibuku malu dihadapmu. Ku ingin dia selalu cantik dan suci dalam berdoa. Untuk itu mukena ini kuambilkan untuknya. Kudengar doa seorang ibu akan engkau dengar dan kabulkan. Kan kutitipkan doa kecil padanya. Doa agar kemerdekaan yang kami rasa tidak hanya kebebasan sehari ini saja dalam setahun. Bukan kebebasan sesaat dimana matahari esok kan kembali membelenggu kami dalam kemiskinan dan ketidak dayaan orang kecil. Bukan pula kebebasaan semu yang akan hilang begitu pesta rakyat telah padam. Aku dan ibuku juga ingin menjadi bagian yang merasakan kemerdekaan seutuhnya di bumi ini, ingin punya kebanggaan juga rasa syukur telah berada di rengkuh pertiwi. Juga ingin mengisinya dengan ketidak sisa-siaan dan kerelaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan ... &lt;br /&gt;Sekelumit pintaku, dengarkanlah doa yang kutitipkan pada ibuku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;by Sam | 8/24/2005 07:53:00 AM&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15666044-112485784489170633?l=lomba-blogfam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://samwords.blogspot.com/2005/08/kutitipkan-doa-pada-ibuku.html' title='Entry 06 - Kutitipkan Doa Pada Ibuku'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15666044/posts/default/112485784489170633'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15666044/posts/default/112485784489170633'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lomba-blogfam.blogspot.com/2005/08/entry-06-kutitipkan-doa-pada-ibuku.html' title='Entry 06 - Kutitipkan Doa Pada Ibuku'/><author><name>Blogger Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16854963728946061477</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15666044.post-112485738002056687</id><published>2005-08-24T21:14:00.000-07:00</published><updated>2005-08-24T00:25:13.103-07:00</updated><title type='text'>Entry 05 - 17-an, Kita Udah Merdeka ato Belum</title><content type='html'>Ditulis oleh : Harry Kuniawan aka ketex&lt;br /&gt;URL : &lt;a href="http://ketek90.blogsome.com/2005/08/24/17an-merdeka-ato-belum/"&gt;http://ketek90.blogsome.com/2005/08/24/17an-merdeka-ato-belum/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17 Agustus 1945 yang jatuh pada hari Jum’at, 17 Ramadan 1365 H adalah hari Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. Kemerdekaan Indonesia diproklamasikan oleh Ir. Soekarno yang didampingi oleh Drs. Muhammad Hatta di Jalan Pegangsaan Timur 56, Cikini, Jakarta Pusat. Setelah Naskah Proklamasi dibacakan, kata2 merdeka mulai berkumandang dari tempat ke tempat, dan juga pada khotbah solat jum’at. Dari mulut ke mulut. Tapi apa kita udah merdeka? Merdeka dari siapa? Belanda baru mengakui kemerdekaan Indonesia secara utuh pada 27 December 1949, sesudah ini apa kita udah merdeka? Sudah? Masa sih? Hmm.. Apa politik kita udah merdeka? Apa politik kita tanpa campur tangan pihak asing? Kemana perginya kekayaan alam kita yg melimpah? Sebagian dikorup, sebagian kepihak asing, kita tuh dibodohin, masak harta sendiri orang lain yg mengolah, setelah mereka olah, mereka jual lagi ke kita, sebagai contoh yg mudah aja deh. Kain, indonesia memproduksi kain, lalu diekspor, setelah itu diolah menjadi pakaian jadi oleh pihak asing, bodohnya lagi baju ini diimport Indonesia, dan ada juga orang bodoh yg beli, dengan embel2 produk import. Hey bung, kenapa gak beli produk Indonesia aja, lebih murah dan berkualitas, tapi masalahnya belum banyak yang bisa mengolah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Emang sih dah banyak sekarang factory2 outlet gitu, tapi klo untuk kekayaan alamnya gimana dong? Contohnya Caltex, kenapa harus caltex sih? Kenapa Indonesia bikin perusahaan sendiri (gw rela kok nama perusahaannya Ketex ), Emang sih hasilnya untuk Indonesia juga, tapi pasti ada dong jatah2 buat pihak investornya, Jeh ! Ya iya lah, klo gitu mereka nikmatin harta kita dong? Trus harta Indonesia ini sebagian (ehm, sebagian besar ato kecil silahkan tentuin sendiri) lagi dimakan oleh bapak pembangunan kita, baca kutipan dari Time Asia bulan May 1999, &lt;em&gt;Time Asia reported that the Suharto family fortune is worth an estimated US$15 billion in cash, shares, corporate assets, real estate, jewelery and fine art. US$9 billion of this is reported to have been deposited in an Austrian bank. The family is said to control about 36,000 km² of real estate in Indonesia, including 100,000 m² of prime office space in Jakarta and nearly 40 percent of the land in East Timor. Over US$73 billion is said to have passed through the family’s hands during Suharto’s 32-year rule.&lt;/em&gt; Gile cing, berapa banyak noh? Yah gw harap sih bapak Tua sadar akan dosa2nya, mudah2an beliau bikin surat wasiat buat negara Indonesia, lumayan lah buat bayar utang yg bejibun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://img364.imageshack.us/img364/9431/kostrad1uw.jpg"&gt;&lt;br /&gt;Dulu gw juga pernah baca gitu, ada sebuah penemuan emas dikalimantan, yg diklaim sebagai penemuan emas terbesar diabad 20, ngeliat ini Suharto and the gang langsung ngeces ilernya, disamperin lah itu perusahaan kecil yg harusnya berhak ngedapetin itu, (eh, enggak deng, yg berhak tu rakyat Indonesia lagi), udah langsung bagi hasil dah, uangnya buat rakyat kemana dong? Jgn tanya gw, tanya sama mereka (buat beli es krim kali ), sebagian uang2 negara abis buat dibeliin senjata dan segala macem. Tau gak buat apa? Itu buat ngebantai sodara2 kita di timor, di aceh, di papua, dll. Sampe akhirnya Indonesia diembargo ama Amerika, bah ! gak mempan om Amrik, tetep aja itu masih kayak gitu, TNI dianggap sebagai Killing Machine, Pelanggar Ham, (buat om om gw yg diTNI, hehehe gak bermaksud apa2 nih ), yah seenggak2nya abis bapak Pembangunan turun, kita ada secercah kecil harapan dengan utang segede gaban peninggalan bapak pembangunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://img392.imageshack.us/img392/9720/sukarnomerdeka2lf.jpg"&gt;&lt;br /&gt;Di hari -so called- peringatan kemerdekaan Indonesia kali ini, marilah kita sejenak mengheningkan cipta (kayak upacara2 gitu, hahaha), dan berdo’a menurut agama dan kepercayaan masing2, mari kita renungkan sejenak, apa sih yg bisa kita berikan buat bangsa ini. Kyaaa, harus pake uang kah? yee gw kan g punya banyak uang, kan bisa kita mulai dari diri kita sendiri, gak usahlah mikirin yg diatas2 dulu, kita coba aja untuk lihat kediri kita, apakah kita udah bener? Apakah kita bersih? Apakah kita gak KKN? Moga kelak Indonesia bangkit, gw tau gak akan bisa instan gitu kayak telkomnet (telkomneeet instaaaant, ahauhau) ya pelan2 aja, pelan2 asal selamat, Intinya klo pemerintahan itu orang2 nya intelijen, bermoral, jujur terbuka dan tidak KKN(pokoknya semua sifat2 yg bagus2 yg kita pelajarin di PPKn), gw yakin Indonesia bakalan bangkit dengan cepat(Klo sekarang masih keasyikkan duduk). Yang pasti dimulai dari bawah, dimulai dari yang kita bisa lakuin dulu ajah, susah klo kita mulai dari atas mah, gak bakal didenger kita teriak2 kayak apa juga, mau teriak nangis2 darah nyuruh tuh para dedengkot supaya gak korupsi juga percuma, mereka dah terlanjur disono ya mau diapain lagi, berdoa aja supaya gak banyak yg dikorup, kekeekek, moga2 malah gak korupsi, trus harta2 para koruptor itu disumbangin buat Indo, masih banyak tuh yg kelaparan, yg hidup dibawah garis kemiskinan, bahasa gaulnya sih, tingginya kesenjangan sosial, yg satu kayanya kaya banget, yg satu miskinnya miskin banget, trus satu lagi, moga para anak kecil yg dipinggir jalan tu diberi keterampilan ato apa gitu, jgn cuma anaknya doang tapi, orang tuanya juga, soalnya pernah ada kasus, ada suatu yayasan yg ngasih keterampilan ke anak jalanan, tapi orang tuanya nyuruh anaknya balik lagi ke jalanan, ck ck ck, klo gitu harus bikin undang2 baru tentang anak2 dibawah umur, *ato mang udah ada yak, kekeke* biar tuh orang tua yg kayak gitu dikasih pelajaran, anak kok dieksploitasi, hmmm, kasian juga kan klo gitu, klo si anak dari kecil dah kebiasaan minta2, nanti sampe dewasa kayak gitu, trus nanti si anak kawin punya anak, dan jadi orang tua, nanti anaknya disuruh gitu juga, sampe seterusnya, nah kapan bisa abis itu anak2 jalanan? gak akan abis2 klo kayak gitu, klo sedari kecil si anak punya keterampilan, so pasti nanti dia klo punya anak, dia gak mau anaknya jadi kayak dia, seenggak2nya lebih bagus dari dia, cos dia dah gak punya kebiasaan tuk minta2 lagi, hanya mengharapkan tangan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://img364.imageshack.us/img364/2615/45tahun9tz.jpg"&gt;&lt;br /&gt;Gw denger2 sekarang 17an di Indonesia mau diadain di Monas yah? bener gak sih? Kalo bener ya bagus itu, daripada di Istana Negara&lt; -- peninggalan belanda nih, lebih bagus lagi dikediamannya laksamana T.Maeda, tempat perumusan naskah proklamasi, emang sih beliau bukan orang Indo, tapi toh rumahnya itu yg penting, kekekeke. Ini baru mencerminkan peringatan proklamasi. Gw rasa sgitu aja deh, kalo ada tulisan gw yg salah, tolong dikoreksi, kalau ada opini gw yg salah tolong dimaapkeun. Itu kan hanya sebuah pandangan, ibaratnya ada 3 orang ngeliat sepeda, satu dari depan, satu dari samping, satu dari atas, pendapat ke 3 nya pasti berbeda, tergantung ngeliatnya dari sudut mana. Kalo ad yg tersinggung ya sok dimaapkeun juga, huahauha, sing penting kita ngerayain 17an, Horeeee... horeee...Hobaaah..tarik maang..kiri jauuh..goyang bleh..huahauhau... Nah sekarang, jadi Intinya kita tu dah merdeka belom sih, heheheh, silahkan pikir ndiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali Merdeka tetap Merdeka !!&lt;br /&gt;Btw btw, pada ikut lomba ape aja nih…hehehe…gw pingin ikut panjat pinang ah, tapi nyari dimana yak, hohoho…&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15666044-112485738002056687?l=lomba-blogfam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://ketek90.blogsome.com/2005/08/24/17an-merdeka-ato-belum' title='Entry 05 - 17-an, Kita Udah Merdeka ato Belum'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15666044/posts/default/112485738002056687'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15666044/posts/default/112485738002056687'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lomba-blogfam.blogspot.com/2005/08/entry-05-17-kita-udah-merdeka-ato.html' title='Entry 05 - 17-an, Kita Udah Merdeka ato Belum'/><author><name>Blogger Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16854963728946061477</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15666044.post-112485679939107257</id><published>2005-08-24T21:09:00.000-07:00</published><updated>2005-08-24T23:20:07.210-07:00</updated><title type='text'>Entry 04 - Dirgahayu Negeriku...</title><content type='html'>Ditulis oleh : Zuki&lt;br /&gt;URL : &lt;a href="http://lamunan-sejenak.blogspot.com/2005/08/dirgahayu-negeriku.html"&gt;http://lamunan-sejenak.blogspot.com/2005/08/dirgahayu-negeriku.html&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyimak isi harian Kompas tertanggal 16 Agustus saya berulangkali tertegun melihat iklan-iklan yang berhubungan dengan kemerdekaan negeri kita ini. Salah satu yang menarik ialah iklan dari salah satu Bank. Iklan ini berupa foto Panglima Besar Sudirman sedang memberikan hormat dalam suatu upacara. Tulisan yang terpampang di iklan ini:&lt;br /&gt;Di atas kepala Panglima Sudirman: &lt;em&gt;Siapa yang tak kenal Pak Dirman?&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Di sela-sela foto orang-orang yang mengikuti upacara: &lt;em&gt;Siapa yang kenal bapak-bapak lainnya?&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan di bawah foto ini: &lt;em&gt;Sejarah mencatat nama besar, namun banyak nama yang terlupakan. Sebuah renungan memperingati 60 tahun kemerdekaan Indonesia. Dirgahayu Republik Indonesia.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;===&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini kita merayakan kemerdekaan negeri ini, bangsa ini, rakyat ini dari penjajahan 60 tahun yang silam. Mari kita rayakan, kita merdekakan diri kita dari segala belenggu yang ada. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di blog ini, kita bisa menulis semau apa, seenak hati kita, sekehendak intuisi kita. Free ... free spech ... freedom. Kenapa tidak 'perlebar' kemerdekaan ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita merdekakan diri kita. Lepaskan belenggu, keluarkan semua kreativitas kita, berfikir di luar kelaziman kita. Kita bangun negeri kita yang tercinta ini. Tidak perlu ada ketergantungan pada fasilitas, pada pemerintah, pada segala hal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak yang kita bisa lakukan tanpa harus bergantung pada sesuatu yang fana. Mari ... kita bisa melakukannya!Kita mulai dengan membebaskan diri kita. Jangan biasakan terbelenggu oleh pola pikir, cara pandang kita. Buka wawasan, buka pemikiran, buka mata dan hati lebar-lebar!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita mulai dengan yang dekat-dekat. Ajari anak, istri/suami, teman, tetangga ilmu yang sudah kita kuasai, berikan contoh, dan jadilah suri tauladan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan tunggu besok, jangan tunggu lusa. Mulai sekarang, mulai saat ini juga!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari ... mari ... mari ..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merdeka!!&lt;br /&gt;****&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15666044-112485679939107257?l=lomba-blogfam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://lamunan-sejenak.blogspot.com/2005/08/dirgahayu-negeriku.html' title='Entry 04 - Dirgahayu Negeriku...'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15666044/posts/default/112485679939107257'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15666044/posts/default/112485679939107257'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lomba-blogfam.blogspot.com/2005/08/entry-04-dirgahayu-negeriku.html' title='Entry 04 - Dirgahayu Negeriku...'/><author><name>Blogger Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16854963728946061477</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15666044.post-112485652159484460</id><published>2005-08-24T21:06:00.000-07:00</published><updated>2005-08-24T00:14:20.396-07:00</updated><title type='text'>Entry 03 - Merdeka, Insya Allah</title><content type='html'>Ditulis oleh : Yaya MZ&lt;br /&gt;Url : &lt;a href="http://yayachantique.blogdrive.com/"&gt;http://yayachantique.blogdrive.com/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillaah Indonesia sudah berusia 60 tahun. Kalau manusia berarti sudah tua, sudah matang, sudah lebih bijaksana dalam melakukan segala sesuatunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaannya sekarang: apakah Indonesia telah benar-benar merdeka?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap kali aku lagi berada di tengah-tengah kemacetan, banyak sekali penjual yang hilir-mudik di depan kaca mobilku, menawarkan dagangan mereka. Dari yang tua sampai yang masih muda sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin klise..tapi aku suka miris sekali kalau melihat anak-anak kecil yang ikut berjualan di jalan raya. Bukankah mereka seharusnya berada di ruang kelas, belajar dengan tenang tanpa harus ikut memikirkan beban hidup? Bukankah mereka yang kita sebut sebagai penerus bangsa ini seharusnya bebas bermain menikmati masa kecil mereka yang tidak dapat diulang kembali?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kenyataan berkata lain. Mereka malah berpanas-panasan sampai hujan-hujanan mencari sesuap nasi di jalanan.Itulah realita yang ada di depan mata kita sekarang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari satu hal yang kelihatannya sepele itu saja, aku mempertanyakan kemerdekaan RI. Aku merasa anak-anak itu belum merdeka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi apa yang dapat aku lakukan untuk memerdekakan mereka? Aku hanyalah seorang biasa, seseorang yang mengaku menjadi warga negara Republik Indonesia. Yah, mungkin aku belum dapat melakukan hal besar seperti menyekolahkan mereka atau membangun rumah yang layak untuk keluarga mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang aku dapat lakukan InsyaAllah sampai sekarang ini adalah setiap kali beberapa anak kecil menyanyi atau hanya menadahkan tangan mereka di depan kaca mobilku, aku berusaha memberikan untuk sekedar menghilangkan lapar atau dahaga mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak peduli anggapan memberikan uang ke anak kecil di jalanan itu tidak mendidik mereka. Aku hanya mendengarkan kata hatiku. Aku hanya tak dapat membayangkan kalau yang di jalan itu keponakan-keponakanku. Astagfirulllah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesiaku sayang telah berusia 60 tahun. Aku berdoa semoga Indonesiaku diimani oleh orang-orang yang lebih akan peduli dengan sekitar kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat Hari Kemerdekaan Indonesia. Terima kasih telah memberikan waktu untuk kita semua merenung di saat kau memutuskan memadamkan listrik. Terima kasih telah memberikan kita motivasi untuk bekerja lebih keras lagi saat kau menaikkan harga BBM. Terima kasih Indonesia....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15666044-112485652159484460?l=lomba-blogfam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://yayachantique.blogdrive.com' title='Entry 03 - Merdeka, Insya Allah'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15666044/posts/default/112485652159484460'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15666044/posts/default/112485652159484460'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lomba-blogfam.blogspot.com/2005/08/entry-03-merdeka-insya-allah.html' title='Entry 03 - Merdeka, Insya Allah'/><author><name>Blogger Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16854963728946061477</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15666044.post-112485622444420513</id><published>2005-08-24T20:59:00.000-07:00</published><updated>2005-08-24T00:11:29.446-07:00</updated><title type='text'>Entry 02 - Agustus, Tahun Ini</title><content type='html'>Ditulis oleh : Yanti -bunda naila-&lt;br /&gt;Url : &lt;a href="http://jalankenangan.net/celoteh/index.php?p=68"&gt;http://jalankenangan.net/celoteh/index.php?p=68&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk diikutsertakan dalam lomba 17-an di Blogger Family&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://www.media-indonesia.com/data/khusus/5059.jpg"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Agustus, dua puluh lima tahun yang lalu&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Anak mungil berambut kriwil itu menatap televisi dalam-dalam. Siaran langsung upacara peringatan Hari Kemerdekaan yang ditayangkan di satu-satunya stasiun televisi negeri, dua tahun belakangan selalu memikat hatinya. Langkah-langkah tegap dan kompak saat berbaris, tetapi penuh kehati-hatian saat menjemput Bendera Pusaka, membuat Yanti kecil ingin menjadi Paskibraka kalau besar nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Agustus, dua puluh tahun yang lalu&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;“Indonesia sudah merdeka selama 40 tahun. Ini karena perjuangan para pejuang kemerdekaan yang harus kita kenang dengan melakukan upacara bendera. Sekarang adalah tugas kita untuk mengisi kemerdekaan ini”, begitu ia mendengar Ibu Guru. Tak heran, pada masa kejayaan Orde Baru itu, jargon-jargon semacam ini diumbar sembari belum tentu dimengerti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upacara bendera bukanlah sebuah kegiatan yang menyenangkan memang. Tetapi kalau bisa dilakukan sambil berbisik-bisik dengan teman sekelas, dan kalau perlu sambil mengudap kacang goreng, mengapa tidak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Agustus, tujuh belas tahun yang lalu&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bulan Agustus selalu menjadi bulan terindah sejak dua tahun belakangan. Perayaan Agustusan di sekitar rumah Yanti yang menapak usia ABG memang cukup meriah. Berbagai pertandingan antar-RT digelar: bola voli, bulutangkis, hingga cerdas cermat. Dan seluruh rangkaian acara ditutup dengan panggung hiburan dan bazaar ibu-ibu PKK. Semuanya dimanfaatkan para aktivis remaja untuk menjadi ajang pertemuan, juga oleh seorang Yanti yang mulai mengenal cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pulang sama siapa Yan? Kiki anterin ya..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasanya tak sabar menanti matahari Agustus menggelincir ke arah Barat, menggoreskan semburat jingga yang mengukir senyuman di wajah gadis muda yang baru meninggalkan sajadah Ashar-nya untuk pergi ke lapangan voli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Agustus, lima belas tahun yang lalu&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;“Putih abu-abu!” Kadang pekikan kecil semacam itu masih muncul walaupun hanya dalam hati, walaupun seragam itu sudah dikenakannya selama sebulan. Dan sebagai siswi baru, Yanti remaja harus menyelenggarakan acara Pagi Gembira bersama rekan-rekan seangkatannya, yang notabene merupakan acara peringatan Hari Kemerdekaan dalam format klasik: tarik tambang, balap karung, dan sejenisnya.&lt;br /&gt;Ternyata walaupun seragam SMA konon menandakan mulainya kedewasaan, permainan-permainan itu mengembalikan semua menjadi kanak-kanak. Membuktikan pernyataan pakar psikologi bahwa semua manusia dewasa punya secuil kanak-kanak dalam dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau begitu ia mulai realistis. Menyadari bahwa dengan tinggi tubuhnya, ia tak mungkin menjadi Paskibraka. Dan juga mulai berpikir bahwa di jaman kemerdekaan ini banyak bom waktu yang siap untuk meledak, entah dalam hitungan tahun, ataupun dalam hitungan generasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Agustus, sepuluh tahun yang lalu&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Agustus keduanya di negeri orang. Kali ini, PPI Jerman mengadakan acara meriah berikut upacara bendera di Stuttgart, tak jauh dari tempatnya menuntut ilmu mengejar ijasah. Sebuah kenangan tak terlupakan, karena semangat kebersamaan dan cinta tanah air justru sangat terasa saat jauh dari rumah. Menjadi petugas upacara sekaligus pengupas kentang sekaligus peraga pakaian daerah sekaligus penerima tamu, bukan hal yang aneh saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih terasa basahnya air mata saat bait-bait karya Ismail Marzuki dinyanyikan bersama.&lt;br /&gt;“Di sana tempat lahir beta, dibuai dibesarkan Bunda&lt;br /&gt;Tempat berlindung di hari tua, sampai akhir menutup mata”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Agustus, tujuh tahun yang lalu&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bom waktu itu meledak! Membuktikan pernyataan mereka yang kritis, bahwa Indonesia tak benar-benar merdeka. Lihatlah betapa negara tercinta terombang-ambing secara ekonomi karena ulah segelintir bangsa asing. Lalu terjajah melalui bantuan-bantuan, yang pastinya mengikuti premis negara-negara donor itu sendiri: “there is no such thing as free lunch”.&lt;br /&gt;Belum lagi secara budaya. Sebagian bangsa ini masih sangat mengagung-agungkan bangsa lain bahkan meniru mereka habis-habisan, menghujat bangsanya, padahal tak berbuat banyak untuk memperbaikinya. Ciri bangsa terjajah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Agustus, dua tahun yang lalu&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Perutnya yang membuncit membuat Yanti yang kini berstatus nyonya tak sanggup berdiri lebih lama. Pembina Upacara yang notabene Direktur Utama perusahaan tempatnya bekerja baru menyampaikan separuh amanatnya. Tapi ia harus bergerak ke belakang barisan dan duduk di besi pembatas parkir. Hari ini adalah hari pertamanya mengenakan baju hamil, yang membuat semua orang paham kenapa ia meninggalkan barisan tanpa bertanya lebih lanjut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas nama semangat keprihatian, tahun ini tak ada lomba karaoke seperti yang diikutinya dua tahun berturut-turut. Mengorbankan rasa malu walaupun suara pas-pasan, menyanyikan lagu dangdut demi meriahnya acara. Juga tak ada lomba tarik tambang yang -seperti bisa diduga- dimenangkan oleh tim Satpam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang bisa saja berpikir kritis bahkan negatif, bahwa lomba-lomba itu hanyalah acara norak yang berbau hura-hura dan bersifat seremonial belaka. Please deh, basbang gitu loh. Tapi, kapan lagi kebersamaan dan kesamaan seperti ini bisa dialami? Tak banyak kesempatan di mana jenjang kepangkatan dan jabatan dinafikan. Tak setiap hari semua orang bisa tertawa bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Agustus, tahun ini&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ibu muda itu bergegas seusai upacara, menuju mobil di mana suaminya menanti. Disimpannya makanan ringan jatah peserta upacara ke dalam tas. Gadis mungilnya, yang kebetulan juga kriwil seperti dirinya di masa silam, tentu sudah menanti di rumah. Bibir mungilnya kemarin sudah bisa berteriak, “Bewkibawlah bendewaku!!!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Nak, Bunda belum berbuat banyak untuk mengharumkan Merah Putih. Bunda hanya sanggup berusaha agar tak ikut membusukkan namanya.&lt;br /&gt;Seperti cinta pertama, rasa kebangsaan selalu membekas dalam jiwa, meski janganlah cinta pernah membutakan.&lt;br /&gt;Dialah ibumu, Sang Pertiwi Yang disayang walau khilaf, yang diluruskan kala bengkok, dan dibantu saat berkekurangan. “ &lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15666044-112485622444420513?l=lomba-blogfam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://jalankenangan.net/celoteh/index.php?p=68' title='Entry 02 - Agustus, Tahun Ini'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15666044/posts/default/112485622444420513'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15666044/posts/default/112485622444420513'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lomba-blogfam.blogspot.com/2005/08/entry-02-agustus-tahun-ini.html' title='Entry 02 - Agustus, Tahun Ini'/><author><name>Blogger Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16854963728946061477</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15666044.post-112485586814513451</id><published>2005-08-24T20:50:00.000-07:00</published><updated>2005-08-24T00:11:49.763-07:00</updated><title type='text'>Entry 01 - Mari Berbagi Kemerdekaan</title><content type='html'>Ditulis oleh : Agus Setiawan&lt;br /&gt;URL : http://agusset.blogspot.com/2005/08/mari-berbagi-kemerdekaan.html&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan dalam rangka lomba entry 17-an BlogFam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun ini bangsa Indonesia kembali memperingati hari ulang tahun kemerdekaannya. Tak terasa, sudah 60 tahun bangsa ini terlepas dari cengkeraman ganas penjajahan Belanda yang berlangsung hingga 350 tahun dan saudara tua Jepang selama 3,5 tahun. Menurut catatan sejarah, kemerdekaan yang kita rayakan setiap tanggal 17 Agustus ini bukan merupakan hadiah cuma-cuma sang penjajah yang ganas dan bengis itu, melainkan harus direbut dengan mengorbankan jutaan nyawa anak bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah menunjukkan bahwa selama 60 tahun usia kemerdekaannya, rakyat Indonesia terus mengalami berbagai macam dinamika dalam berbangsa dan bernegara. Ada dinamika yang positif dan membanggakan, namun sayangnya lebih banyak yang negatif dan membuat negara ini menjadi semakin bangkrut dan terpuruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak elit dan politikus selalu mendengungkan idiom keramat negara kesatuan, yang men"urut mereka berada di atas segala-galanya dan harus dibela mati-matian, ketika menghadapi sebuah pergolakan, perasaan tak puas atau gerakan separatis di sebuah daerah. Mereka selalu mengatakan bahwa bentuk negara kesatuan adalah sebuah keputusan yang final dan merupakan amanah dari the founding fathers Republik Indonesia dan seolah-olah merupakan pilihan dan alternatif yang paling baik dan sempurna di muka bumi Indonesia sehingga menutup kemungkinan membicarakannya bahkan telah dikategorikan sebagai salah satu alergen (pencetus alergi) dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibatnya, banyak di antara para pemimpin dan politikus di negara bernama Republik Indonesia yang menderita ketakutan berlebihan (paranoid). Ketika ada sekelompok masyarakat di suatu daerah menggeliat karena merasakan ketidakadilan atau ketakpuasan yang telah bertahun-tahun dilakukan oleh pemerintah pusat -dimana hasil kekayaan alam mereka disedot habis-habisan, sementara kesejahteraan diabaikan- mereka dianggap sebagai musuh yang harus diberantas habis. Pemerintah pusat pun dengan sigapnya menurunkan Angkatan Bersenjata Republik Indonesia untuk mengadakan sebuah operasi teritorial demi meredam sesuatu yang menurut pendapat saya adalah suatu reaksi wajar dari masyarakat yang terabaikan dan terpinggirkan, dimana sebenarnya kesalahan terbesar adalah milik pemerintah pusat itu sendiri. Apa salahnya kalau kita menggugat sebuah ketidakadilan? Apakah kita harus berpegang pada prinsip: "pejah gesang nderek sampeyan, suarga nunut neraka katut"?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rakyat yang vokal dan suka bertanya bukanlah musuh yang harus dimusnahkan dan dibasmi. Rakyat yang pasrah dan nrimo bukanlah kaum yang harus dihisap darahnya dan ditakut-takuti hidupnya. Mereka semua adalah bagian dari sebuah bangsa merdeka bernama Indonesia. Mereka punya rasa patriotis dan nasionalis yang tidak kalah jika dibandingkan dengan para tentara. Bukan hanya tentara yang cinta pada bangsa ini, bukan hanya tentara yang bisa dan bersedia bela negara, bukan! Juga bukan hanya para elit dan politikus saja. Kita semua yang mengaku sebagai warga negara Indonesia, asli atau keturunan, asal bukan penjilat, pencuri harta negara, dan koruptor laknat, punya rasa patriotis dan nasionalis yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus gerakan separatis di Aceh, Riau, Papua dan beberapa daerah lainnya, menurut pendapat saya, benih awalnya tidak terlepas dari kesalahan dan ketidakadilan pemerintah pusat yang mereka rasakan. Ambil kasus Aceh, sudah berapa banyak kekayaan alam mereka yang disedot pemerintah pusat dan digunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran Jakarta? Setahu saya, rakyat Aceh termasuk yang getol dalam membela kemerdekaan RI. Bahkan di jaman Soekarno, pada tahun 1948, mereka rela menyumbangkan pesawat RI-001 Seulawah yang dibeli dari hasil pengumpulan hasil bumi rakyat Aceh yang setara dengan 20kg emas. Demikian juga dengan kasus Papua, berapa banyak bijih logam yang sudah dikeruk pemerintah pusat dan digunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran Jakarta? Kalau mau adil, seharusnya rakyat Aceh, Papua atau daerah kaya lainnya lah yang lebih banyak menikmati kekayaan alam yang mereka miliki tersebut. Atau jika memang kekayaan alam yang ada di suatu daerah akan digunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat Indonesia sesuai dengan amanah UUD'45 -yang begitu kita sakralkan pasal-pasalnya tetapi selalu kita abaikan dalam implementasinya- kita harus sadar bahwa rakyat Indonesia itu bukan hanya ada di Jakarta atau Pulau Jawa saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, mari kita coba untuk membandingkan pembangunan yang ada di Pulau Jawa dengan pulau-pulau lainnya di Negara Kesatuan Republik Indonesia ini secara jujur. Adakah anda melihat ke-jomplang-an di situ? Kalau kita jujur, pasti akan menjawab "ya!" Ketidakmerataan dan ketidakadilan terlihat secara tegas, jelas, dan bisa dilihat dengan mata telanjang. Seharusnya pemerintah pusat sadar dan para elitnya bisa belajar dari pengalaman nenek moyangnya yang terjajah selama 350 tahun oleh Belanda -atau mungkin nenek moyang para elit tersebut bukan termasuk orang yang terjajah karena bersedia bekerjasama dengan para kumpeni?- bahwa jika seseorang merasakan ketidakadilan secara terus menerus dan diabaikan hak-haknya, maka ia pasti akan mencoba untuk melawan ketidakadilan tersebut. Semut pun akan menggigit ketika ia terinjak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru saja kita merayakan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-60. Usia 60 saya kira bukanlah usia yang terlalu muda untuk sebuah negara merdeka. Seharusnya kita sudah cukup kenyang merasakan asam dan garam dinamika kemerdekaan. Dan seharusnya kita juga sudah cukup banyak belajar selama 60 tahun mengarungi kemerdekaan ini, sama seperti halnya dahulu kita pernah banyak belajar selama 350 tahun menjadi bangsa yang terjajah. Kita dapat merasakan, sampai ke tulang sumsum kita, betapa tidak enaknya menjadi bangsa yang terjajah. Dan kita pun pernah sama-sama bersatu untuk mengusir para penjajah di masa silam. Maka dari itu, di jaman kemerdekaan seperti sekarang ini, janganlah kita secara tidak sadar menjadi penjajah bagi anggota keluarga Negara Republik Indonesia yang lain. Jangan sampai orang-orang di Aceh atau Papua merasa bahwa mereka masih dijajah oleh bangsa Jawa, karena semua kekayaan alam yang mereka miliki disedot dan dinikmati oleh orang-orang yang tinggal di Jawa, sementara mereka hanya diberi bualan-bualan kosong dan ditindas ketika mempertanyakan hak mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk apa pusat mempertahankan idiom negara kesatuan kalau yang dirasakan oleh daerah adalah sebuah penjajahan. Marilah kita nikmati kemerdekaan ini secara bersama-bersama. Jangan serakah untuk menikmatinya sendirian saja, marilah kita berbagi! Jangan menunggu hingga semua propinsi yang tak puas dan merasa terjajah menuntut adanya referendum baru kita menyesali kebodohan yang telah kita perbuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;agus set, 12:00 AM&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15666044-112485586814513451?l=lomba-blogfam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://agusset.blogspot.com/2005/08/mari-berbagi-kemerdekaan.html' title='Entry 01 - Mari Berbagi Kemerdekaan'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15666044/posts/default/112485586814513451'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15666044/posts/default/112485586814513451'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lomba-blogfam.blogspot.com/2005/08/entry-01-mari-berbagi-kemerdekaan.html' title='Entry 01 - Mari Berbagi Kemerdekaan'/><author><name>Blogger Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16854963728946061477</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15666044.post-112471009067930685</id><published>2005-08-22T04:27:00.000-07:00</published><updated>2005-08-23T20:23:02.706-07:00</updated><title type='text'>Pengumuman</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pemilihan Pemenang Favorit&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pemenang Favorit dari masing-masing lomba akan ditentukan dari polling atau suara terbanyak pilihan member Blogfam yang akan dilaksanakan mulai 26 sampai dengan 29 Agustus 2005. Untuk polling ini, panitia membuat thread khusus di ruang Galery Kreasi per jenis lomba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam thread polling, akan dicantumkan list nama peserta beserta link hasil karya lomba ke blog masing-masing peserta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk keperluan pemilihan 'Pemenang Favorit' Lomba Entry 17-an Blogfam, Panitia memberitahukan para peserta Lomba Entry, bahwa panitia membuat &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;blog khusus&lt;/span&gt; ini yang berisi entry-entry yang dilombakan dari masing-masing peserta. Di dalam entry tersebut akan dicantumkan pula nama peserta beserta link ke blog peserta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Blog khusus ini hanya sebagai alternatif (selain mengunjungi link entry di blog masing-masing peserta dari &lt;a href="http://www.blogfam.com/forum/viewforum.php?f=20"&gt;Galery Kreasi Blogfam&lt;/a&gt;) bagi kemudahan para pemilih (member Blogfam) untuk membaca dan menentukan entry favoritnya, mengingat jumlah peserta lomba entry mencapai lebih dari 60 peserta. Jadi panitia sangat berterima kasih jika peserta lomba entry bersedia untuk mengijinkan panitia memposting karya entrynya di blog khusus ini selama pemilihan pemenang favorit berlangsung. Begitu pelaksanaan polling selesai, blog khusus ini akan ditutup.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami harapkan partisipasi semua member Blogfam untuk memberikan suara, memilih pemenang favorit masing-masing lomba. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi peserta, jika masih dirasa ada yang kurang dimengerti bisa langsung menghubungi panitia via PM atau bertanya di ruang pengumuman lomba. Terima kasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panitia Lomba 17-an Blogfam&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;YNa, Rwdiani, Hirta dan Itha&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15666044-112471009067930685?l=lomba-blogfam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15666044/posts/default/112471009067930685'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15666044/posts/default/112471009067930685'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lomba-blogfam.blogspot.com/2005/08/pengumuman.html' title='Pengumuman'/><author><name>Blogger Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16854963728946061477</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry></feed>
